Mengenai Stres







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Stres adalah situasi ketegangan / tekanan emosional yang dialami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar, hambatan-hambatan, dan adanya kesempatan yang sangat penting yang dapat mempengaruhi emosi, pikiran, fisik seseorang.

(Hariandja: 305)- Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stress kerja ini tampak dari simpton, antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bias rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan. (Mangkunegara: 157)

2.2 Faktor Penyebab Stres

  1. Beban kerja yang dirasakan terlalu berat
  2. Waktu kerja yang mendesak (seperti deadline)
  3. Kualitas pengawasan kerja yang rendah
  4. Iklim kerja yang tidak sehat
  5. Orientasi kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab
  6. Konflik kerja
  7. Perbedaan nilai antara karyawan dengan pemimpin yang frustasi dalam kerja

(Mangkunegara:157)

Menurut Hasibuan:

  1. Beban kerja yang sulit dan berlebihan
  2. Tekanan dan sikap pemimpin yang kurang adil dan wajar
  3. Waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai
  4. Konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja
  5. Balas jasa yang terlalu rendah
  6. Masalah keluarga (seperti dengan anak, pasangan, mertua dll)

(Hasibuan: 204)

Gambar 1. Faktor-faktor yang menimbulkan stress

STRESSOR1. Pekerjaan dan Lingkungan- Beban kerja- Konflik peran

– Wewenang yang tidak seimbang

– Ketidakjelasan tugas

– Lingkungan kerja  tidak menyenangkan

– Rekan kerja yang tidak menyenangkan

2. Lingkungan

– Kematian suami atau istri

– Perceraian

– Kenakalan anak

(Hariandja: 305)

2.3 Gejala Stres

Gejala adalah penampakan dari suatu sikap atau perasaan. Penampakan rasa senang bisa dalam bentuk tertawa, ceria, dan girang, dan penampakan rasa tidak senang bisa dalam bentuk diam, murung, marah, dan lain-lain, atau dapat juga dikatakan indikasi atau tanda-tanda dalam berbagai bentuk dari sesuatu yang abstrak.

Stres sebagai ketegangan atau tekanan emosional yang dialami seseorang dan abstrak gejalanya, oleh para ahli dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Gejala fisik, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada metabolisme organ tubuh seperti denyut jantung yang meningkat, tekanan darah yang meningkat, sakit kepala, dan sakit perut yang bisa kita alami dan harus diwaspadai.
  2. Gejala psikologis, yaitu perubahan-perubahan sikap yang terjadi seperti ketegangan, kegelisahan, ketidaktenangan, kebosanan, cepat marah, dan lain-lain.
  3. Gejala keperilakuan, yaitu perubahan-perubahan atau situasi di mana seseorang menurun, absensi meningkat, kebiasaan makan berubah, banyak minum minuman keras, tidak bisa tidur, berbicara tidak tenang, dan lain-lain.

2.4 Pendekatan Stres Kerja

Ada empat pendekatan terhadap stres kerja, yaitu dukungan social (social support), meditasi (meditation), biofeedback, dan program kesehatan pribadi (personal wellness programs). Pendekatan tersebut sesuai dengan pendapat Keith Davis dan John W. Newstrom, (1989:490)yang mengemukakan bahwa “Four approaches that of ten involve employee and management cooperation for stress mangement are social support, meditation, biofeedback, and personal wellness programs“.

  1. Pendekatan Dukungan Sosial

Pendekatan ini dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan memberikan kepuasan social kepada karyawan. Misalnya, bermain game, lelucon, dan bodor kerja.

  1. Pendekatan Melalui Meditasi

Pendekatan ini perlu dilakukan karyawan dengan cara berkonsentrasi ke alam pikiran, mengendorkan kerja otot, dan menenangkan emosi,. Meditasi ini dilakukan selama dua periode waktu masing-masing 15-20 menit. Meditasi bisa dilakukan di ruangan khusus. Karyawan yang beragama Islam bisa melakukannya setelah shalat Dzuhur melalui doa dan zikir kepada Allah SWT.

  1. Pendekatan Melalui Biofeedback.

Pendekatan ini dilakukan melalui bimbingan medis. Melalui bimbingan dokter, psikiater, dan psikolog, sehingga diharapkan karyawan dapat menghilangkan stress yang dialaminya.

  1. Pendekatan Kesehatan Pribadi

Pendekatan ini merupakan pendekatan preventif sebelum terjadinya stress. Dalam hai ini karyawan secara periode waktu yang kontinu memeriksa kesehatan, melakukan relaksasi otot, pengaturan gizi, dan olaharaga secara teratur.

(Mangkunegara:157)

http://dikkyprima.wordpress.com/2008/12/27/mengenai-stres/

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter