Karel Albert Rudolf Bosscha







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Dari “marga-teh” (thee clan) der Holles dan Kerkhoven tercatat juga nama Karel albert Rudolsf (Ru) Bosscha, yang lahir pada 15 Mei 1865 di s’Gravenhage/Den Haag, sebagai putra ahli fisika Johannes Bosscha (Direktur Sekolah Politeknik di Delft) dengan Paulina Emilia Kerkhoven. Akibat cacat kaki yang dipelohenya ketika kanak-kanak, pada masa usia lanjut, untuk berjalan Ru Bosscha tidak dapat dipisahkan dari tongkatnya.

Pada tahun 1887 sesudah menamatkan studinya di Delft, Ru Bosscha berangkat ke Indonesia. Ia memulai pemrosesan teh dengan “ban berjalan” di pabrik teh di perkebunan Sinagar Cibadak yang dikelola oleh pamannya E.J. Kerkhoven. Kemudian pada tahun 1888, kakakanya yang bernama dr. Jan Bosscha, seorang geolog, berangkat ke Kalimantan untuk eksplorasi penambangan emas di Sambas Kecil di Bin Pan San. Beberap tahun Ru Bosscha ikut kakanya, kemudaian pada tahun 1892 kembali ke Sinagar. Sementara itu saudara sepupunya R.E. Kerkhoven (tokoh utamanya dalam buku roman-na Hella Haasses “Heren van de Thee” yang sudah menjadi pengelola perkebunan teh Gambung, tertarik perhatiannya pada beberapa persil di Pangalengan, yang berada di ketinggian 1400-1700 m, dan bermaksud mendirikan perkebunan teh baru untuk putra-putranya. Ketika tahun 1896 penggarapan dapat dimulai, putra sulungnya masih terlalu muda. Karena itu Kerkhoven mengangkat saudara sepupunya (Ru. Bosscha) untuk menjadi pengelola sementara, ketika memulai penggarapan Kebun Teh di Malabar. Kepercayaannya kepada Ru Bosscha dan hasil karanya di Malabar menghasilkan NV Assam Thee Onderneming Malabar yang berkembang dengan pesat.

Pada tahun 1902 Jan Bosscha tiba di Jawa dari Kalimantan, kemudian menjadi pengelola di perkebunan teh di Talun (NV. Assam Thee). R.E. Kekhoven menugasi Bosscha mebngelola perkebunan di Gambung, Ciwidey.Perhatian secara ilmiah dan minatnya yang besar tentang teh, kemudian dipadunya menjadi gagasan yang dapat membuat semangat kerja pengusaha menjadi lebih sehat, dan hal itu memberi saham besar dalam pengembangan usaha teh.

Tahun 1910 Ru Bosscha menjadi anggota pengurus harian Het Thee Expert Bureu. Tahun 1911 ia mendirikan Kebun Pembibitan Selecta di Garut. Sejak tahun 1917 Ru menjadi Kepala Persatuan Kebun Percobaan Teh. Tahun 1917-1920 an 1922-2923 menjadi pimpinan Persatuan Perkebunan Sukabumi (Soekaboemische Landbouw Vereneging). Ayahnya pada waktu di Eropa terkait denagn peraturan skala metrik (het metricsh stelsel), karena itu Ru Bosscha menerapkannya di Indonesia. Satuan ukuran tanah yang dahulunya adalah bahoe ( 1 bahu bangunan=500×500 Rijnlandse roeden=7096 m2) diganti dengan hektar. Sepanjang jalan dari Pengalengan ke Bandung dipancangi tonggak dalam jarak ukuran kilometer yang sebelumnya mepergunakan pal (1 pal = 1.5 kilometer).

Di perebunan Malabar Ru Bosscha menerapkan teknik modern. Perkebunan ini menjadi yang terluas (1.100 ha) dan paling menguntungkan dan memproduksi teh yang mutunya terbaik. Tidak kalah penting adalah bahwa dia membangun pusat kesehatan dan sekolah untuk para buruh dan keluarganya. Perkebunan Malabar menarik banyak pengunjung bahkan para putra raja dan presiden. Penulis Lousi Couperus menceritakan pengalaman dan kesannya tentang Perkebunan Malabar yang dikunjunginya. Louis C. meulis prakata dalam tulisan tentang kunjungannya ke Malabar ketika Louis mengamati dari dataran tinggi Pangalengan:

“Ya di alam yang indah dan lingkungan yang bersinar cerah, pria itu sekan-akan berada dalam rumahnya sendiri. Dia besar dan kuat seperti gunung berapi, dia pekat dan halus seperti kehijauan daun teh, sama sperti langit biru yang membentang”.

Dalam catatan terkenal di Hindia Belanda dan Negeri Belanda dengan stasiun radionya.

Diluar urusan tanaman teh, Bosccha juga terkenal sangat aktif, antara lain sebagai pengurus banyak usaha pertanian, perkebunan, industri dan organisasi sosial. Tahun 1895 mendirikan Perusahaan Telepon Preanger (de Preanger Telefoons Maatschappij) di Bandung, kemudain berturut-turut sebagai direktur, komisaris utama dan tahun 1902 diangkat oleh pemerintah sebagai penasehat teknik. Tahun 1915 mendirikan pabrik karet Hindia Belanda di Bandung (de Nederlandsch-Indische Caoutchouc-Fabriek). Dia juga ikut bekerja dalam pembentukan Perusahaan Listrik Bandung (de Bandoengsche Electriciteits Maatschappij), Perusahaan Impor Mobil (de Automobiel Import Maatschappij), Bursa Dagang Tahunan Hindia (de Nederlandsch-Indisch/Badoeng Jaarbeurs), Lembaga Kanker Hindia Belanda (het Nederlandsch-Indisch Kanker Instituut), Rumah sakit Kota (het Stedelijk Ziekenhuis), dan Sekolah Tinggi Teknik (de Technische Hoogeschool; ITB sekarang). Dan tahun 1924 Ru Bosscha menjadi ketua het College van Directeuren dan sampai meninggalnya menjadi presiden-curator. Laboratorium ilmu alam mengabadikan namna untk nama laboratorium. Selain itu dia menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Priangan (Gewestelijke Raad der Preanger Regentschappen) dan Dewan Perwakilan Rakat (de Volksraad).

Dia diangkat di Lembaga Doofstommen, Bala Keselamatan, dan di Leprozerie Pro Leroos di Pelantungan. Sebagai tanda jasa dan penghargaan bagi Ru Bosscha, dalam kesempatan ulang tahun ke-25 sebagai pekebun (planter), Ru Bosscha diangkat menjadi warga kehormatan Bandung pada tanggal 20 Dsember 1920. Hal khusus lain yang menjadi perhatiannya adalah peneropong bintang. Orang kedua di Malabar, yaitu Ru Kekhoven (putra sulung sepupunya) yaitu R.E. Kerkhoven dari Gambung) juga aktif sebagai astronom amatir yang sangat antusias dalam bidang ini. Pada tahun 1920 di Hotel Homann dibentuk de nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging dengan Ru Bosscha sebagai ketua dan Ru Kerkhoven sebagai sekertaris dan bendahara; dengan tujuan membangun sebuah peneropongan bintang. Observatorium Bosscha-Sterrenwacth mengabadikan nama Ru Bosscha. Dalam waktu yang singkat dua Ru (Ru Bosscha dan Ru Kerkhoven) dapat mengumpukkan modal untuk memesan perlengkapan dan peralatan peneropongan bintang kepada de Askania Werke Carl Bamberg di Berlin dan Carl Zeiss di Jena. Lokasinya di sebuah tempat yang luasnna 4,7 ha dan pada ketinggian 1300 m, yang oleh Ursone bersaudara diberikan secara cuma-cuma, terletak di samping perusahaan peternakan sapi Baru Ajak di Lembang. Para astronom profesional didatangkan dari Kaapstad (Cape Town), Leiden dan Uppsala. Ru Kerkhoven menghadiahkan Zeiss (dua teleskop berukuran 60 cm). Atas perkenan kerajaan, Ru Bosccha mendapat gelar Commandeur in de Orde van Oranye-Nassau.

Sebuah patung Ru Bosscha yang pembuantannya direncanakan oleh Prof. C.R. Wolf Schoemacher, oleh teman-teman dan pengagumnya dipersembahkan untuk menhargai semua jasanya untuk Hindia Belanda dan pembukaan selubung dilaksanakan sendiri oleh Ru Bosscha sampai kini ditempatkan di salah satu ruang kuliah. Ru Bosscha menganggap Jawa sebagai tanah air keua. Banyak sekali hal yang diperbuantnya untuk kesehatan dan kesejahteraan di Hindia Belanda.

Pada tanggal 26 Nopember 1928 Ru Bosscha meninggal di Malabar, makamnya di sana dirawat dengan biaya pemerintah dan PT. Perkebunan XIII. Pekebunan Malabar adalah saah satu dari tujuh perkebunan besar yang berkembang pesat. Di Bandung, nama Bosscha terkait dengan Laboratorium Fisika Bosscha ITB, dengan nama Jalan Bosscha di daerah Cipaganti, dan Observatprium Bosscha ITB di Lembang.

Sumber: http://dieny-yusuf.com/2008/12/15/karel-albert-rudolf-bosscha-bukan-hanya-ahli-teh/

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter