Kegiatan Membaca Anak Usia 12 – 36 Bulan







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

ANAK cenderung memilih kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pada anak nantinya. Tetapi jika Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan maka mereka akan bersemangat untuk memulai kegiatan tersebut.

ANAK 12 – 18 BULAN

* Berpura-pura akan lebih sering dilakukan anak di masa ini. Anak akan menggunakan benda untuk bermain simbolik (main pura-pura), seperti misalnya mengambil boneka dan menaikkannya di mobil-mobilan atau menidurkan bonekanya.
* Mulai menunjuk benda dan memberi nama pada benda-benda. Kemampuannya ubntuk meniru tindakan dan suara yang dilihat atau didengar, tumbuh di usia ini.
* Mereka menghubungkan benda dengan kejadian secara lengkap, layaknya wadah yang ditutup dengan penutupnya.
* Perkembangan bahasa pesat di usia ini. Mereka bisa mengucapkan dan mengerti kata lebih banyak. Anak cenderung mengeluarkan suara-suara yang sepertinya tidak masuk akal tetapi bila kita cermati, suara-suara itu mewakili suatu ucapan.

gambar diambil dari SINI

Dukungan Kita:

1. Anak di usia sangat tertarik dengan benda-benda di sekelilingnya, binatang, dan juga orang. Buku yang paling disukai adalah buku dengan isi cerita yang mereka kenali.
2. Karena anak di usia ini mulai suka menyanyi, mereka juga senang dengan buku-buku yang berisi nyanyian-nyanyian. Buku-buku dengan pengulangan irama yang sama, sangat disukai di usia ini. Kadang anak mengikuti irama itu ketika dibacakan sehingga buku ini sering disebut dengan buku bunyi.
3. Tetap teruskan membaca sajak-sajak yang telah dubacakan sejak kecil.
4. Buku-buku berisi cerita yang nyata mulai diminati. Cerita harus sederhana dan isi cerita harus berhubungan dengan kejadian-kejadian dari pengalaman sehari-hari mereka.

ANAK 18 – 24 BULAN

* Karakteristik dari anak di usia ini adalah setiap tindakan yang ditunjukkan atau dilakukan, mempunyai maksud yang telah ditentukan oleh anak.
* Kemampuan bahasa berkembang sangat pesat. Anak yang sebelumnya hanya tahu beberapa kata, sekarang dapat bicara dalam kalimat sederhana, meski belum sesuai dengan tata bahasa. Seperti mengucapkan, “Ade tambah,” untuk “Ade mau tambah,” atau, “Ade putih,” untuk “Ade mau air putih.”
* Ketertarikan anak dengan lingkungannya semakin luas. Karena itu, banyak muncul pengulangan pertanyaan “Kenapa?” dari anak di akhir periode usia ini.

gambar diambil dari SINI

Dukungan Kita:

1. Buku-buku berisi cerita nyata saat ini dapat dinikmati. Cerita-cerita yang berisi tentang kehidupan anak toddler yang sibuk, dapat menjadi petunjuk untuk kita memilih tema cerita yang menarik untuk mereka. Seperti: cerita tentang makan yang berantakan, tentang anak yang merasa kehilangan ketika papa dan mamanya pergi, cerita tentang pergi tidur, atau bagaimana duduk di WC, dan tentang tersesat, juga menarik untuk anak toddler.
2. Buku dengan cerita tentang bagaimana kerja dari suatu benda, atau bagaimana membuat sesuatu terjadi, itu membantu bagi anak toddler yang suka bertanya, “Kenapa?”

ANAK 24 – 36 BULAN

* Kosa kata semakin berkembang dengan pesat, ditunjukkan dengan kalimat yang bertambah panjang. Kalimat yang semula hanya 3 – 4 kata, kini menjadi 4 – 6 kata dalam mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya.M
* Menggunakan fungsi bahasa untuk menanyakan sesuatu atau mendapatkan kebutuhannya, saat berinteraksi dengan teman.
* Main pura-pura juga terus berkembang. Anak di usia ini juga mulai menghubungkan kejadian-kejadian ke dalam urutan-urutan. Seperti memberi makan boneka, membawa bonekanya jalan-jalan dengan kereta bayi, kemudian menidurkannya.
* Kemandiriannya semakin berkembang, mereka mulai tidur di tempat tidur besar dan mulai bisa ke kamar mandi sendiri.
* Kemampuan bahasanya juga semakin baik. Anak dapat menceritakan kembali cerita-cerita yang sudah dikenal, sama persis dengan isi cerita atau teks, menurut caranya sendiri (terutama buku-buku yang berulang-ulang dibacakan pada anak).

gambar diambil dari SINI

Dukungan Kita:

1. Anak di usia ini menggunakan banyak waktunya untuk melihat dan mengamati gambar-gambar yang ada di dalam buku, dan banyak mengajukan pertanyaan tentang apa yang dilihat. Buku dengan gambar-gambar yang diikuti teks akan diminati oleh anak di usia ini. Mereka berusaha untuk menghubungkan apa yang mereka dengar dengan apa yang mereka lihat pada gambar.
2. Buku cerita yang tepat dan sangat menarik untuk anak toddler adalah buku cerita yang terdiri dari gambar-gambar yang sama persis dengan teksnya, kalimatnya diulang-ulang, dan berirama. Karena itu, mereka dapat terlibat dalam proses membaca secara aktif dengan arahan diri sendiri. Seiring dengan kemampuan mereka dalam membuat urutan kejadian, mereka aktif dalam menebak kejadian dalam cerita, berdasarkan urutannya.

4 Langkah Strategi Membaca:

1. Dapatkan perhatian anak, atau fokus pada gambar yang menjadi perhatian anak, dengan mengatakan, “Lihat!” atau, “Oh, lihat itu!”
2. Bertanya dengan pertanyaan yang bersifat fakta-fakta pada anak. Misalnya: “Apa itu?” atau “Apa yang sedang dilakukan?” atau “Apa yang kamu lihat di sana?”
3. Tunggu respon jawaban dari anak atau jika diperlukan, berikan jawabannya. Mungkin anak akan merespon dengan berbagai cara, misalnya ia tersenyum saat mengenali gambar yang dilihat. Tunggu respon anak dengan sabar karena kerja otaknya masih lambat. Dengan demikian, kita harus menunggu sampai proses kerja otaknya selesai. Bila proses ini dipotong, dampaknya akan mengganggu perkembangan berpikirnya.
4. Berikan respon balik. Jika anak menjawab dengan senyum, suara-suara, atau kata, maka ucapkanlah repon balik seperti, “Ya,” lalu berikan jawaban atau mengulang jawaban anak, dalam pengucapan yang benar (contoh: “Ya, itu monyet”). Jika anak memberi nama yang salah pada gambar, sebaiknya kita ucapkan, “Ya, memang itu berekor seperti anjing tetapi sebenarnya itu monyet. Monyet juga punya ekor yang panjang.”

Cara orang dewasa merespon bacaan merupakan pijakan untuk mendukung perkembangan bahasa anak. Artinya orang dewasa adalah pemberi kerangka dari keseluruhan bahasa yang seharusnya digunakan dalam kalimat yang benar, dalam sebuah percakapan. Seiring dengan bertambahnya usia anak, mereka akan semakin sering terlibat dalam percakapan. Pada saat itulah, anak sudah siap untuk diberi kesempatan memimpin.

Sumber: Buku Membangun Kecerdasan Anak 0 – 3 Tahun Melalui Membaca dan Bermain (drg. Wismiarti – dr. Retno Soendari – Neni Arriyani, S.Pd)

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter