Apakah Saya Hiperseks..?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

“Saya pernah mendengar penjelasan seorang narasumber di televisi, bahwa orang yang nafsu seksnya tinggi dan ingin sering berhubungan seks termasuk hiperseks. Jadi apakah saya termasuk hiperseks? Benarkah penjelasan di televisi itu?”

Walaupun dorongan seksualnya tinggi, yang diekspresikan dengan seringnya ingin melakukan hubungan seksual, bukan berarti dia hiperseksual.

Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 1). hormon seks, 2). keadaan kesehatan tubuh, 3). faktor psikis, 4). pengalaman seksual sebelumnya, 5). rangsangan seksual yang diterima. Kalau faktor tersebut mendukung, maka dorongan seksual terasa kuat, dan hubungan seksual sering dilakukan.

Pada orang yang mengira dirinya hiperseks, sangat mungkin faktor tersebut sangat mendukung sehingga dia selalu ingin melakukan hubungan seksual. Mungkin hubungan seksual yang dilakukan selalu menyenangkan. Mungkin pula kesehatan tubuhnya dan suasana psikis yang mendukungnya baik. Maka wajar kalau dia ingin mengulang lagi pengalaman yang menyenangkan itu.

Sebaliknya, kalau faktor di atas tidak menyenangkan, wajar juga kalau tidak ingin melakukan hubungan seksual. Bahkan dorongan seksualnya justru lenyap sama sekali, dan tidak ingin melakukan hubungan seksual lagi.

Gambaran Hiperseks
Istilah hiperseksual (hypersex) menunjukkan suatu kelainan seksual berupa dorongan seksual yang sangat tinggi dan menetap. Hiperseksual memiliki beberapa gambaran sebagai berikut: 1). hubungan seksual merupakan kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan, sering dilakukan di antara kesibukan, 2). semata-mata ingin mengejar orgasme yang sering, 3). hubungan seksual dilakukan tanpa emosi, hanya untuk kenikmatannya sendiri.

Biasanya seorang hiperseksual melakukan hubungan dengan banyak pasangan, karena pasangan tetapnya tidak selalu bersedia melakukan hubungan dengan frekuensi sangat sering. Pada wanita, hiperseksual disebut nymphomania.

Kalau benar penjelasan yang didengar bahwa orang yang seringkali ingin melakukan hubungan seksual digolongkan hiperseksual, wah, alangkah banyaknya orang yang hiperseksual di muka bumi ini. Penjelasan itu tidak benar dan menyesatkan.

Kalau suami tidak mampu memenuhi permintaan isteri untuk sering melakukan hubungan seksual, bukan berarti isteri hiperseks. Sebaliknya, kalau isteri tidak mampu memenuhi permintaan suami, bukan berarti suami hiperseksual.

Kemauan dan Kemampuan
Dengan keinginan isteri untuk sering berhubungan seks, sepanjang tidak ada keluhan dari suami, maka tidak ada yang mesti dirisaukan. Tidak ada dampak buruk sepanjang dilakukan sesuai dengan kemauan dan kemampuan bersama.

Andaikata suatu saat suami tidak mampu memenuhi keinginan isteri untuk melakukan hubungan seksual yang sering, dan itu sampai mengganggu, tentu harus dicarikan jalan keluar.

Misalnya mencari cara substitusi, misalnya suami melakukan masturbasi terhadap isteri, atau boleh juga menggunakan alat bantu yang benar. Tetapi sesuai pengakuan Ibu Sunarti yang tidak selalu harus dipenuhi dengan hubungan seksual, tampaknya masalah itu tidak akan terjadi.

Perkembangan lebih lanjut akan menentukan bagaimana kehidupan seksual Ibu Sunarti dan bagaimana pula suaminya. Bukan tak mungkin frekuensi berkurang, misalnya karena kesibukan fisik dan mental setelah punya anak.

Perubahan seperti ini sangat mungkin dan wajar terjadi. Perubahan apa pun yang terjadi, hal penting yang harus diperhatikan ialah kehidupan seksual dengan pasangan harus berlangsung harmonis. Kalau tidak, dapat muncul masalah. Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.

http://khususdewasa.blogspot.com/2009/10/apakah-saya-hiperseks.html

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter