Keberanian untuk Keluar dari Zona Kenyamanan







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Hampir setiap orang dipastikan takut mengambil resiko untuk keluar dari “Comfort Zone” atau Zona Kenyamanan. Tetapi sebenernya, justru orang-orang yang sukses di luar sana adalah orang-orang yang berani step out dari Comfort Zone nya masing-masing. Walaupun hal tersebut merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan.

Definisi Comfort Zone sebagaimana dikutip dari Wikipedia adalah sebagai berikut:

“The Comfort Zone is a behavioural state within which a person operates in an anxiety-neutral condition, using a limited set of behaviours to deliver a steady level of performance, usually without a sense of risk.” (Alasdair A. K. White “From Comfort Zone to Performance Management”) – wikipedia.org

Makna Comfort Zone ini juga kurang lebih sama seperti penjabaran kisah dalam buku berjudul “Who Moved My Cheese” salah satu buku yang bagus, inspiring dan mudah dipahami yang mengupas tentang bagaimana menyikapi perubahan, karangan Spencer Johnson.

Buku tersebut mengurai masing-masing karakter orang. Kadang kita bertindak seperti tokoh Sniff, yang mampu mencium adanya perubahan dengan cepat, atau tokoh Scurry yang segera bergegas mengambil tindakan, atau tokoh Hem yang menolak serta mengingkari perubahan karena takut perubahan akan mendatangkan hal yang buruk, atau tokoh Haw yang baru mencoba beradaptasi dalam keadaan terdesak dan apabila melihat perubahan mendatangkan sesuatu yang lebih baik.

Perubahan atau suatu tindakan berani mengambil keputusan untuk keluar dari Zona Kenyamanan ini juga banyak dikaitkan dengan dunia karir seseorang. Teori yang ditarik oleh Spencer Johnson tersebut juga berlaku disini. Poinnya adalah bahwa ia seolah mengajak setiap orang untuk tak perlu takut memutuskan pindah kerja, hanya karena Anda telah terlanjur betah. Justru ketika Anda sedang merasa betah adalah waktu yang tepat untuk berpaling mencari peluang lain di perusahaan lain.

Mungkin saat ini sudah memasuki tahun ketiga Anda bekerja di perusahaan tempat Anda bekerja, selama itu pulalah Anda mendedikasikan pengetahuan plus kemampuan Anda sampai mengantarkan Anda pada posisi yang sebelumnya hanya sebatas angan saja, lalu bermasalah dengan atasan dan kolega pun nihil dari work record Anda. Pokoknya, bisa dibilang promosi dan naik gaji semua ada di depan mata, masa depan yang cerah pun semakin jelas arahnya. Bila sudah settle seperti ini, mestikah Anda justru beranjak pergi dan mencoba pengalaman lebih menantang di perusahaan lain? Jawabannya adalah IYA! Sebab melirik pekerjaan di tempat lain saat sedang menikmati pekerjaan yang sekarang, adalah ide brillian. Betulkah begitu? Baca saja berbagai alasan berikut.

Mengapa Harus Pindah Saat Posisi Telah Mapan?
Sebelum asik berkutat memperbaiki CV dan menyebarnya ke berbagai perusahaan, agar Anda tak salah langkah, pahami dulu berbagai alasan tepat mengapa Anda mesti pindah bekerja.

1. Pancaran Rasa Percaya Diri
Bila Anda senang dengan pekerjaan yang Anda kerjakan sehari-hari, rasa percaya diri dan antusiasme Anda akan melambung tinggi. Alhasil, setiap hari Anda pun akan termotivasi untuk selalu mencetak prestasi baru. Sikap percaya diri ini pasti akan tepancar jelas ketika Anda sedang diwawancara. Bisa dipastikan, calon bos akan menjadi makin mudah jatuh hati pada Anda. Dan karena kemilau rasa percaya diri dari dalam diri Anda itu pun akan membuat Anda terlihat penuh potensi dan merupakan pilihan tepat bagi si calon bos untuk mempekerjakan Anda.

2. Nothing To Loose
Karena tak memiliki masalah dengan pekerjaan yang sekarang, alasan pindah bukan karena ingin menyelamatkan diri dari situasi yang kurang menyenangkan atau tergiur akan gaji dan posisi yang lebih tinggi. Berarti Anda punya alasan positif untuk pindah dan dapat memilih pekerjaan yang tepat. Jika tawaran baru ternyata tak lebih baik, Anda tak tak terpaksa mengambilnya. Karena toh tak ada keharusan untuk pindah kerja.

3. Referensi Yang Baik
Mengundurkan diri tanpa ada masalah, akan membuat perusahaan untuk tidak ragu dalam menyebutkan kelebihan dan jasa-jasa Anda di surat referensi. Sebuah poin berharga yang patut Anda pertimbangkan.

4. Pengembangan Diri
Biasanya wanita di usia akhir 20-an telah memiliki karier yang cukup mapan berikut kondisi keuangan yang mengikuti sama baiknya. Tak heran, bila kebanyakan wanita di fase usia seperti itu kerap terjebak dalam sindrom zona kenyamanan kerja. Artinya merasa sudah cukup dengan apa yang ia capai dan yang ia kerjakan, akibatnya tanpa Anda sadari, Anda jadi berhenti belajar dan berkembang, sehingga peluang emas di depan mata jadi terlewat begitu saja. Seperti layaknya pasangan yang tengah berpacaran, sebelum sah tertulis di atas surat nikah maka tak ada yang melarang untuk Anda mencari-cari pria idaman. Begitupun dengan karier, adalah hak Anda untuk mendapatkan yang terbaik.

5. Jangan Membuat Persepsi Yang Salah
Ketika Anda betah bekerja di sebuah kantor selama bertahun-tahun, hal itu tentu saja merupakan sebuah bukti loyalitas pada perusahaan. Sehingga saat timbul keinginan melirik pekerjaan baru, hal ini dianggap lebih sebagai career motivation, bukan bentuk dari “pengkhianatan”.

Pada beberapa bidang pekerjaan memang tak dianjurkan untuk terlalu lama bekerja di sebuah kantor. Seperti profesi di bidang kreatif, di mana pekerja selalu mencari tantangan baru meski puas dengan pekerjaan yang ada. Tapi sebelum Anda dicap sebagai si kutu loncat, Anda mesti memikirkan dampak negatif dari kebiasaan ini, karena bisa dengan mudah meruntuhkan reputasi baik Anda di “pandangan” banyak perusahaan. Calon bos mungkin akan berpikir seribu kali saat melihat deretan panjang “mantan” pekerjaan Anda. Bisa jadi ia malah enggan menerima Anda, karena takut Anda hanya akan “numpang lewat saja” tanpa melakukan sesuatu yang berguna bagi perusahaan.

6. Peka Dengan Sejuta Peluang Lainnya
Apabila perusahaan yang Anda tuju tak menawarkan fasilitas dan tunjangan sebaik kantor yang sekarang namun memberi peluang lebih besar untuk berkembang dan memoles kredibilitas Anda, jangan ragu untuk bilang oke!

Tak dapat dipungkiri, kadang seorang mesti sedikit berkorban demi mendapatkan hasill akhir yang kemilau. Sebelum gegabah, lihat dan hitung berapa yang Anda korbankan, apakah sesuai dengan apa yang Anda dapatkan kemudian, bila terlalu banyak merugi, yah Anda harus timbang ulang juga dan mencari kembali peluang lain yang mungkin saja memberikan offer yang jauh lebih baik. Tetapi bila kesempatan itu memberikan keuntungan jangka panjang, bahkan bisa membantu Anda mencapai tujuan-tujuan profesioanl, jangan ragu menerimanya.

Jangan Terburu Pindah Kerja
Mungkin pekerjaan yang sekarang memang yang terbaik buat Anda, jadi meski gaji dan posisi baru yang ditawarkan sangat menggiurkan, ada kemungkinan malah membuat Anda kacau saat menerimanya. Tinggalah jika :

A. Jalan Yang Terbaik
Saat sedang membandingkan dan melirik-lirik pekerjaan baru, seringkali Anda malah menyadari apa yang membuat Anda suka dan jatuh cinta pada pekerjaan sekarang. Ketika seseorang mencari pekerjaan lain, seringkali mereka malah balik mensyukuri apa yang dimilikinya sekarang. Akhirnya malah sadar dan memutuskan untuk tinggal. Jadi tetap ada hikmahnya melamar kerja, meski akhirnya tak menerima tawaran tadi.

B. Banyak Belajar Itu Perlu
Jika Anda sekarang masih menikmati dan merasa tertantang, berarti masih ada kesempatan untuk mengembangkan karier. Kabar gembira adalah ini merupakan alasan tetap untuk tinggal. Bila Anda masih senang dan bergairah tiap kali pergi ke kantor. Berarti tak perlu rajin menengok kiri dan kanan. Tapi bila merasa tak ada lagi yang perlu Anda ketahui dan pelajari. Apalagi kalau sampai tak dibayar sesuai dengan jerih payah Anda. Jangan ragu, inilah saatnya mencari pekerjaan baru.

C. Sudah Betah
Gaji, fasilitas dan tunjangan yang ditawarkan calon bos terdengarnya memang sangat menjanjikan. Tapi hati-hati belum tentu sesuai untuk Anda, dalam menimbang-nimbang tawaran kerja, jangan lupa menyesuaikan dengan kondisi dan tujuan hidup Anda. Bisa saja Anda sebenarnya bahagia dan puas dengan kondisi sekarang. Dan meski tawaran lain tampak menggiurkan, pikirkan dulu baik-baik sebelum menerima karena belum tentu cocok dengan Anda.

D. Masih Bahagia
Selama ini Anda selalu puas akan pekerjaan yang Anda kerjakan berikut kompensasi yang kantor berikan pada Anda, pun semangat untuk berkarya di kantor yang sekarang belum luruh. Bila tak punya masalah serius dan benar-benar bahagia di kantor, mengapa harus pindah? Jangan menyangka dengan pindah kerja, Anda pun akah merasa lebih happy. Bisa saja akhirnya Anda malah jadi menyesal. Saran hers adalah usir kejenuhan dan usahakan selalu bersikap tenang dalam segala situasi. Daripada hanya sekadar melakukan kewajiban, curi ilmu dari orang sekitar Anda. Dan perbaiki cara Anda bekerja agar hasilnya menjadi lebih optimal.

Kembali Jatuh Cinta Dengan Pekerjaan Lama
Saat sedang bosan dengan pekerjaan, jangan cepat menyerah. Segera usir sindrom stres yang dapat membahayakan karier Anda. Tips berikut akan membantu Anda kembali jatuh cinta dengan pekerjaan dan ceria di kantor.

* Hindari menunggu untuk diberi tugas, presentasikan diri Anda sebagai si tinggi inisiatif. Dengan begini, bos akan membaca kualitas skill Anda dan promosi jabatan pun tinggal menunggu hari saja.
* Apabila atasan Anda adalah tipikal yang pelit pujian, laporkan setiap perkembangan agar ia lebih memperhatikan Anda.
* Perdalam ilmu dengan ikut training gratis.
* Sesuaikan bakat dengan arah tujuan perusahaan.
* Temukan pembimbing pribadi dalam berkarier, bisa si atasan atau rekan kerja yang lebih senior. Trik ini mesti Anda jalankan hati-hati, bisa-bisa rekan menganggap Anda si penjilat.

http://femalethought.wordpress.com/2011/04/20/keberanian-untuk-keluar-dari-zona-kenyamanan/

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter