

Pernahkah Anda menyaksikan film Silent Hill? Dalam film itu, dikisahkan sebuah bukit sunyi penuh kabut yang berhantu dan menuai banyak misteri. Seluruh penduduknya tewas karena kebakaran besar yang terjadi di tambang. Alhasil, seluruh penduduk berubah menjadi hantu.
Silent Hill boleh jadi hanya sekadar cerita fiksi. Namun, pada kenyataannya, ada sebuah kota sunyi yang memiliki kemiripan dengan kisah di film yang diangkat dari permainan video game itu. Namanya adalah Centralia, sebuah kota yang terletak di Columbia County, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Pada tahun 1960, kota tersebut dihuni oleh lebih dari 5.000 orang. Di sana, terdapat gedung bioskop, tiga sekolah, selusin restoran, kantor pos dan tujuh gereja. Kota tersebut dikenal sebagai kota penambang yang makmur. Lain dulu, lain sekarang. Kini, Centralia hanya dihuni 4 orang.
Sebagian besar bangunan yang ditinggalkan telah dihancurkan oleh manusia atau alam. Sekilas, wilayahnya sekarang hanya tampak lapangan dengan jalan beraspal yang ada di sekitarnya. Beberapa daerah diisi dengan hutan yang baru ditanami pepohonan.Gereja yang tersisa, St Mary’s, memegang layanan mingguan pada hari Minggu.
Penyebab kekosongan kota itu adalah kebakaran tambang yang terjadi di 1960 awal. Hingga hari ini, sisa kebakaran masih ada. “Api ini akan terus menyala selama 250 tahun, bahkan lebih,” itulah yang dikatakan seorang warga bernama Daud DeKok pada 1986. “Ini adalah dunia di mana manusia tidak bisa hidup, lebih panas dari planet Merkurius, suasana beracun seperti Saturnus. Di pusat kobaran api, suhu melebihi 1.000 derajat [Fahrenheit]. Lethal awan karbon monoksida dan gas-gas lain berputar melalui ruang batu,” jelasnya. “Api pembakaran secara bertahap bergerak ke segala arah, mengancam kota-kota yang berdekatan,” tutur Daud. Dan, hingga kini, banyak misteri yang tersimpan rapat di kota itu.
Kota hantu? Ya, begitu sebagian orang menyebut Centralia.
http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=news_det&id=743






Kategori : 













