4 Ramuan Istimewa Agar Tetap Mesra







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Tiap-tiap pasangan pasti ingin selalu tampil mesra. Bahkan banyak wanita yang selalu mengidam-idamkan akan selalu mesra meskipun telah menikah. Tidak sedikit pula para pria yang selalu tampil mesra demi membahagiakan pasangannya. Namun bagaimana ya tips-tips aga tetap mesra, berikut tipsnya :

1. PERASAAN DITERIMA
Saat menikah, setiap pasangan membuat komitmen hidup bersama karena mereka ingin diterima, diakui, dan merasa aman-nyaman. Setiap hubungan harus didasari oleh sikap saling menghargai.Hubungan yang baik dan lancar diawali dari rasa menghargai. Bila salah satu pasangan mengatakan sesuatu yang membuat pasangannya merasa dirinya penting dan dihargai, maka hal ini dapat memperkokoh suatu hubungan.

Sebaliknya, bila salah satu pasangan mengatakan sesuatu yang negatif mengenai pasangannya dan menyebabkan pasangannya merasa sakit hati, hal ini dapat memperburuk hubungan.

Tindakan yang harus dilakukan:
Tanamkan rasa saling menghargai di dalam pikiran. Sapaikanlah penghargaan kepada pasangan agar dirinya merasa dihargai. Misalnya, “Maria, saya tahu kamu sudah berusaha untuk tidak berteriak, padahal kamu sangat marah,” atau “Toni, terima kasih sudah menelepon karena akan pulang terlambat. Saya hargai sikapmu.” Cari sesuatu yang dilakukan oleh pasangan dengan baik dan bersikaplah positif dan tulus.

Yang harus dihindari:
Usahakan untuk tidak mengatakan hal-hal yang berisi kritikan. Pentingnya memandang sisi positif pasangan merupakan cara sederhana yang bisa diterapkan dalam membangun hubungan. Hal ini tidak berarti Anda tidak boleh marah dan berselisih paham, tetapi Anda dapat mengomunikasikan pikiran dan perasaan tanpa membuat pasangan merasa tidak dihargai.

Perkataan yang tidak menyakiti pun harus diucapkan pada saat bertengkar. Bertengkar memang merupakan bagian yang penting dalam suatu hubungan, tetapi juga dapat berbahaya karena memungkinkan seseorang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan yang dapat membuat pasangannya merasa tidak dihargai.

Untuk menghindari hal ini, pembicaraan harus dipusatkan pada masalah yang spesifik. Akan sangat membantu bila Anda menemukan sesuatu yang positif untuk dikatakan mengenai pasangan walaupun hal itu berarti memperlihatkan ketidaksetujuan Anda.

Contoh berikut ini memperlihatkan ketidaksepahaman tetapi dengan cara yang positif, “Saya tahu kamu ingin rumah kita tampak bagus dengan sofa yang cantik, tetapi saya khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan,” atau “Saya tahu betapa pentingnya arti punya mobil bagus buat kamu, tetapi saya tidak berani mengambil kredit mobil karena takut kita akan terjerat hutang.”

2. PERASAAN DIDENGAR
Kita semua ingin dihargai. Namun, tidak berarti pasangan harus melakukan semua yang kita inginkan atau setuju dengan kita dalam segala hal. Artinya, kita harus yakin bahwa pasangan mendengarkan apa yang kita katakan. Kita semua perlu merasa diperhatikan. Apa yang kita katakan didengar oleh pasangan.

Pernyataan seperti, “Saya tidak yakin apa yang akan saya lakukan tetapi saya memikirkan apa yang kamu katakan,” tidak akan membuat pasangan merasa didengarkan.

Pernyataan ini tidak berarti Anda 100 persen setuju dengan pendapatnya, tetapi memperlihatkan bahwa Anda merasa pendapat pasangan penting bagi Anda.

3. MENYUDUTKAN
Perlu sekali disadari, bila Anda frustrasi atau marah terhadap suatu masalah dan mengulang sesuatu yang telah diketahui oleh pasangan, hal ini akan memberikan dampak yang negatif. Pria akan menganggap Anda cerewet.

Misalnya, mengulang kembali pernyataan seperti, “Kamu harus membayar rekening listrik, lho. Kalau tidak, aliran listrik diputus,” atau “Sudah saya katakan berkali-kali bahwa kita pasti akan tersesat bila melewati jalan ini.”

Kalimat-kalimat seperti ini sering membuat seseorang merasa diserang atau disudutkan sehingga mereka memilih untuk diam. Untuk membantu menghindari respons serupa, yang perlu Anda lakukan adalah mengatasi perasaan frustrasi yang Anda rasakan.

Menyatakan perasaan dan reaksi Anda merupakan cara yang ideal dalam mengkomunikasikan informasi ini. Kalimat, “Kamu harus membayar pajak”, mungkin akan terdengar lebih baik bila Anda mengatakannya: “Apakah kamu ingin saya yang pergi membayar rekening listrik ke bank?” atau “Kalau kamu sangat sibuk, saya dapat menolong membayarkannya,” merupakan cara yang membantu dalam memberikan solusi dan pasangan akan memberikan respons yang baik dan tidak merasa tersinggung ataupun marah.

4. BERUSAHA TIDAK MENGHAKIMI
Kunci elemen lain dalam membangun suatu hubungan adalah dengan tidak menghakimi pada saat berkomunikasi. Pada waktu kecil, kita sering mendengar jenis pesan menghakimi dari orangtua kita. Mereka akan mengatakan, “Jangan malas, kerjakan pekerjaan rumah kamu,” atau “Ada apa dengan kamu? Apa kamu enggak bisa dapat mendengar apa yang Mama katakan?”

Kebiasaan masa kecil sangat mudah terbawa hingga dewasa dan kita sering, bahkan tanpa disadari, bersikap menghakimi. Tipe komunikasi menghakimi juga terpicu bila salah satu pasangan merasa sakit hati atau marah. Bila kita merasa sakit hati atau marah karena pasangan menyakiti, kita merasa tidak bersemangat dan tidak dihargai.

Hasilnya? Kita memberikan respons yang defensif atau pasif-agresif. Kita juga tidak lagi mau mendengar dan berargumentasi dan perasaan sedih atau sakit hati bukan lagi karena topik yang dibahas tetapi lebih kepada perasaan ego yang dilukai dan perlu diperbaiki. Akhirnya kita menjadi lebih memperhatikan dan mementingkan perasaan kita.

Semua ini merupakan saat-saat yang sulit karena pernyataan-pernyataan negatif tidak dapat ditarik kembali, bahkan sekalipun kita sudah meminta maaf. Diperlukan jiwa besar dan kerjasama kedua belah pihak dalam memulihkan rasa sakit hati.

Pemulihan ego merupakan tugas yang sangat sulit dan pasangan yang menyakiti bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Mereka harus bersedia memperbaiki perilaku karena bila tidak, pasangan akan memberi respons dengan berperilaku negatif dan secara emosi perasaannya hancur serta akan berbalik mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.

Hal ini juga sulit bagi mereka yang disakiti karena sebagai orang yang disakiti mereka akan berbalik menyakiti dan lalu bertanggung jawab untuk memulihkan ego yang disakiti. Bila kedua belah pihak tidak mau memperbaiki diri dan tidak mau keluar dari situasi ini, terjadilah lingkaran setan.

Sudah waktunya bagi pasangan yang memiliki masalah untuk memperbaiki dan membangun kembali hubugan mereka dengan selalu ingat dan sadar, yang terpenting adalah menciptakan segala sesuatu yang lebih baik, menciptakan suatu hubungan yang didasari oleh rasa saling percaya, rasa aman, penuh gairah, dan akhirnya rasa cinta yang lebih dalam.

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter