Merawat Peredam Kejut Agar Tetap Lembut







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Menjaga kualitas peredam kejut (shockbreaker) sebenarnya cukup dengan memperlakukannya dengan baik dan halus. Walaupun tersembunyi dan biasanya jarang mendapat perhatian, peredam kejut memainkan peranan yang amat penting dalam pengendalian kendaraan, menjamin kenyamanan mengemudi, dan memperpanjang ‘hidup’ komponen lain.

Berhemat dengan tetap memaksakan penggunaan peredam yang sudah ‘tua’, dengan sendirinya mengambil risiko mengemudi. Peredam bekas memberikan jarak pengereman lebih panjang, memperpendek jangka waktu penggunaan roda, dan dapat menyebabkan mobil selip ketika hujan.

“Merawat peredam kejut adalah wajib agar komponen ini tetap bekerja maksimal,” ujar Cakra Wiyata, Business Development ZF Trading Asia Pacific Pte Ltd, produsen Sachs, Senin (5/1/2004). Efektivitas peredam kejut merupakan hal pokok dalam keselamatan berkendara. Shockbreaker yang efektif dapat memberikan keamanan lebih dengan membantu mobil saat pengereman mendadak.

Peredam kejut berdasarkan prinsip operasionalnya urainya, terbagi atas dua jenis yakni yang menggunakan oli dan gas. Peredam kejut oli yang mempunyai dua tabung kerja atau disebut twintube pressurized shock. Di saat bekerja oli akan dipindahkan dari satu tabung ke tabung lain, karakteristik damping diatur oleh katup-katup piston.

Sementara jenis peredam kejut gas hanya memiliki satu tabung kerja (monotube pressurized) yang terpisah menjadi dua ruangan, di mana ruangan bawah terisi oleh gas nitrogen. Karakteristik damping ditentukan oleh katup piston dan tekanan balik gas nitrogen.

Kegunaan peredam kejut adalah mengatur pergerakan yang timbul dari suspensi, terutama kerja per, menjaga stabilitas sasis dan badan mobil, walau melalui jalan bergelombang.

Menurut Cakra, langkah pertama adalah memeriksa peredam kejut yang ada di bagian bawah mobil. Jika ada rembesan oli, entah itu di bagian luar tabung atau di batang piston, maka saatnya kita mengganti. Jika ditemukan bagian luar tabung penyok, itu tandanya terbakar. Langkah kedua, tekan dan lepaskan salah satu sudut mobil. Peredam kejut yang masih berfungsi baik akan segera kembali. Bila mobil butuh waktu beberapa saat untuk kembali, itu tandanya peredam kejut mobil sudah tak efektif.

Ada juga cara lain untuk meneliti kemampuan peredam kejut yakni dengan mengendarai mobil ke parkir area yang luas, tekan gas hingga kecepatan 100 km/jam, dan injak rem mendadak. Ketika kendaraan berhenti, perhatikan apakah bagian depan mobil anda tetap meluncur seperti burung di atas permukaan gelas? Jika ya, maka sudah waktunya untuk mengganti peredam kejut baru.

Menurut Cakra, pada dasarnya perawatan peredam kejut tidaklah sulit. Semuanya bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke bengkel. “Seperti ganti oli, pengecekan peredam kejut juga bisa dilakukan berkala, yaitu setiap 20.000 km atau 1 tahun, sehingga kondisinya selalu terkontrol,” ucapnya.

Sementara menurut Stefanus Endang, pemilik Bengkel Alfa Omega di kawasan Sawah Besar, Jakarta, biasanya kerusakan peredam kejut selalu terjadi karena perilaku kasar dari pemakai dan tak pernah dibersihkan. Yang perlu diperhatikan sambungnya, hindari penggunaan pengencang baut yang menggunakan listrik (berbentuk seperti pistol), karena akan merusak ulir batang piston.

Yang benar adalah dengan memakai kunci pas yang dapat disetel torsi maksimum kekencangannya. Kunci pas biasa juga bisa digunakan, asal jangan terlalu keras dan harus pakai feeling. Jangan menjepit batang piston memakai tang saat pemasangan atau melepaskan komponen. Penggunaan tang dapat menyebabkan baret pada batang piston yang akan merusak seal piston pada saat bekerja.

“Yang penting jangan ambil risiko dengan peredam kejut Anda. Bila sudah tidak efektif, peredam kejut akan menguras uang kita,” tegas Stefanus.

Sumber:
Sinar Harapan

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter