Kiat Membagi Tanggung Jawab Rumah Tangga Newlyweds kepada Suami







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Menikah adalah impian bagi setiap wanita. Sejak kecil atau remaja, anak perempuan biasanya sudah menghayalkan bagaimana pernikahan mereka kelak. Mereka juga tumbuh menonton film-film bertemakan pencarian jodoh yang berakhir dengan pernikahan indah dan kalimat pamungkas ‘and they happily live ever after’. Akibatnya, hampir semua wanita berpikir bahwa pernikahan adalah awal suatu kehidupan baru yang indah tanpa konflik bersama suami tercinta.

Pernikahan sering disebut dengan ‘berumah tangga’. Memang, orang yang sudah menikah biasanya akan membangun rumah tangga merek dengan hidup bersama dan memperoleh keturunan. Di Indonesia, pengantin baru ada yang masih tinggal dengan orang tua mereka, tapi banyak juga yang langsung memisahkan diri dengan keluarga inti dan langsung tinggal berdua. Salah satu ke-untungannya hidup berdua dengan suami adalah memiliki ke-bebasan menentukan arah biduk rumah tangga dan dapat langsung memegang kendali rumah tangga. Hasilnya adalah pasangan pengantin baru yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Wanita yang baru menikah biasanya memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan suami. Kondisi ini kerap terjadi meskipun sebelum menikah ia sudah lama mengenal calon suaminya. Hal ini terjadi karena banyak kebiasaan-kebiasaan suami yang se-belumnya belum pernah ia ketahui. Proses adaptasi ini ada suka dan dukanya, dan sebenarnya itulah rona yang mewarnai kehidupan pernikahan.
Bagi pasangan yang baru menikah dan tinggal berdua saja, pertama-tama biasanya timbul kesulitan mengenai pekerjaan rumah tangga. Apalagi jika mereka belum atau tidak dapat menyewa tenaga pembantu rumah tangga (misalnya karena berpenghasilan se-dikit, tinggal di apartemen atau rumah kecil, atau menolak kehadiran orang asing di awal-awal pernikahan mereka). Dalam kondisi ini, tak jarang lelaki sepenuhnya menyerahkan pekerjaan rumah tangga ke istrinya. Hal ini sah-sah saja, selama si istri bersedia dan mampu melakukan semuanya. Tetapi kalau ternyata si istri memiliki kesibukan lain yang tak bisa ditinggalkan (misalnya istri bekerja), maka mau tak mau istri harus mengalihkan sebagian pekerjaan rumah tangga ke suaminya.
Meski begitu, terkadang ego lelaki—terutama orang Indonesia—membuat mereka menolak melakukan pekerjaan rumah tangga. Alasannya berbagai macam, dari mulai malas, bukan tanggung jawab lelaki, tidak biasa, dan sebagainya. Jika begini, yang harus berkorban adalah wanitanya, dan biasanya hal ini dapat memicu pertengkaran. Kalau sudah begini, keharmonisan pun perlahan luntur.
Apakah Anda sekarang terjebak dalam rumah tangga di mana suami tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga? Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan tanpa ‘tarik urat’ dan dengan baik-baik.
1. Pastikan bahwa ia tidak mesti melakukannya dalam keadaan kelelahan
Suami adalah kepala keluarga. Ia bertanggung jawab untuk bekerja dan membawa pemasukan ke dalam rumah tang-ga. Umumnya separuh dari waktunya sehari-hari habis untuk itu. Jika Anda ingin meminta bantuannya untuk mengerjakan pe-kerjaan rumah tangga, Anda harus yakin bahwa ia tidak melakukannya di tengah kelelahan atau kepenatan luar biasa setelah bekerja seharian. Kalau itu yang terjadi, berarti Andalah yang tidak peka dan kurang menghargai peran suami sebagai pencari nafkah.
2. Bicara baik-baik
Momen paling tepat adalah saat santai dan mood suami sedang enak. Misalnya saat menonton televisi, makan bersama, ber-bincang-bincang di tempat tidur, atau saat rekreasi di akhir pekan. Buatlah komitmen dalam hati untuk tidak memulai per-tengkaran dan tidak terpancing emosi, kemudian mulai bicarakan masalah ini dengan suami dengan kepala jernih. Hindari meng-omel, membentak, menyindir, dan semacamnya, karena ini akan membuat mereka dongkol dan malah makin keras kepala.

3. Sampaikan alasan yang logis
Lelaki adalah makhluk manusia yang lebih mementingkan akal sehat. Karena itu, kesampingkan emosi (marah, ngambek, sedih, dan sebagainya) dalam membicarakan masalah tersebut. Sampaikan alasan-alasan logis kenapa Anda butuh bantuannya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Contoh ala-san logis yang bisa dikemukakan adalah Anda terlampau kelelah-an; Anda sulit melakukannya—terutama pekerjaan yang berat; atau ada beberapa pekerjaan yang menurut Anda lebih bagus hasilnya jika dikerjakan suami. Contohnya tak jarang ada suami yang pandai memasak sementara istrinya tidak, tapi suami tetap menyerahkan urusan itu ke tangan istri. Akibatnya makanan yang terhidang tak pernah sedap, dan acara makan pasti jadi bencana.

4. Tawarkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ‘berat’
Hal itu meliputi mencuci mobil, menyikat kamar mandi, memotong rumput, memperbaiki barang rusak, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang memerlukan tenaga ekstra. Biasanya lelaki senang kalau wanita menghargai tenaganya. Hal itu akan membuat mereka merasa macho. Selain itu, pekerjaan yang membutuhkan keahli-an lelaki juga dapat dialihkan ke mereka, seperti membersihkan lemari es. Karena kalau Anda salah-salah menyiram, bisa-bisa lemari es korslet dan rusak, sementara lelaki pada umumnya lebih paham tentang kelistrikan dan elektronika.

5. Sentuh perasaannya
Suami Anda pasti mencintai Anda dan ingin Anda bahagia. Cobalah ‘merayu’ dia dengan menyentuh perasaannya. Caranya bukan dengan mengatakan, “Kalau kamu sayang aku, kamu pasti mau membantu aku mencuci piring,” atau menyindir, “Kamu nggak sayang aku, ya? Kok aku repot nggak dibantu?” atau semacamnya, melainkan dengan memastikan bahwa ia paham kalau Anda butuh bantuannya. Misalnya, setelah seharian Anda membersihkan seluruh rumah dan membuat masakan di akhir pekan, katakan bahwa Anda sedikit lelah untuk membereskan meja makan setelah makan malam. Kalau cara Anda tepat menyentuh hatinya yang peka, Anda akan dapat membuatnya menawarkan diri membantu Anda, karena toh ia mencintai Anda.

6. Rayu dengan hadiah
Hal ini terkadang berhasil. Hadiah yang bisa Anda tawarkan bisa apa saja, seperti memasak masakan kesukaannya, memijatnya, melakukan sesuatu yang selama ini Anda hindari tapi sebenarnya diinginkan suami, melakukan hobinya bersama-sama, sampai ‘servis’ ekstra di ranjang nanti malam.

7. Katakan terima kasih
Ucapkan kalau Anda akan sangat berterima kasih jika ia mau membantu Anda. Biasanya motivasi ini akan membuat suami Anda bergerak, karena ia merasa dapat meringankan beban istri tercintanya. Terima kasih dan pujian setiap kali suami selesai mengerjakan satu-dua hal untuk membantu Anda adalah kalimat yang mutlak diucapkan. Kalau ia merasa dihargai, bukan tak mungkin ke depannya nanti ia akan dengan senang hati berbagi porsi dalam mengerjakan hal-hal lain di dalam rumah tangga.
Kodrat wanita memang melayani rumah tangga, tetapi jangan sampai berkorban mati-matian dan melupakan kondisi tubuh, kebahagiaan, dan kesehatan untuk mengerjakan seluruh tanggung jawab pekerjaan rumah tangga sementara suami bermalas-malasan. Meski begitu, perhatikan juga bahwa suami biasanya memiliki kesibukan pekerjaan, sehingga jangan sampai malah ia yang berkorban untuk Anda.

(niq) – hanyawanita.com

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter