

Demam pada anak seringkali membuat para orangtua, terutama ibu, menjadi pusing. Tidak ada yang ingin buah hatinya sakit, semua ibu pastilah sangat sedih kalau anaknya mengalami demam. Tapi sebetulnya ibu jangan panik dulu karena demam tidaklah se-berbahaya dan se-menakutkan yang anda pikirkan.
Demam pada anak bisa terjadi karena berbagai macam hal. Sebetulnya demam merupakan salah satu mekanisme tubuh dalam menghadapi serangan virus. Untuk membunuh virus yang masuk, tubuh secara otomatis meningkatkan suhunya sehingga virus dan kuman bisa mati.
Demam juga merupakan cara tubuh dalam mengeluarkan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Ketika ada zat asing yang masuk, suhu tubuh menjadi tak menentu. Tubuh akan meningkatkan suhunya sebagai salah satu sistem pertahanannya.
Ketika demam terjadi, keringat akan mengucur deras karena tubuh juga berusaha untuk cooling down. Oleh sebab itu anak seringkali banyak berkeringat ketika demam.
Jadi, jika anak anda mengalami demam yang disertai gejala flu, tidak perlu cemas dan panik. Tubuhnya sedang berusha melawan kuman yang masuk.
Yang harus anda waspadai adalah ketika demam pada anak terjadi tanpa disertai gejala flu seperti batuk dan pilek. Anda juga harus waspada ketika si kecil tiba-tiba sakit dan mengalami demam tanpa adanya gejala-gejala awal.
Bisa jadi demam itu merupakan pertanda adanya gejala penyakit yang lebih serius. Jika hal ini terjadi, akan lebih bijaksana jika anda segera membawanya ke dokter.
Apa yang harus anda lakukan jika demam pada anak terjadi? Caranya mudah saja, selama anda tetap tenang dan grasa grusu dalam menyikapinya.
• Usahakan si kecil tetap merasa nyaman. Jika dia banyak berkeringat, sekalah dengan teratur. Gantilah bajunya sesering mungkin. Jangan sampai dia masuk angin karena bajunya basah oleh keringat.
• Pilihlah baju dengan bahan yang nyaman, adem, dan menyerap keringat.
• Gunakan selimut yang tipis; jangan pakai selimut yang tebal. Selimut yang tipis akan mempermudah keluarnya panas badan. Selimut yang tebal hanya akan menjadi perangkap sehingga suhu tubuhnya tidak akan turun.
• Perbanyak konsumsi air putih. Air merupakan salah satu obat yang alami. Selain membantu tubuh dalam memperbaiki sel-sel yang rusak, air akan mencegah terjadinya dehidrasi.
• Perbanyak istirahat. Anak yang demam disarankan banyak tidur sehingga proses perbaikan sel-sel tubuh bisa berlangsung lancar dan cepat.
• Gunakan obat yang sesuai untuk anak. Kebanyakan orang dewasa melakukan kesalahan dengan menggunakan obat yang dikhususnya untuk pengguna dewasa, sehingga kadang dosis dan takarannya tidak sesuai.
Demam pada anak tidak memerlukan penanganan yang berlebihan atau luar biasa. Tapi sekali lagi, jika demamnya terjadi secara tiba-tiba tanpa disertai gejala pilek atau batuk, segera bawa anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dengan segera.
http://perempuan.com/read/fakta-dan-tips-untuk-mengatasi-demam-pada-anak






Kategori : 













