Buang Racunnya, Ambil Madunya







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Hampir dapat dipastikan bahwa semua orang ingin sukses. Sukses dalam meraih prestasi di dunia pendidikan, pergaulan, pekerjaan, dan keluarga. Meraih sukses memang tidak mudah, tapi semua orang punya kesempatan untuk meraih sukses asalkan mereka mampu membuang belenggu ”racun” yang menghambat sukses, dan memetik madu yang menunjang sukses. Apa racun dan madu tersebut? Simak pembahasan empat racun dan madu berikut.

BUANG RACUNNYA
Racun tikus digunakan untuk membunuh binatang pengerat yang merusak ini. Pestisida digunakan sebagai zat untuk meracuni serangga yang menggerogoti tanaman. Semua racun memang memiliki sifat merusak, bahkan membunuh. Semua racun digunakan untuk melenyapkan obyek yang menjadi sasaran racun tersebut. Demikian juga dengan ”racun” bagi keberhasilan. Banyak orang mengalami kegagalan karena mereka tidak bisa melepaskan diri dari belenggu ”racun” yang menghambat mereka untuk meraih sukses.

Takut salah
Tahukah Anda bahwa penemu bola lampu ini harus mengalami 10.000 kesalahan sebelum menemu-kan bola lampu? Banyak orang yang kemungkinan besar tidak akan berani lagi mencoba ketika melakukan kesalahan untuk yang pertama kali, terlebih lagi ketika kesalahan berulang, karena salah dianggap identik dengan gagal. Apa jadinya jika Thomas Alva Edison tidak meneruskan usahanya ketika pertama kali melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan? Mungkin sekali kita sekarang masih hidup dalam kegelapan. Tapi tidak demikian dengan Edison, ia sama sekali tidak takut salah dan tidak takut gagal. Ketika di-interview oleh seorang wartawan mengenai kesalahan dan kegagalan yang harus dialami, Edison berkomentar, ”Saya tidak gagal, saya hanya menemukan 9.999 cara yang salah untuk membuat bola lampu.”

Putus asa
Racun kedua yang pasti berhasil membunuh ”sukses” adalah sikap cepat putus asa. Apa jadinya dengan Indonesia, jika Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, bahkan Jenderal Sudirman serta merta putus asa ketika dipukul mundur oleh Belanda? Apa jadinya jika para pejuang kemerdekaan berhenti berusaha ketika melihat banyak masalah menghadang? Kemungkinan besar, kita masih hidup di bawah belenggu penindasan. Namun, bukan ini yang terjadi pada kita. Para pahlawan, tokoh pejuang, dan seluruh rakyat Indonesia tidak putus asa walaupun mengalami berbagai masalah, penderitaan, penipuan, penyiksaan selama kurang lebih 350 tahun. Mereka terus berusahan mencari jalan keluar dari tekanan pendudukan asing. Akhirnya, setelah 3,5 abad berjuang, usaha mereka membuahkan hasil gemilang.

Emosi negatif
Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang sekitar? Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak bisa melihat keindahan alam, wajah orang-orang terkasih, ataupun menikmati pemandangan yang spektakuler? Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak bisa mendengar merdunya kicauan burung, lagu kesayangan Anda, ataupun suara orang-orang terkasih yang ada disekitar Anda? Bisa jadi Anda marah besar, menjadi sangat sedih, atau kombinasi keduanya. Semua inilah yang dialami oleh Helen Keller yang mengalami tuna ganda: tidak bisa melihat dan mendengar. Helen memang marah. Ia juga sedih. Kedua persaaan negatif ini memang pernah mampir pada tokoh pendidik yang dikagumi dunia ini. Tapi Helen tidak membiarkan kedua racun ini menggerogoti kehidupannya. Helen menolak untuk tenggelam dalam kesedihan dan kemarahan. Dengan bantuan sang guru yang setia, Helen berhasil mengubah energi yang ditimbulkan dari kedua perasaan negatif tersebut, menjadi semangat juang untuk meraih sukses, dan, sukseslah yang ia raih.

Kerja sendiri
Robinson Crusoe, yang digambarkan dengan sangat apik dalam film layar lebar pemenang piala Oscar, Cast Away, hampir gila ketika terdampar sendirian di sebuah pulau yang tak berpenghuni. Iapun menciptakan sebuah karakter imajiner dari sebuah bola untuk diajak bicara, dan berbagi rasa. Kebutuhan untuk bekerja sama, sudah menjadi sifat alami manusia. Namun, banyak orang yang mengabaikan sikap ini, dan lebih mengandalkan kemampuannya sendiri untuk meraih yang dicita-citakan. Seringkali, karena terlalu fokus pada diri sendiri, seseorang bisa bersikap egois, tidak hormat pada orang-orang sekitarnya. Akibatnya, orang tersebut tidak mendapat dukungan dari pihak-pihak yang sebenarnya diperlukan untuk meraih sukses. Tenaga, pikiran, kemampuan, waktu yang kita miliki sangatlah terbatas. Jika bekerja sendirian, kita hanya mampu menyelesaikan satu bagian dalam satu hari, maka dengan menggalang kerja sama dengan berbagai orang, dalam satu hari pasti kita bisa melipatgandakan hasil yang bisa diraih. Jadi untuk meraih sukses besar, kita perlu melibatkan orang-orang yang tepat: keluarga, teman, bahkan juga pesaing.

Menghinari keempat racun ini memang tidak menjamin bahwa kita dapat meraih sukses dengan mudah. Tapi paling tidak dengan memahami racun-racun tersebut, kita bisa menghindari terjadinya kegagalan.

AMBIL MADUNYA
Setelah mengetahui empat racun pembawa kegagalan, langkah selanjutnya mengidentifikasi madu yang dapat kita manfaatkan untuk menopang usaha kita meraih keberhasilan.

Cinta
”Kegunung engkau ikut, kegurun engkau turut, bersama sehidup semati, demikian kau ucapkan janji,” demikian gambaran Titik Puspa tentang Cinta dalam lagunya dengan judul yang sama. Pepatah juga mengatakan bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita, kita tidak merasa seperti bekerja. Artinya, jika kita mencintai apa yang kita kerjakan, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan pekerjaan tersebut berhasil tanpa merasa terbeban untuk melakukan hal tersebut. Kekuatan Cinta memang sangat dahsyat. Energi yang dihasilkan oleh Cinta juga sangat besar. Jadi, Cinta memberikan kita semangat untuk meraih sukses dari apa pun yang kita kerjakan. Jika Mozart ataupun Bethoven tidak mencintai pekerjaan mereka, pasti musik-musik yang mereka hasilkan tidak akan menjadi mahakarya klasik yang mampu hidup terus dan dinikmati terus sampai saat ini. Jika Leonardo da Vinci, tidak mengerjakan lukisan-lukisannya dengan rasa cinta, kemungkinan besar lukisan wanita yang berjudul ”Monalisa” tidak akan memiliki senyum yang menawan dunia. Jika Mother Theresa tidak mencintai pekerjaannya yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan, ibu ini pasti tidak akan mendedikasikan seluruh hidupnya tanpa pamrih untuk menghibur, berdoa, dan membantu kaum miskin di India. Singkatnya, tanpa Cinta, tak ada perkara besar yang berhasil dituntaskan.

Harapan
Rasa Cinta yang besar, yang ditunjang dengan harapan yang terus hidup, merupakan senjata ampuh meraih sukses. Albert Einstein ”divonis” oleh guru sekolah dasarnya sebagai anak yang bodoh, yang sulit untuk meraih sukses karena nilai-nilai akademisnya yang rendah. Jika orang tua Einstein dan juga Einstein sendiri menjadi kehilangan harapan, kemungkinan besar mereka akan menghentikan usaha untuk memberikan pendidikan bagi Einstein, dan Einstein tidak akan terkenal sebagai ilmuwan besar seperti sekarang ini. Demikian juga dengan tim piala dunia Korea Selatan yang secara mengejutkan membukukan prestasi gemilang di piala dunia yang lalu. Guus Hiddink, pelatih asal Belanda dari kesebalsan Korea Selatan menaruh harapan pada anak didiknya tersebut, sehingga ia bersedia melatih mereka, dan memompakan semangat agar tim ini bisa melakukan yang terbaik untuk meraih sukses. Jadi, tanpa harapan, tak ada keputusan yang diambil. Tanpa harapan, tak ada semangat yang bisa dipompakan. Tanpa harapan, tak ada tindakan yang akan dilakukan. Tanpa harapan, tidak akan ada perubahan. Tanpa harapan, tak ada mimpi yang bisa diraih.

Rencana
Cita-cita akan tetap menjadi cita-cita tanpa rencana untuk mewujudkannya. Banyak orang yang gagal karena mereka tidak memetakan rencana aksi untuk meraih tujuan keberhasilan yang telah ditetapkan. Kegagalan bisa juga terjadi karena waktu yang ditetapkan pada rencana aksi tidak disesuaikan dengan kondisi orang tersebut. Jadi setelah tujuan ditetapkan, kita perlu menyusun rencana strategis untuk meraih tujuan tersebut. Dalam penyusunan rencana, kita perlu memikirkan kemampuan, sumber daya, dan fasilitas yang kita miliki. Penyusunan rencana juga membantu kita untuk melihat apa yang kita perlukan dan apa yang perlu kita persiapkan untuk mewujudkan tujuan. Dengan demikian, ketika kesempatan melintas, kita bisa cepat mendeteki dan sudah siap untuk meraihnya.

Belajar
Banyak orang yang kehidupannya tidak berubah karena mereka tidak mau belajar untuk memperbaiki diri ataupun untuk menemukan hal-hal yang baru. Seorang tukang baso keliling akan tetap menjadi tukang baso keliling, jika ia tidak mau belajar bagaimana merintis membuka restoran untuk menyajikan dagangannya. Banyak orang gagal karena tidak mau belajar dari kegagalan yang dialami, kesalahan yang dilakukan, dan kesulitan yang dialami. Marie Curie yang menemukan radium, tidak akan berhasil jika pada percobaan pertama yang gagal, ia sudah menyerah dan tidak mengambil pelajaran untuk mencoba lagi.

Bagaimana dengan kita? Sudah siapkah kita meraih sukses? ”Madu” mana yang sudah kita terapkan? ”Madu” mana yang masih harus kita perjuangkan? Atau kita masih tarikat pada ”racun” yang menghalangi datangnya keberhasilan? ”Racun” mana yang masih membelenggu kita? ”Racun” mana yang masih kita praktikkan? Setelah menganalisis ”peta kekuatan” kita, langkah selanjutnya adalah membuang ”racun” yang masih membelenggu, dan memupuk dan memanfaatkan ”madu” yang bisa memperlancar usaha kita meraih sukses. Selamat mencoba.

[sumber: sinar harapan]

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter