Kok, Si Kecil Selalu Membuang Mainannya, Ya?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

“Mainannya jangan dijatuhin terus dong, Nak!” pinta seorang ibu kepada buah hatinya. Reaksi ini tentu biasa dihadapi oleh para orangtua. Hanya saja, apakah mereka memperhatikan kebiasaan si anak tersebut. Dan apakah mereka sadar bahwa anak yang selalu menjatuhkan’ mainannya bisa berarti motorik halusnya bermasalah? Ya, ini yang harus dicermati para orangtua.

Motorik Halus Lemah

Menurut dr Tiara Aninditha SpS dari RS Tria Dipa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan batita yang memiliki kelemahan menggenggam, tanpa disertai dengan gangguan perilaku ataupun kelumpuhan otak dapat diartikan mengalami gangguan struktural otot. “Kegiatan yang dilakukan menggunakan tangan, termasuk menggenggam merupakan salah satu unsur dalam keterampilan motorik halus yang wajib dimiliki oleh anak,” tegas Tiara. Kegiatan lainnya meliputi, meraih benda, mengambil benda dan menjatuhkannya, memegang benda dengan telunjuk dan ibu jarinya, membuka telapak tangan serta memindahkan benda antara kedua tangannya.

Dalam melihat masalah ini, yang harus dipastikan adalah penelusuran riwayat kesehatan anak. Mulai dari riwayat kehamilan, riwayat kelahiran, perkembangan kesehatan serta perkembangan fisik maupun mentalnya sejak lahir hingga permasalahan tersebut muncul atau terlihat. Karena dengan catatan-catatan medis tersebut dapat diketahui dengan pasti apakah selain adanya kelemahan struktural otot kedua tangan juga terdapat penyebab lain terjadinya delay development yang berkaitan dengan lemahnya daya genggam anak tersebut.

Selain itu ditambahkan oleh Erfianne Cicilia Psi, dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, orangtua jangan marah dulu ketika melihat anaknya selalu menjatuhkan barang yang dia pegang. Fahami dulu apa yang terjadi pada anak, baru dekati, lalu lihat apa yang sebenarnya terjadi. Jika orangtua faham apa yang dia maksud, pasti pendekatannya pun berbeda. “Kan konyol, kalau seandainya si ibu terus marah saat anaknya membuang barang, padahal ternyata si anak memang tidak mampu menggenggam. Ada gangguan tertentu di motoriknya,” alas Fifi, begitu ia akrab disapa.

Alami Keterlambatan

Misalnya dalam riwayat kelahiran sang anak mengalami trauma jalan lahir atau terjadi pendarahan saat kehamilan, hal tersebut mungkin saja menjadi salah satu penyebab terjadinya delay development. Atau, untuk memastikan ada tidaknya gangguan pada syaraf otak ada baiknya melakukan CT Scan atau MRI. Jika setelah melakukan CT Scan atau MRI tidak ditemui kelainan pada fungsi otak maka dapat dilakukan tes selanjutnya.

Anak batita yang kemampuan menggenggamnya lemah atau dapat dikatakan kemampuan motoriknya lemah, biasanya disertai juga oleh kelemahan serta keterlambatan perkembangan lain, misalnya tidak mampu merangkak, tidak mampu melakukan gerakan jongkok lalu berdiri. Sangat jarang jika gangguan struktural otot yang dialami anak hanya sebatas gangguan pada kemampuan kedua belah tangan saja.

Fifi pun menerangkan, jika orangtua sudah melihat si anak (1-3 tahun) dari segi menggenggam terlihat tidak bagus, mereka harus lebih waspada. Pada dasarnya sejak usia 9 bulan, si kecil sudah mulai meraih barang-barang dan mainan. “Nah, kalau belum, berarti pada fase itu dia tidak terpenuhi motoriknya untuk meraih sesuatu. Dan agak terlambat juga, jika orangtua baru aware si anak memegang sesuatu selalu terjatuh saat dia berusia 2-3 tahun,” sesalnya.

Berikan Stimulus

Untuk melatih kekuatan otot tangan atau meminimalisisr gangguan struktural otot pada anak dapat dilakukan terapi. Sebelum melakukan terapi, hendaknya dipastikan dulu kelemahan anak berada di mana, benarkah yang bermasalah hanya pada kemampuan menggenggamnya saja atau meliputi gangguan struktural otot pada bagian tubuh lainnya. “Tes yang dapat dilakukan antara lain dengan menyuruh anak untuk jongkok lalu berdiri, lompat-lompat, merangkak melewati benda di atas kepalanya dibuat semacam terowongan,” ujar Tiara.

Dengan menjalani tes tersebut serta periksa ke dokter, maka dapat dilihat perkembangan kemampuan anak sudah sesuai dengan pergerakan usianya atau belum. Mengingat kecil kemungkinan hanya terdapat satu gangguan saja yang diderita anak maka terapi yang dilakukan tentu bukan saja untuk melatih kekuatan genggaman anak. Anak dapat diajarkan untuk mempertahankan menggenggam serta memegang bermacam benda, baik yang berukuran kecil maupun besar. Dapat dibantu oleh orangtua untuk menggenggam tangan anak guna mempertahankan benda yang sedang dipegang oleh anak.

Tapi ingat, saran Tiara, dalam melakukan kegiatan tersebut haruslah dengan terapis profesional. Hendaknya dilakukan sesering mungkin dan secara kontinyu, karena otak serta otot anak masih berkembang. Sehingga latihan yang disesuaikan dengan kemampuan serta usia dapat memaksimalkan kemampuan serta potensi anak. Dan untuk orangtua dapat mempelajari teknik-teknik yang dijalani untuk terapi, agar dapat melakukan terapi di rumah. Tidak perlu khawatir bagi para orangtua, karena jika permasalahannya karena gangguan struktural otot tanpa disertai dengan gangguan perilaku ataupun infeksi otak maka kemungkinan untuk meningkatkan kemampuan daya genggam batita Anda dapat dimaksimalkan dan ditingkatkan melalui latihan tersebut.

Fifi juga menambahkan, “Kita juga bisa memberinya kertas dan pulpen untuk dia belajar memegang dengan cara mencorat-coret di kertas itu. Paling tidak dengan cara itu, orangtua sudah menstimulasi sang anak untuk memegang benda. Bisa juga dengan meminta si anak untuk mengambil bajunya sendiri. Memang akan berantakan, tapi semua itu adalah proses belajar.” Satu lagi, tambah Fifi, untuk menstimulus motorik halus tangannya, si kecil juga bisa diajarkan merapikan mainannya sendiri. Tentu saja, orangtua harus ikut memberi contoh kepada permata hatinya.(lifestyle.okezone.com)

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter