Ketika Ruhku Hanya Kuasa Memandang Orang-orang Tercinta







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Wahai Saudara-saudaraku seiman, pernahkah engkau membayangkan apa gerangan yang dilakukan ruhmu kala malaikat Izrail sang pencabut nyawa mulai membetot nyawa dari tubuhmu?

Ruh pun mulai diangkat dari ujung kaki, sementara mata, hati, dan pikiran kita masih mampu merasakan atau menyaksikan kehadiran orang-orang tercinta di sekitar tubuh lemah kita. Hingga ruh menjalar pasti ke tenggorokan, lalu lepas sempurna, maka sempurna jugalah ruh kita hengkang dari rumah tercinta, dari orang-orang tercinta yang menangis menjerit-jerit penuh duka-lara, bahkan dari jasadnya sendiri yang kini mulai kaku, yang didiaminya selama ini.

Bayangkanlah, Saudara-saudaraku, ketika ruhmu tak lagi mampu berbuat apa-apa, ketika segala jenis ego, ambisi, hasrat, cinta, keinginan, rencana (dll) kandas oleh terputusnya denyut ruh di dalam tubuhmu, kecuali ruhmu hanya kuasa memandang orang-orang tercinta di kejauhan sana…

Ruh laksana lampu. Jika ia hidup, ia dapat memancarkan cahaya. Jika ia mati, maka pudar jugalah cahayanya. Jika ruh masih bersemayam di dalam tubuh, maka kita masih tetap hidup. Bisa tersenyum, tertawa, menangis, berpikir, berencana, berkeluarga, dan sebagainya. Jika ia lepas, kita pun mati. Muncullah pertanyaan, kemanakah gerangan ruh kita setelah kita mati?

Ketahuilah, Saudara-saudaraku, bahwa ruhlah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat. Ruhlah yang akan menjalani siksa kubur atau azab neraka jika perilaku kita dibenci oleh Allah. Ruh pulalah yang akan mengecap kenikmatan pesona kubur dan anugerah indah surga jika kelakuan kita selama hidup di dunia diridhai oleh Allah. Ruhlah yang akan merasakan pahit-manis, pedih-indah, luka-bahagia secara abadi (khaalidiina fiihaa) kelak di hadapan Allah. Maka untung-celakanya ruh kita sangat bergantung pada tingkah-laku kita sendiri selama hidup di dunia ini.

Buku ini menyajikan renungan jiwa akan kamahanisbian diri, ego, pikiran, obsesi, ambisi, harta, keluarga, dan segala ikhwal material lainnya. Maka jangan berhalakan mereka, selamatkan ruhmu tercinta dengan sebaik-baiknya, mumpung masih hidup…

Ketika Ruhku Hanya Kuasa Memandang Orang-orang Tercinta…
Penulis: Jamal Ma’mur Asmani   (Diva Press)
Nilai rata-rata: dari 0 resensi
Rekomendasikan buku ini
Rp 32.000
Hemat Rp 4.800
Rp 27.200
Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter