Pasangan Selingkuh, Umum dan Wajar?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Katanya, bersikap setia itu sulit. Ketidaksetiaan dianggap wajar dan umum terjadi. Tetapi pada kenyataannya tidak sedikit orang yang masih bersikap setia. Orang yang biasa berganti-ganti pasangan sebetulnya menciptakan bahaya untuk dirinya sendiri juga orang lain dan dia tidak menyadari apa yang dilakukannya.

Konon, banyak alasan yang melandasi orang untuk tak setia. Mau tahu apa saja alasan-alasan itu?

1. SUDAH UMUM
Sebuah penelitian menunjukkan, setengah dari pria menikah dan sepertiga dari wanita menikah pernah berselingkuh. Tapi tentu saja masih ada orang-orang yang setia. Tanpa keinginan untuk setia, kedekatan suatu hubungan sulit tercipta dan perkawinan hanya akan menjadi “penjara”. Orang yang dikhianati pasangannya biasanya akan melakukan balas dendam dan membuat orang yang mengkhianatinya sengsara.

2. MENYELAMATKAN PERKAWINAN
Ada yang beranggapan, perselingkuhan justru baik karena dapat memulihkan kejenuhan suatu perkawinan. Revolusi seksual, filosofi playboy, dan kehidupan kosmopolitan mendukung ketidaksetiaan sebagai cara untuk mempertahankan kejantanan seorang pria, kewanitaan seorang perempuan, dan keutuhan sebuah perkawinan. Para wanita didorong untuk lebih berani dalam mengekspresikan fantasi seksual mereka sebagai persamaan hak. Memang betul, perselingkuhan yang merupakan krisis ketidaksetiaan dapat menggoncang sebuah perkawinan yang kuat, namun krisis apa pun dapat memberikan fungsi pencetus yang sama.

3. TIDAK CINTA LAGI
Perkawinan pada awalnya tidak memiliki masalah sebelum perselingkuhan terjadi dan pernyataan bahwa mereka tidak menyintai pasangannya hanya merupakan usaha untuk membenarkan perselingkuhan yang mereka lakukan. Jatuh cinta tidak dapat melindungi nafsu birahi seseorang. Tidak mencintai suami/istri bukan merupakan alasan untuk berkhianat.

4. KEBUTUHAN SEKS
Seorang “pecandu” seks selalu merasa kurang puas akan hubungan seks yang dilakukan dengan pasangan pernikahannya. Alhasil, mereka mencari kepuasan dengan berselingkuh dan bagi mereka hubungan seks yang dilakukan karena perselingkuhan lebih menegangkan, menantang, menyenangkan, dan menggairahkan, tanpa memikirkan akibat dari perilaku buruknya itu.

5. KESALAHAN PASANGAN
Sebetulnya hal ini merupakan salah satu trik untuk menutupi kesalahan dan kekurangan diri mereka sendiri. Mereka menyalahkan perkawinan itu sendiri (terlalu cepat menikah, terlalu terlambat menikah, menikah karena pelarian) atau sifat buruk dari pasangannya yang tidak dapat berubah. Di dalam perkawinan setiap orang dapat membuat pasangannya sengsara tetapi tidak dapat membuat pasangannya untuk tidak berselingkuh.

6. PURA-PURA TAK TAHU
Banyak orang yang memilih menghindari kenyataan dan tidak peduli dengan perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. Mendiamkan perselingkuhan justru membuat perselingkuhan tersebut semakin menjadi, menimbulkan orientasi yang salah yang tidak memikirkan kesehatan, serta tidak mempedulikan ketidaksetiaan pasangannya. Pada kenyataannya, membohongi diri sendiri dan sikap menyangkal yang terus-menerus, merupakan aspek yang paling tidak dapat dimaafkan.

7. HUBUNGAN BERMASALAH
Bila Anda tidak bahagia dengan hubungan yang sedang dijalani, Anda cenderung untuk mencari kebahagiaan di tempat lain.

8. BOSAN
Jika Anda bosan dengan kehidupan/hubungan yang sedang dijalani, perselingkuhan merupakan petualangan yang menyenangkan.

9. TAK PERCAYA DIRI
Anda merasa perlu meyakinkan diri sendiri bahwa Anda masih menarik dan dicintai.

Dok.Nova

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter