5 Dongeng yang Tak Ingin Diceritakan pada Anak







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Tidak semua dongeng seindah dan sesempurna yang kita bayangkan. Banyak dongeng yang telah diadopsi oleh Disney yang ternyata jauh berbeda dengan aslinya. Kisah Cinderella yang menjadi favorit banyak anak-anak di dunia, misalnya, ternyata dalam versi aslinya banyak menyimpan kisah kelam yang ‘disensor’ oleh industry film anak-anak seperti Disney untuk kepentingan pasar.

Dalam versi aslinya, misalnya, saudara tiri Ciderella sebenarnya memotong ujung kakinya agar sepatu kaca Cinderella bisa muat di kakinya. Selain itu, dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa sekitar 50% orang tua di Inggris tak ingin menceritakan kisah Cinderella kepada anak-anak mereka, karena pemeran utama dalam dongeng itu menghabiskan waktunya untuk membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang bagi mereka tak baik untuk didengar anak-anaknya.

Berikut ini, Redaksi Mizan.com merangkum “5 Dongeng yang Tak Ingin Diceritakan pada Anak”.

Hansel dan Gretel. Kisah yang mengangkat tema anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tua mereka ini dianggap tidak cocok untuk menjadi dongeng pengantar tidur. Apalagi, dalam kisah ini, terdapat penyihir jahat yang senang memangsa anak-anak. Dua alasan tersebut menjadi alasan yang cukup bagi para orang tua untuk menghapus dongeng ini dari daftar dongeng untuk anak-anak mereka.
Artikel Terkait

5 Dongeng yang Tak Ingin Diceritakan pada Anak
2013, Ujian Tulis SNMPTN Dihapus
Mengapa Anak Harus Dibebaskan Berimajinasi?
Raja Dongeng Kelas Dunia dari Jakarta
Buku Mizan Raih Non-Fiksi Terbaik IBF Award 2012

Gadis Kecil Bertudung Merah. Nenek sang gadis kecil dimakan hidup-hidup oleh serigala, yang kemudian menyamar menjadi neneknya. Itu kemudian menjadi alasan kuat orang tua untuk mencoret dongeng ini dari daftar dongeng untuk anak.

Cinderella. Dulu, banyak gadis kecil yang membayangkan dirinya menjadi seperti Cinderella; dijemput oleh pangeran tampan, mengenakan sepatu kaca yang indah, lalu menikah dengannya dan hidup bahagia selamanya. Namun, kebiasaan Cinderella yang mengisi hari-harinya di rumah untuk membersihkan dan melakukan pekerjaan rumah tak disukai oleh banyak orang tua masa kini. Sebab, mereka ingin anaknya menjadi wanita yang pintar dan berkarir sukses. Karenanya, mereka tak begitu bersemangat untuk menceritakan dongeng Cinderella pada anak-anak mereka.

Manusia Kue Jahe. Kue jahe yang hidup dan bisa berlari akhirnya tertangkap oleh serigala jahat dan dimakan olehnya. Menurut survei, para orang tua tidak mau menjelaskan akhir yang sedih ini kepada putra-putri mereka. Mereka kuatir dongeng itu justru membuat anak-anak mereka sedih dan takut, apalagi jika harus trauma. Karenanya, mereka sering kali tak menceritakan dongeng ini pada anak-anak mereka.

Rapunzel. Rapunzel diculik sejak bayi dan ‘dipenjara’ di dalam kastil. Pengalaman itu dinilai buruk untuk diceritakan pada anak-anak. Karenanya, banyak orang tua yang menghapus dongeng ini dari daftar dongeng untuk anak-anak mereka.

Tema cerita yang berakhir dengan kesedihan, diwarnai unsur kekerasan, dan karakter jahat atau buruk yang ada dalam dongeng-dongeng masa lalu, seperti 5 dongeng di atas, dinilai tak baik bagi psikologi dan mental anak. Karenanya, di zaman modern ini, banyak orang tua yang tak mau menceritakan dongeng-dongeng itu pada anak-anak mereka.

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter