Mengapa Wanita Saling Membenci?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Anda mungkin pernah mendengar seorang teman mengatakan, “Saya nggak suka Si A deh. Ketawanya dibikin-bikin.” Atau lain waktu, “Wah, Si B rajin amat! Cari muka sama Si Bos kali, ya?” Atau dalam kesempatan lain, “Dasar nggak punya otak! Bokongnya kegedean, sih!”

Anda yang kelewat sibuk dengan pekerjaan mungkin hanya akan geleng-geleng kepala mendengar percakapan seperti itu. Rasanya, tak ada wanita di kantor ini yang luput dari kritikan. Kerjanya rajin, dibilang cari muka. Salah menginput data, bokongnya yang jadi sasaran. Anda sendiri yang tak ingin ikut campur dalam perseteruan, dianggap tidak peduli. Wah, serba salah!

Hal seperti ini banyak terjadi di kantor di mana mayoritas karyawannya wanita, atau di tempat-tempat kost. Banyak hal yang menimbulkan kebencian, seperti persaingan merebutkan posisi tertentu, ketidakmampuan bekerja sama, atau hanya karena ada rekan yang dianggap tidak pantas menggunakan dandanan tertentu. Beberapa orang mengatakan, wanita saling membenci meskipun tidak ada alasan untuk membenci. They’re just being bitchy.

Menurut Kate Figes dari The Independent, seorang gadis tumbuh dengan harapan dapat berperilaku baik. Mereka dituntut untuk lebih suportif terhadap satu sama lain. “Namun seorang gadis juga manusia biasa, dan pengorbanan diri terlalu banyak membuat mereka tertekan, karena gadis baik-baik tidak akan menunjukkan kemarahan,” paparnya. Dengan membenci satu sama lain, “Wanita bisa mengekspresikan kemarahannya, perasaan tidak aman, dan ketidakbahagiaannya, namun dengan cara yang berbeda.”

Kebencian bisa muncul dari sikap kompetitif terhadap posisi dalam pekerjaan, dan terutama terhadap penampilan. Saat kampanye kepresidenan di Amerika, sebuah polling membuktikan bahwa pendukung mayoritas Sarah Palin (pasangan Senator John McCain) adalah kaum pria. Wanita yang diharapkan akan menjadi pemilih terbanyak justru mencaci Sarah Palin. Lepas dari kemampuan berpolitik Palin, wanita ini lebih banyak dipertanyakan mengenai kehidupan pribadinya. Ada perasaan tidak rela wanita seperti dia menjabat posisi calon Wakil Presiden.

Bahwa wanita juga lebih mudah memuji kecantikan wanita lain daripada pria mengakui ketampanan pria lain, hal ini juga merupakan tanda-tanda kompetisi tersebut. Wanita memiliki daya analisa untuk menilai sebuah kompetisi: apakah wanita cantik tersebut merupakan ancaman baginya? Kita mungkin tidak sadar bahwa kita terbiasa mengamati seorang wanita yang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seringkali kita tidak mengenal wanita tersebut, namun karena ia dianggap akan menyita perhatian kaum pria maupun wanita, seketika itu juga menjadi ancaman. Lalu muncul perasaan benci.

Wanita juga mudah bersaing justru karena mereka mirip satu sama lain. Wanita tak akan bersahabat dengan wanita lain yang sama persis dengan dirinya. Misalnya, selera tentang pakaian yang sama, selera terhadap pria yang sama. Ingat film Single White Female? Jika yang satu mulai meniru penampilan yang lain habis-habisan, timbullah semangat berkompetisi.

Kompetisi di antara wanita berbeda daripada persaingan di antara pria. Wanita berkompetisi secara emosional. Pria bersaing menggunakan alat (seperti kepalan tangan) atau mencoba mengalahkan yang lain melalui pengetahuan atau kemampuannya. Wanita bersaing dengan membaca pikiran pesaingnya, dan kadang-kadang bertujuan untuk melukai perasaannya. Jika pria meninggalkan arena persaingan dengan tubuh atau ego yang memar-memar, wanita terluka perasaannya.

http://jobcarer.blogspot.com/2009/03/mengapa-wanita-saling-membenci.html

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter