BEKAM (Hijamah)







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor.

Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

Dilihat dari prakteknya, bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Yang dimaksud dengan darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.

II. PERKEMBANGAN BEKAM

Terapi bekam tumbuh dan populer di tanah arab, terapi ini merupakan salah satu pengobatan yang di contohkan Nabi Muhammad SAW. Bekam pun berkembang ke berbagai negara seperti china, asia tenggara, bahkan eropa.

Di Arab, biasanya orang berbekam dengan cawan kaca atau mangkok tinggi, sedangkan di Cina orang menggunakan tanduk. sapi atau kerbau yang telah dibersihkan. Bagian rongga dalam tanduk dipanasi lalu ditelungkupkan ke bagian tubuh yang hendak dibekam. Kulit dan darah pun tersedot.

Beberapa saat kemudian tanduk dilepas dan bagian kulit yang telah menonjol karena disedot tadi ditoreh-toreh dengan benda tajam. Setelah itu tanduk dapanasi lagi dan ditelungkupkan lagi pada kulit yang telah ditoreh. Darah pun keluar, bila ada penyumbatan, maka darah yang keluar tampak kental seperti jelly.

Kini sistem bekam telah memasuki era modern. Alat bekamnya pun bukan lagi tanduk, tetapi gelas khusus yang dihubungkan dengan alat vakum udara. Alat vakum itulah yang menyedot kulit dan darah. Sedangkan benda tajam yang dipergunakan untuk menusuk-nusuk kulit adalah jarum kecil steril sekali pakai yang biasa digunakan untuk mengambil sample darah pada ujung jari tangan. Di Mesir dan Karachi, sebuah fakultas kedokteran secara khusus mengembangkan sistem ini.

Kini, peralatan yang digunakan adalah pengisap (Hand pump), mangkuk (cupping set), pena karum (lancet device). silet antiseptik (bahan sterilisasi seeperti alkohol) dan sarung tangan kesehatan (rubber gloves).

III. MANFAAT BEKAM

Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Khasiatnya secara umum antara lain:

A. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.

B. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.

C. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.

D. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran, meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, memperbaiki sistem imunitas dan lain lain.

Manfaat secara khusus dapat dibagi dalam titik – titik bekam. Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ dan syaraf bila dibekam pada tempat gangguan, terutama karena gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya.

Manfaat bekam secara khusus antara lain :

A. Bekam atas dua urat leher :

1. Mencegah sakit kepala.

2. Mencegah sakit di wajah.

3. Mencegah sakit gigi.

4. Mencegah sakit telinga.

5. Mencegah sakit hidung.

6. Mencegah sakit kerongkongan.

B. Bekam pada tengkuk / kuduk :

1. Mencegah tekanan darah pada tengkuk.

2. Mengatasi rabun.

3. Mengatasi benjolan di mata.

4. Mengatasi rasa berat pada alis dan kelopak mata.

5. Mengatasi penyakit mata lainnya.

6. Mengobati lepra.

7. Mengobati berbagai macam penyakit.

C. Bekam pada pelipis :

1. Mengobati sakit kepala.

2. Mengobati sakit di wajah.

3. Mengobati sakit telinga.

4. Mengobati sakit hidung.

5. Mengobati sakit kerongkongan.

D. Bekam pada pundak :

1. Mengobati penyakit di pundak.

2. Mengobati sakit di leher.

E. Bekam di atas pinggul :

1. Menghilangkan pegal-pegal.

2. Menghilangkan kelelahan.

IV. JENIS DAN CARA BEKAM

A. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah),

Bekam kering atau dry cupping yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kengerian punggung.

Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di-bekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai di-bekam dapat digunakan minyak jinten hitam (habatusysyauda).

Cara melakukan bekam kering :

1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.

5. Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).

6. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.

7. Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.

B. Bekam basah (Hijamah Rothbah)

Bekam basah, yang juga disebut wet cupping yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

Cara melakukan bekam basah :

1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.

5. Biarkan selama 3-5 menit.

6. Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.

7. Bekam lagi posisi yang disayat tadi.

8. Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.

9. Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.

10. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.

11. Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).

12. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.

C. Bekam Seluncur (Sliding Cupping)

Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara melakukan bekam seluncur :

1. Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.

2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.

3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas

4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.

5. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.

D. Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik

Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara melakukan bekam cepat :

1. Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.

2. Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalu besar).

3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.

4. Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan

5. Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).

6. Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan.

7. Disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam :

A. Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).

B. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.

C. Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.

D. Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.

E. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.

F. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.

G. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.

H. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.

I. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.

J. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

Perlu diperhatikan pula larangan – larangan dalam berbekam, antara lain:

A. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.

B. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).

C. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.

D. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.

E. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.

F. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.

G. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).

H. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).

I. Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.

J. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.

K. Jangan memberkam daerah perut terlalu keras

L. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.

M. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya

N. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.

O. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.

P. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.

Q. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.

R. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.

S. Dilarang membekam area berikut :

1.
1. Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
2. Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinal limfa
3. Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).

V. DIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN BEKAM

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :

A. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).

B. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).

C. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.

D. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.

E. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.

F. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.

G. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.

H. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.

I. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

VI. TANGGAPAN MASYARAKAT

Pengobatan bekam saat ini banyak digemari masyarakat. Bahkan banyak masyarakat yang ingin berlatih bagaimana cara melakukan penyembuhan penyakit dengan pengobatan bekam.

Di beberapa kota juga telah dilakukan pelatihan teknik pengobatan bekam. Dan ternyata, peminatnya sangat banyak. Bahkan ada pula yang mengembangkan pengobatan bekam ini dengan sitem MLM yang biasanya MLM tersebut bergerak dibidang pengobatan herba.

Pelatihan – pelatihan banyak diadakan terutama pada kelompok – kelompok pengajian, banyak pula ahli bekam yang merupakan seorang ustadz atau ustadzah. Para dokter pun banyak yang mengikuti pelatihan ini sebagai terapi alternatif.

Faktor – faktor pendorong yang menyebabkan banyaknya masyarakat yang berobat dengan bekam antara lain faktor spiritual, keinginan back to nature, mahalnya biaya pengobatan medis, serta sebagai terapi pendamping pada terapi medis.

BEKAM DALAM PANDANGAN MEDIS

Menurut kedokteran konvensional, di bawah kulit, otot maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa. Antara poin satu dengan poin lainnya sa;ing berhubungan membujur dan melintang membentuk jaring – jaring atau jala. Dengan adanya jala ini maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah, antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri tubuh dengan bagian kanan tubuh, antara organ – organ tubuh dengan jaringan bawah kulitl, antara organ yang satu dengan organ yang lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak.

Kelainan yang mengenai satu poin ini dapat mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada suatu poin dapat mengobati poin lainnya. Teori ini menjelaskan bahwa orang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya, namun dapat dibekam di daerah kepala atau sekitar tengkuknya. Atau seseorang yang mengalami gangguan pencernaan dapat dilihat gambaran penyakit di lidahnya dan sebaliknya untuk mengobati penyakit pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.

Poin – poin istimewa di atas dalam dunia medis dikenal sebagai motor points pada perlekatan neuromuskular yang mengandung banyak mitokondria, kaya pembuluh darah, , kandungan mioglobin yang tinggi, sebagian besar selnnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung sel mast, kelanjar limfe, kapiler, venula, dan plexus saraf serta ujung terminal saraf, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.

Apabila dilakukan pembekaman pada satu poin, maka pada kulit, jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia, dan ototnya akan terjadi kerusakan dari sel mast dan lain – lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow recting substance, serta zat – zat lain. Zat – zat ini menyebabkan dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.

Dilatasi kapiler juga dapat terjadi jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya akan timbul efek relasasi otot – otot yang kaku serta vasodilatasi umum yang terjadi akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya Corticotrophin Releasing Factor (CRF) serta releasing factor lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotropin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan histamin mempunyai manfaat dalam proses perbaikan sel dan jaringan yang rusak serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell yang akan meninggikan daya tahan tubuh. Sistem imun ini terjadi melalui pembentukan interleukin dari sel karena faktor neural, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan set-encephalin, encephalin, dan endorpin yang merupakan mediator antara susuna saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi perasimpatis, serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Pembekaman di kulit akan menstimulasi saraf permukaan kulit yang akan diteruskan pada cornu posterior medula spinalis melalui saraf A-Delta dan C, serta tractus spinothalamicus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnyaakan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit dan peningkatan kerja jantung.

http://shafamedica.wordpress.com/

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter