Ibu Hamil Marah? Maklumi Saja!







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Dalam hitungan menit mood istri Anda yang sedang hamil berubah. Kunci menghadapinya: sabar, dan… sabar.Perubahan mood atau suasana hati ibu hamil umumnya dimulai sejak trimester pertama, berangsur-angsur hilang pada trimester kedua, dan muncul lagi di trimester ketiga. Penyebabnya, di trimester pertama karena dia masih menyesuaikan diri dengan perubahan tubuh dan hormon-hormon –fluktuasi mood sebenarnya mirip perilakunya saat menjelang haid atau premenstruation syndrom (PMS).

Di trimester ketiga mood istri yang mudah anjlok seringkali disebabkan oleh tubuhnya yang semakin lelah membawa kandungan yang besar, napas yang semakin pendek, rasa gerah dan berkeringat, sakit punggung, kaki dan wajah bengkak, juga khawatir terhadap proses persalinan.

Sebaiknya dilakukan:

Terima dan beradaptasi. Memiliki bekal pengetahuan yang banyak saja tidak cukup. Belajar menerima dan beradaptasi dengan mood istri hamil yang seperti roller coaster, lebih penting. Misalnya, kalau dia sedang marah-marah, cukup senyum saja. Kalau dia tiba-tiba menangis, peluk dan sodorkan tisu.
Dukung dia. Misalnya, ketika wajahnya murung saat bercermin, segera katakan, “Tetap cantiiik…. Setelah melahirkan, kulit wajahmu pasti kembali mulus!” Bila ibu hamil mendapat cukup dukungan dari orang di sekitarnya, ia akan merasa bahagia, tenang dan membangun persepsi positif tentang kehamilannya. Terlebih lagi bila didampingi suami yang berpandangan positif juga.
Tempat mencurahkan hati. Jadikan Anda tempat curahan hatinya. Emosi negatif yang diungkapkan dan dibaginya akan terasa ringan. Bila istri enggan mengungkapkan perasaan, luangkan waktu untuk “memancingnya”. Misalnya katakan, “Kalau dipendam sendiri nanti stres dan bayi kita terkena dampaknya. Ada apa sih, Sayang?”
Peka pada perasaannya. Peka adalah bentuk empati Anda terhadap perasaan istri. Jangan bercanda atau mengolok-oloknya. Misalnya, mentang-mentang berat badannya naik 15 kilo, Anda memberinya nick name “Brot”. Saat dia mengungkapkan perasaan yang konyol sekalipun, hati-hati berkomentar. Misalnya, ketika dia merasa risih sesudah periksa dalam, jangan malah keceplosan, “Cincin dokternya ketinggalan di dalam nggak?” Meski pun Anda cuma bercanda, tapi perasaan ibu hamil bisa menjadi super sensitif.
Hadapi dengan humor atau romantisme. Perlu lho, mengembangkan sifat humoris atau romantis tatkala mood istri sedang jelek. Anda bisa coba membuatnya tertawa dengan melontarkan banyolan. Meski pun humor Anda tak lucu, istri pasti menghargai niat Anda. Atau, beri dia hadiah kecil seperti setangkai bunga, puisi cinta, seporsi rujak, atau ajak ia ke tempat yang menyenangkan. Istri akan tersanjung dan terobati dengan perhatian tersebut.
Sabar. Kehamilan bukan kondisi menetap, begitu juga perubahan emosi istri Anda. Itu hanya sementara, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir, kesal atau frustrasi.

Waspada bila..

Perubahan mood sangat berat sampai-sampai ia tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, mengambil keputusan, bekerja dan beraktivitas sehari-hari (termasuk mengurus diri). Anda perlu membicarakannya dengan istri dan dokter.
Menimbulkan konflik antara istri dengan orang di sekitarnya, baik keluarga atau teman. Anda harus cepat tanggap dan siap menjadi mediator atau penengah, bukannya terpancing bertengkar juga.
Mood buruk berkembang jadi stres, lalu depresi. Bicarakan dengan istri dan dokter. Bila perlu ajak mencari psikolog yang dapat membantu memperbaiki mood-nya.

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter