Etika Aman Berkendara







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Menempuh perjalanan di atas beragam jenis jalan dengan segala permukaan tentu perilaku mengemudi tidaklah selalu sama. Beda orang, beda pula karakternya. Makanya bepergian baik sendiri atau bersama teman dan keluarga, dapat menerapkan mengemudi secara defensif (bertahan). Selain lebih aman, juga memudahkan.

MENIKUNG
PERILAKU saat menikung dapat diterapkan dengan slow in fast out dan out in out. Kedua cara itu tentu tidak melewati atau melanggar hak jalan pengendara lain.

Pada tikungan dengan pembatas jalan, dapat dilakukan dengan cara:
1. Menggunakan kaca spion untuk memastikan kondisi sekeliling.
2. Pastikan pandangan Anda tidak terhalang (blind spot).
3. Berilah tanda ke arah mana Anda akan menuju.
4. Segera tinggalkan tikungan setelah keadaan aman dan langsung arahkan kendaraan ke jalur yang aman.

Pada tikungan putar balik (U-turn), persimpangan dan saat pindah jalur:
1. Memeriksa kondisi sekeliling Anda.
2. Menentukan jalur pilihan sesuai tujuan.
3. Lakukan komunikasi dengan pengguna jalan yang lain.
4. Posisikan kendaraan sesuai tujuan dengan aman.

MENYALlP
MENDAHULUI kendaraan lain saat di jalan dapat Anda lakukan dengan cara berikut :
1. Mengecek kondisi jalan di depan serta kondisi lalu lintas di belakang dan jalur yang akan dilalui.
2. Beri tanda lampu sein kanan untuk memberi informasi kalau Anda bermaksud mendahului kendaraan di depan.
3. Untuk memastikan kondisi di sisi kanan kendaraan, lakukan dengan menengok ke samping. Artinya tidak hanya mengandalkan kaca spion.
4. Lakukan manuver dan akselerasi dengan halus saat mendahului.
5. Tetap waspada terhadap kondisi lalu lintas dari arah berlawanan.
6. Beri tanda lampu sein kiri dan segera cek kondisi belakang kendaraan melalui kaca spion tengah. Ketika sudah terlihat kedua lampu kendaraan yang Anda dahului, pindahkan kendaraan ke jalur kiri dengan melakukan olah kemudi secara halus.

Untuk kondisi ketika didahului kendaraan lain, jangan menambah kecepatan. Tetap di jalur dan waspada dengan kondisi lalu lintas di sekeliling Anda.

TANJAKAN
SAAT menempuh jalan menanjak, sebelum kendaraan mengalami kehilangan tenaga dan penurunan kecepatan, lakukan perpindahan gigi ke posisi yang lebih rendah. Sehingga tenaga yang dibutuhkan untuk akselerasi terus ada.

TURUNAN
PADA jalan menurun, sebelum kendaraan meluncur turun (tidak terkendali), pindahkan perseneling ke posisi lebih rendah. Itu untuk menahan laju kendaraan menggunakan engine brake. Jangan ragu untuk menginjak rem jika kondisi di depan diperkirakan ramai.

PENGEREMAN
Melakukan pengereman dapat dilakukan dengan prosedur pengereman ini:
1. Periksalah kondisi sekeliling kendaraan melalui semua kaca spion.
2. Injak pedal rem satu kali untuk memberi tanda pengguna jalan lain, terutama yang berada di belakang.
3. Tekan pedal rem untuk mengurangi kecepatan.
4. Tekan pedal kopling untuk mencegah mesin mati.
5. Lakukan dengan perlahan dan halus, terus tekan pedal rem hingga kendaraan berhenti.
6. Tetap tekan pedal rem dan pindahkan tuas persneling ke posisi netral.

Beberapa teknik pengereman:
1. Normal braking: Pengereman biasa yang dilakukan setiap mengemudi (disebut Eaze and Squeeze braking)
2. Threshold: Pengereman mengambang yang dilakukan dengan menekan pedal rem hingga sesaat sebelum roda mengunci.
3. Cadense atau Pulse Braking: Pengereman dengan memompa/mengocok pedal rem dengan tekanan dan frekuensi yang tetap. Memudahkan untuk pengendalian kemudi, terutama saat mendadak.

PERPINDAHAN GIGI (akselerasi atau deselerasi)
1. Lakukan peningkatan posisi perseneling pada putaran mesin berkisar antara 3.000 hingga 4.000 rpm.
2. Lakukan penurunan posisi perseneling dengan putaran mesin di bawah 2.500 rpm

MUNDUR
POSISIKAN tangan kanan memegang kemudi pada jam 12 dan posisikan tangan kiri memegang sisi belakang sandaran kepala tempat duduk samping.

PARKIR
PARKIR dapat dilakukan dengan beberapa posisi. Untuk parkir kendaraan saja ikuti prosedur ini:
1. Tekan pedal rem, tekan pedal kopling, pindahkan perseneling ke posisi netral.
2. Matikan mesin.
3. Untuk mobil bertransmisi manual, tekan pedal kopling dan pindahkan perseneling ke posisi satu atau mundur. Gunakan rem tangan (hand brake) dan melepas pedal rem.
4. Untuk mobil bertransmisi otomatis, pindahkan tuas perseneling ke posisi P (Park) dan menarik rem tangan. Lepas pedal rem, matikan mesin mobil.

Untuk posisi parkir serong:
1. Posisikan kendaraan 1,5 – 2 meter dari mobil lain yang diparkir
2. Mulai belokan kemudi saat berada di belakang mobil yang diparkir

Untuk posisi parkir sejajar:
1. Posisikan kendaraan 2 – 2,5 meter dari mobil lain yang diparkir.
2. Memasukkan kendaraan dengan mulai belok setelah batas terakhir mobil.
3. Keluar dari parkir, pastikan kaca depan telah melewati belakang mobil di samping.

Untuk posisi parkir paralel:
1. Pastikan ruang parkir setidaknya 1,5 meter lebih panjang dari kendaraan.
2. Posisikan mobil sejajar dengan jarak 1 m di depan ruang parkir yang dituju.
3. Mundurkan kendaraan, belokkan kemudi ke kanan setelah pintu mobil sejajar dengan bumper mobil yang berada di depan.
4. Lakukan olah kemudi (putar kemudi ke kiri) untuk memposisikan roda depan hingga kendaraan secara keseluruhan bisa masuk ke dalam ruang parkir.
5. Mundurkan kendaraan perlahan, hentikan kendaraan mendekati kendaraan yang berada di belakang.
6. Majukan kendaraan secara perlahan untuk meluruskan kendaraan dan pastikan posisi kendaraan berada di tengah-tengah ruang parkir.

Ketika parkir di jalan menurun dengan trotoar di sebelah kiri kendaraan, posisikan roda depan belok kiri. Sebaliknya jika parkir di jalan menanjak dengan trotoar di sebelah kiri kendaraan, posisikan roda depan belok ke kiri (agar kendaraan mundur ke lajur aman).

Sumber:
Ary Darmajati
Majalah AutoBild, Tanggal 2-5 Agustus 2003 Edisi 7 – Suplemen

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter