Ayah







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

There will always be a special bond between father and son… Ketika kecil, saya punya jurus rahasia. Jika ibu tak mengizinkan saya untuk membeli sesuatu, saya akan mendatangi ayah; membujuknya dengan mengatakan bahwa anak-anak lain sudah memiliki apa yang saya inginkan. Tidak seperti ibu yang penuh pertimbangan dalam membeli sesuatu, ayah akan segera mengizinkan saya: Mengeluarkan dompet, memberi saya uang, dan… “Pergilah! Beli dua kalau perlu!” katanya.

Menginjak usia remaja, semua tentang ayah menjadi menyebalkan. Seperti anak laki-laki kebanyakan, saya dan ayah banyak berselisih paham. Bagi saya, ayah selalu terlalu kolot untuk hidup di zaman modern. Bagi ayah, saya selalu terlalu kecil dan manja. Kenyataannya, dalam kepala saya yang terlalu besar, bayangan tentang ayah selalu tentang sindiran, ketidakpuasan, tuntutan, dan apa saja yang menyebalkan. Demikianlah, saya telah melupakan semua jurus rahasia saya untuk ayah, “Pergilah! Tumbuhlah menjadi dewasa!” katanya.

Hingga saatnya saya harus pergi dengan sisa dendam di hati. Tetapi memang harus diakui, saya akan pergi dengan uang yang diberikan ayah: Bekal yang cukup, telepon genggam, sikat gigi, barang-barang yang terlanjur saya akui milik saya sendiri. Tiba-tiba kepala saya yang terlalu besar, mengempis dan membuat saya menangis. Dendam saya mencair. Tinggal ayah berdiri di muka pintu, “Pergilah! Nanti ayah akan menengokmu!” katanya.

Di hari kelulusan saya dari universitas, ayah menepuk-tepuk pundak saya. “Perjuangan baru saja dimulai,” katanya. Ketika itu, saya tidak merasa terlalu bangga dengan kelulusan saya. Saya melihat setelan ayah yang rapi, perhiasan ibu, mobil yang mengantar kami ke gedung tempat wisuda, dan saya sendiri yang berdiri gagah dengan toga. Ayah sudah sejauh ini menjalani hidup, pikir saya. Dan seketika saya merasa setuju dengan semua yang dikatakannya beberapa saat yang lalu, ‘perjuangan baru saja di mulai’. Tiba-tiba, apa yang telah dicapai ayah menjadi model kesuskesan saya di masa depan. Minimal saya harus bisa seperti ayah, demikian batin saya. “Pergilah! Ayah akan selalu mendoakanmu!” katanya.

Pada saatnya, saya membawa seorang gadis untuk saya nikahi. Saya meminta pendapat ayah dan ayah menyetujuinya. Saya memeluknya dan berterima kasih. Lalu ayah menjadi sibuk dengan persiapan-persiapan: gedung, undangan, catering, dan lainnya. Telepon genggamnya tak pernah berhenti berdering. Ketika mematut diri di depan cermin, mencoba jas baru, dan bersiap menuju lokasi pemotretan pranikah, saya terdiam mendengar percakapan Ayah yang sedang meminjam sejumlah uang untuk melengkapi persiapan pernikahan saya. Tapi… “Pergilah! Ayah bahagia untuk membuatmu bahagia!” katanya.

Di hari pernikahan, saya memperhatikan ayah yang jadi pendiam. Ribuan pertanyaan berkecamuk di kepala: Bisakah saya menjadi laki-laki tanpa dirinya? Bisakah saya menjadi suami yang bertanggung jawab seperti dirinya? Bisakah saya menjadi ayah yang bertanggung jawab seperti dirinya? Bisakah saya membangun hidup saya sendiri tanpa dirinya? Tapi… “Pergilah! Sampai kapanpun, aku tetap menjadi ayahmu!” katanya.

Kini, saya memandang ayah yang sedang bermain bersama anak saya—cucunya. Tiba-tiba terasa, semua yang pernah dan terus ia berikan sebagai ayah, kini ‘ada’ dan membentuk diri saya. Tiba-tiba, semua kenangan antara saya dan ayah menyerang saya dari dalam: mainan pertama, seragam sekolah pertama, sepeda motor pertama, tamparan pertama, pelukan pertama, dan segala hal yang telah membangun batu-bata kehidupan saya—mengantarkan saya menjadi dewasa.

Demikianlah, akan selalu ada ikatan khusus antara seorang ayah dan anak: Dialah ayah saya ketika kecil, remaja, dewasa, dan tetap akan menjadi ayah saya untuk selama-lamanya…

http://www.fahdisme.com/2012/02/ayah.html

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter