Ingin Merubah Pendidikan di Indonesia




DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Kecantikan, keanggunan, dan kepercayaan diri yang tinggi serta keceriaan yang ia tampilkan saat ini bukanlah sesuatu yang secara instan ia dapatkan. Keceriaan semasa kanak-kanak memang pernah ia rasakan, namun sepeninggal kakaknya yang bersekolah diluar negeri, keceriaan itu berangsur lenyap. Maklum sang kakak adalah sosok yang paling dekat denganya.

Sosok sang kakak pulalah yang mengispirasi bungsu dari tiga bersaudara ini untuk mengikuti jejaknya bersekolah di luar negeri, tapi niat itu pulalah yang akhirnya membawa Imel pada pengalaman yang ‘mengerikan’ dinegeri orang. Kebahagiaan dan kebanggaan yang muncul saat ia diterima bersekolah di Singapura tak berlangsung lama.

Bayangan kehidupan yang menyenangkan bersekolah di luar negeri sirna seiring dengan siksaan psikis dan fisik yang kerap kali dilakukan guru les privatnya. Bukan hanya caci maki yang ia terima, bahkan pukulanpun sering ia rasasakan saat ia melakukan sebuah kesalahan sederhana.

Imel juga pernah menderita Anoreksia Nervosa karena diet yang terlalu ketat, “Mungkin tak banyak orang yang tahu kalau tubuhku dulu sangat gendut, bahkan teman sebayaku sering memperolokku dengan berbagai sebutan. Saat itu aku merasa sangat membenci tubuhku sendiri” ujar perempuan lulusan Ohio State University ini.

Pengalaman adalah guru terbaik, dan pepatah itulah yang akhirnya membuat Imel bertekad dan berjuang untuk berubah dari seorang yang rapuh menjadi seorang perempuan yang tangguh.

Pengalaman pahit, terutama saat ia mengenyam pendidikan di Singapura ternyata membuat Imel sadar bahwa apapun alasannya kekerasan dalam menerapkan kedisiplinan dalam praktek pendidikan tak bisa dibenarkan dan akhirnya ia tergugah untuk mencoba memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia yang menurutnya bisa membawa kaumnya pada perubahan hidup kearah yang lebih baik.

Upaya nyata Imelda untuk merubah sistem pendidikan di Indonesia dimulai saat ia meraih gelar Miss Indonesia di tahun 2005. Imelda mulai mendirikan yayasan untuk menolong anak-anak putus sekolah, mendirikan panti asuhan, terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, serta menjadi moderator dibeberapa acara pendidikan. Semua itu dilakukannya meski harus menghadapi banyak tantangan.

“Ketika mulai berusaha melakukan perubahan, banyak trial and error yang terjadi. Ternyata cukup susah juga mengurus anak-anak yang kurang mampu, melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah, serta melakukan pembicaraan dengan orangtua anak. Saya sempat menangis karena banyaknya hal yang harus saya hadapi,” ujar Imelda.

Namun demikian Imelda tetap berjuang, apalagi setelah ia terpilih menjadi duta pendidikan, semangat untuk meraih cita-citanya semakin berkobar. Imelda ingin pendidikan di Indonesia tidak sekadar mengajarkan sisi akademis, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkan informasi yang didapat di sekolah untuk menentukan tujuan hidup.

Imelda juga berencana membangun semacam rumah untuk anak-anak tuna wisma dan tanpa pendidikan. Di situ, ia bisa membantu mewujudkan cita-cita mereka.“Saya ingin mewujudkan cita-cita mereka, anak-anak itu, dan menyadarkan mereka bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka mau dan melakukan perubahan,” ungkap Imelda.

http://perempuan.com/read/-ingin-merubah-pendidikan-di-indonesia

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!