Cinta, Kesetiaan, Dan Pengorbanan 3 Tahun Dinilai Lebih rendah Daripada Perkenalan 5 Hari







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

‘Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku’

–”Cinta Ini Membunuhku” cipt. D’Masive–

==========
Tanggal 26 Maret 2008 sekitar jam 11 malam aku menerima sms dari dia. Anehnya no ponsel yang digunakan adalah no XL dengan 3 digit terakhir ‘777′. “Eh? Kok dia sudah beli? Bukannya dia suruh aku yang cari dan nomor yang dia mau juga sudah kudapat. Cuma belum beli saja. Kok tau-taunya sudah ada?” Pikirku. Di sms itu dia hanya mengucapkan selamat malam dan menanyakan kabarku. Akupun membalas sms nya seperti biasa. Anehnya setelah itu aku tidak mendapat balasan lagi. Aku pun tidak begitu peduli karena biasanya dia juga begitu karena sudah ketiduran dan akan membalasnya keesokan paginya. Waktu itu aku sedang ‘paket malam’ di warnet Empo Syahdan untuk mencari info nomor-nomor XL cantik buat dia sekalian mengerjakan tugas kuliah.
=====
Tanggal 27 Maret 2008 jam 6 pagi aku baru balik ke kontrakan. Nyampe kontrakan, ganti baju dan celana, sikat gigi dan cuci muka, tidur…. Sekitar jam 2 an siang aku bangun dan melihat hp dan ternyata benar dia sudah membalas sms saya. Anehnya di sms nya ini tiba-tiba dia membahas soal agama. “Mengenai masalah agama, w pasti tidak akan mau pindah agama. Dan mom kita gak akan setuju kalau kita beda agama.” Hah? Aku pun jadi bingung membaca sms tersebut. Aku dan dia sebenarnya satu agama, yaitu Buddha. Hanya beda sekte. Dan aku juga pernah mengatakan aku ingin dia bisa masuk ke sekte yang sama denganku, tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku minta dia msuk ke sekte yang sama. Anehnya dia tiba-tiba mengatakan hal ini. Padahal itu sudah lama tidak dibicarakan. Aku membalas sms nya dengan mengatakan bahwa agama bukan masalah dalam hubungan kita. Toh kita 1 agama, hanya beda sekte. Tidak ada perbedaan jauh. Aku juga bertanya mengenai nomor XL yang dia pakai sekarang. Katanya dia dapat dari temannya. Aku tanya siapa temannya, dia jawab aku gak kenal. Aku mulai curiga, dan aku memaksanya menjelaskan soal nomor XL nya. “Temen yang kasih nomor ini cowok. W kenal dia sabtu lalu waktu BBQ di rumah teman. Entah kenapa w merasa kami sangat cocok. Dia juga sangat baik ama w. Dia sudah memasuki pintu hati w. Anehnya waktu bersamanya w sama sekali tidak memikirkan u.” JEDEEERR..!!!! Saat itu juga hatiku serasa hancur. Aku langsung tidak bisa berkata apa-apa.Setelah diam sejenak aku membalasnya lewat telepon.
===
Pei. Lu gak slah?! Lu ngebandingin w ama dia?! Lu baru kenal dia 5 hari dan lu udah kenal w 3 tahun lebih tapi lu bisa mengatakan dia jauh lebih baik dari w? Apa sih yang lagi lu pikirin ampe bisa ngomong gitu?!?! Padahal kita beberapa hari yang lalu baru teleponan. Kita saling membahas soal ultah sweet 17 lu. W bahkan video call lu buat kasih lu liat hadiah kostum sweet 17 u tar. Dan bahkan lu sebelum tidur malam itu lu masih bilang kalo lu paling cinta w, w gak kan tergantikan en u kan slalu setia ama w.
===
Gimana kalo tar w gak bisa kul di Jkt?! LDR kita bakal makin lama. U juga tahu bonyok kita gak setuju hubungan kita. Selain itu kita beda agama!
===
Pei. Masalah jarak jauh sudah lama dibahas. Dan kita sama-sama sudah mendapat solusinya.Kalau gak bagaimana kita bisa bertahan jarak jauh ampe 2 tahun ini?! Soal bonyok lu, bukankah w dah pernah ngomong gak usah dibahas karena kita sampe sekarang gak tau apa alasan bonyok lu gak setuju. Yang penting kita jalani apa adanya, dan kita yakin suatu hari bonyok lu bakal setuju.U juga setuju dengan pendapat w. Dan soal agama kita masih 1 agama! Cuma beda sekte. W memang pernah bilang kalo w pengen kita 1 sekte, tapi w gak pernah minta u harus 1 sekte ama w. Buat w itu bukan masalah. Kenapa seh u tiba-tiba membuka hal-hal yang sudah pernah dibahas?! U mau mengelak dari masalah sekarang?! Padahal bulan 2 kemari w baru pulang untuk menemani u. Ok fine kalo u mungkin lage merasa kesepian dan bosen, tapi kan w udah pernah bilang kalo u lage masa-masa sepi dan bosen, kasih tau w. Biar w langsung telp u buat hibur u agar u senang dan tidak merasa kesepian lagi. Kenapa sekarang kamu malah melakukan hal seperti ini?!?! W juga udah siapin hadiah untuk sweet 17 u. W selalu berusaha pulang 1/2 tahun sekali untuk temenin u. Setiap w pulang, w lah yang selalu mengantar u pulang skul, mengantar u ke tempat les, mengajak u jalan2. Semua hal yang u inginkan biar u seneng tuh udah w lakuin. W juga sering nanya ada gak yang kurang dari diri w yang u pengen w perbaiki. U bilang gak ada. Padahal hubungan kita masih baik beberapa hari lalu dan w masih menyimpan sms trakhir u yang mengatakan u kan slalu setia ama w. Apa mau u seh sebenarnya?!
===
Lalu u mau w gimana?!?!
===
W mo u mikir apa yang telah u lakuin sekarang ini. U nyakitin w banget. W bener-bener gak percaya u bisa ngelakuin hal ini!
===
Setelah percekcokan yang tak jelas arahnya, trakhir aku mengatakan padanya, “Pei. W gak mau debat lagi. W capek. W sama sekali gak ngerti jalan pikiran u. Gini aja. W pribadi tentu gak mau putus dengan alasan gak jelas gitu, yaitu alasan 5 hari lebih baik daripada 3 tahun lebih. Tetapi kalau cuman sepihak yang tidak ingin putus, buat apa? Selama 3 tahun lebih ini w beri cinta, kesetiaan, dan pengorbanan w untuk u. W juga selalu mengajari u bagaimana berpikir, berkata, bertindak benar. W gakkan persuade u untuk kembali ke w. Karena w sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. W capek en sakit digituin. Terserah u mo putusin w ato gak. Tapi sebelum u buat keputusan, w minta u berpikir dengan sangat baik-baik apa yang telah u lakukan ini salah atau benar. Tanggal 6 nanti w pulang kesana. Ulang tahun u tanggal 8. Jadi w mo denger keputusan u di tanggal 7 nanti. Jadi tidak akan mengganggu ulang tahun u. Kalau u memilih putus, aku akan haya memberi hadiah yang sudah w beli ini dan aku tidak akan menghadiri ulang tahun u dan aku tidak akan pernah menemui u lagi.
===
Setelah itu aku menutup telepon. Dan menunggu sampai saat pernyataan itu tiba, yaitu 2 hari lagi sejak aku tulis blog ini. Walau aku sudah menetapkan hati bahwa aku siap untuk diputuskan, tetapi hati ini kian dekat hari penentuan, makin tak menentu.
===
Tanggal 6 April 2008 tepatnya jam 6 sore aku tiba di Siantar. Saat itu juga aku langsung menghubungi dia bertanya nanti tanggal 7 nya kapan dan dimana kita bisa ketemu. Dia menjawab ketemunya malam di Pondok Kuring. Sekitar jam 9 malam aku mencari teman baikku Rudy, untuk curhat dan meminta masukannya mengenai apa yang harus saya lakukan besoknya. Dia mengatakan bahwa Cukup lakukan 2 hal. 1. Tanyakan dia apakah masih ada yang ingin dia katakan sebelum membuat pernyataan. 2. Tanyakan apa keputusannya. Dia juga akan menemaniku besoknya.
===
Jam 4 sore, 7 April 2008 aku menghubungi dia lagi menanyakan jam pasti untuk ketemu. Dia mengatakan jam 7 malam. Kemudian jam 6.30 aku menjemput Rudy, kemudian kami sampai di Pondok Kuring jam 7 pas. Dia belum sampai saat itu. Aku menghubunginya dan memberitahu bahwa aku sudah sampai. Dia bilang dia sebentar lagi berangkat. Setelah menunggu 1 jam, dia baru tiba bersama teman-temannya dan pria selingkuhannya. Mereka berpisah tempat duduk dan hanya ada aku dan dirinya di meja no 12.
===
Selamat malam. Gimana kabar lu?” Tanya ku.
===
Baik-baik saja.” Jawabnya.
===
Kemana saja seharian?
===
Gak kemana-mana. Habis skul langsung rest di rumah.
===
Setelah diam sejenak, aku bertanya lagi, “Ok. Kita ke pokok permasalahan. Sebelum kamu membuat keputusan, ada yang ingin kamu katakan, misalnya apa yang membuatmu seperti itu, mengapa kamu bisa seperti ini?
===
Tidak ada. Semuanya sudah aku katakan di telepon waktu itu
===
Ok fine. Lalu sekarang apa keputusanmu?
===
Dia terdiam sebentar, lalu berkata, “Aku rasa… Mendingan hubungan kita diakhiri saja.
===
Aku hanya bisa diam saja saat itu. Walau wajahku tidak terlihat emosi, tetapi hatiku saat itu rasanya sangat sakit karena tercabik-cabik. Ternyata dia lebih memilih perselingkuhannya. Setelah itu aku memberinya hadiah yang sudah kubeli untuknya, yaitu gaun hitam dan tas tangan putih.
Ini hadiahku untukmu. Selamat ulang tahun. Ya sudah kalau itu keputusanmu. Semoga bahagia dan aku harap kamu tidak menyesal dengan keputusanmu. Selamat tinggal.
===
Aku segera angkat kaki dan meninggalkan tempat itu bersama Rudy. Semua itu terjadi tidak sampai 5 menit sejak dia duduk berhadapan denganku
=====
Tanggal 7 April 2008, jam 8.30 merupakan berakhirnya hubunganku dengannya. Tanggal itu juga adalah tanggal hari jadian kami tepat 3 tahun, 5 bulan. Berarti pas 3 tahun, 5 bulan hubungan kami berakhir. Sampai hari ini aku masih tidak mengerti mengapa dia melakukan hal ini kepadaku. Padahal hubungan kami sama sekali tidak ada masalah sebelumnya. Sedikit bentrok pun tidak ada. Hal ini tetap menjadi teka-teki bagiku dan mulai detik ini aku tidak akan berhubungan dengannya lagi. Blog ICSK juga berakhir sampai disini.
=====
Terima kasih teman-teman dan saudara-saudaraku yang telah mendukungku dan memberi masukan atas masalah yang menimpaku ini. Terima kasih juga kepada mantan kekasihku, Silvia yang telah mengisi hari-hariku selama 3 tahun 5 bulan ini, walau pada akhirnya kamu dengan mudahnya berpaling dan mengkhianatiku hanya dalam sekian hari. Aku sama sekali tidak menyesal dengan berakhirnya hubungan ini karena aku sudah melakukan yang terbaik untukmu dan aku juga sudah berusaha untuk mempertahankan hubungan ini. Tetapi apa daya jika dirimu yang memang lebih memilih pria lain yang kamu kenal hanya dalam sekian hari. Selamat tinggal.

=====

THE END

irwanc.blog.friendster.com

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter