Bahasa Melayu vs Bahasa Indonesia







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Indonesia dan Malaysia memang banyak kesamaan. Iklimnya, makanannya, budaya dan bahasanya pun hampir sama. Walaupun demikian, tetap saja ada perbedaan. Kalau kita bawa batik ke Malaysia misalnya, bisa jadi kita akan distop oleh pihak imigrasi. Maklumlah batik sudah dipatenkan oleh Malaysia, dan Indonesia hanya bisa mengigit jari saja :)

Hari ini kita tidak ingin cerita mengenai hal yang tidak akan habis diperdebatkan siang dan malam. Yang penting sekarang kita dapat melihat sisi positif kedua bangsa, untuk selanjutnya ditertawakan bersama :) Yang saya maksudkan disini adalah perbedaan antara bahasa Melayu dan Indonesia yang kadang membuatkan kita tersenyum geli.

Sepanjang jalan Kuala Lumpur memang banyak yang menarik untuk diperhatikan, bukan saja bentuk fisik gedung dan pertokoannya, tetapi juga papan iklan yang bertaburan di mana mana.

Coba perhatikan gambar diatas misalnya. “Pembekal mesin penyembur makhluk perusak”, demikian deskripsi perusahaan mesin pembasmi serangga di Malaysia. Rasanya kalau perusahaan ini beroperasi di Indonesia, banyak orang akan takut berbisnis dengannya karena perusahaan ini memiliki “makhluk perusak” yang mungkin akan menghantuinya pembelinya. He he he he…

Perhatikan juga papan iklan toko penjual AC di samping ini.

Ayo tebak, apa yang dijual toko ini? Apakah arti “hawa dingin” disini identik dengan mesin pendingin udara, atau freon? Entahlah… kami pun tak berupaya mencari tahu.

Infrastruktur publik Kuala Lumpur sudah cukup beragam, dari taksi, bus umum, sampai dengan kereta api. Tidak seperti Jakarta yang hanya memiliki kereta api biasa, Kuala Lumpur memiliki beberapa variasi kereta api. Ada yang disebut LRT (Light Railway Transport), Monorail, ERL (Express Rail Link), dan kereta api biasa yang mereka sebut KTM (Kereta api Tanah Melayu). Dan umumnya kami suka menggunakan LRT untuk bepergian, karena stasiunnya paling dekat dengan tempat kami tinggal dan tarifnya pun cukup terjangkau.

Perhatikan peringatan di samping ini. Apa terjemahan “Chewing Gum” dalam bahasa Melayu? “Permen karet”, kata Anda? Salah besar! Yang benar adalah “Melekatkan Gula-Gula Getah” he he he…

Perhatikan juga terjemahan “Hazardous Material”. Apa? Barangan merbahaya? Ya! Berbeda dengan bahasa Indonesia yang menggunakan prefix “Ber”, Bahasa Melayu mengenal prefix “Mer”. Itulah bahasa, memang sulit untuk dipahami dengan logika.

Coba perhatikan papan iklan mengenai telepon genggam di samping yang terdapat di salah satu stasiun LRT.

Ya, orang Malaysia menyebut telpon genggam dengan istilah “telepon mudah alih“. Mungkin ada benarnya, karena barang ini mudah dialihkan baik secara sadar melalui transaksi di toko maupun tidak sadar dengan menggunakan ilmu 2 jari pencopet, yang di Malaysia disebut “penyeluk saku”.Kalau Anda letih berkeliling kota, cobalah beristirahat di taman yang cukup banyak tersedia di Kuala Lumpur. Disini pun banyak yang menarik untuk diperhatikan.

Perhatikan gambar sebelah yang memperlihatkan larangan memetik dan membuang sampah sembarangan.

Bagaimana kalau kita memetik bunga dan membuang sampah secara tidak merata-rata, tapi hanya di beberapa tempat? Secara peraturan kelihatannya sih boleh, asal tidak kelihatannya oleh petugasnya. Ha ha ha ha…
Kalau dalam bahasa Indonesia, kita mengenal perbedaan arti kesal dan sesal, tidak demikian dalam bahasa Melayu.“Lif/Eskalator sedang diselenggarakan, segala kesulitan amat dikesali”, demikian tulisan yang terdapat di papan yang biasanya dipasang saat ada perawatan lift.

Kasian deh petugas lift di Malaysia, mereka senantiasa kesal hati dalam melakukan tugasnya. He he he..

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter