Penanganan Gizi Buruk Melalui Posyandu







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Penderita gizi buruk di Jember masih saja dijumpai dikalangan masyarakat baik itu di kawasan perkotaan maupun pedesaan, meski Kabupaten Jember jumlah penderita gizi buruk tidak sebanyak kabupaten lain di Jawa Timur khususnya di wilayah tapal kuda.

Namun demikian Pemkab Jember dalam hal ini dinas kesehatan terus melakukan upaya serius dalam menekan jumlah penderita gizi buruk, salah satu langkah konkrit yang tengah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pemkab Jember dengan mengaktifkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Dengan kegiatan yang ada di Posyandu salah satunya adalah penimbangan balita bisa diketahui jumlah penderita gizi buruk maupun kurang gizi, bila ditemui balita mengalami gizi buruk maka dinas kesehatan akan melakukan upaya penanganan terhadap penderita untuk dirujuk ke rumah sakit guna mendapat perawatan secara intensif.

Di Kabupaten Jember sendiri kasus gizi buruk selama lima tahun terakhir ini cenderung mengalami penurunan, bahkan kecamatan di bagian Jember utara seperti misalnya Kecamatan Jelbuk yang dulunya pada tiap tahunnya menjadi langganan penderita gizi buruk kini sudah berkurang jumlahnya Seperti yang disampaikan oleh dr.Olong Maulana Fajri, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember, kasus gizi buruk timbul karena adanya keengganan anggota masyarakat yang malas untuk datang ke posyandu menimbangkan bayinya. Selain itu, kasus gizi buruk juga diakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi yang cukup pada balita, hal ini dikarenakan rendahnya pendapatan masyarakat sehingga pola gizi makanan balita tidak terpenuhi dengan baik. “Penanganan kasus gizi buruk tersebut, Dinas Kesehatan Pemkab Jember telah menganggarkan dana, sehingga begitu ada kasus gizi buruk maka dinas kesehatan melakukan langkah-langkah untuk memulihkan kondisi balita penderita gizi buruk tersebut”. Ungkapnya.

Gizi buruk biasanya terjadi diawali dengan kekurangan gizi yang tidak segera mendapat penanganan dari orang tua, sehingga bila sudah terjadi gizi buruk maka yang balita tersebut rentan akan penyakit lainnya seperti TBC, karena kondisi badan atau metabolism tubuh yang lemah. sehingga bisa menyebabkan kematian pada penderita gizi buruk. Gejala awal dari gizi buruk pada balita ditandai dengan diare dan tubuh yang membengkak, diikuti oleh kulit yang mengelupas, bahkan wajah balita kelihatan keriput seperti orang yang sudah tua padahal masih balita,” jelas Olong.

Lebih lanjut Olong juga menjelaskan, Kekurangan gizi merupakan penyebab utama pada tingkat kecerdasan balita yang tidak maksimal, balita akan mengalami pertumbuhan yang sangat lambat dibanding balita yang lainnya. Balita yang mengalami gizi buruk bisa mengakibatkan terjadi ketidak seimbangan antara berat badan dan tinggi badan dengan umur, balita akan menjadi gampang menangis atau rewel tanpa sebab yang jelas dan susah untuk tidur.

Oleh karena itu, kata Olong, jika ada orangtua yang memiliki balita dengan gejala-gejala serupa, diharapkan orangtua harus cepat dan tanggap untuk memeriksakan anaknya ke posyandu, bidan desa, puskesmas, maupun rumah sakit. Mengingat pemerintah telah menempatkan bidang kesehatan sebagai salah satu dari empat prioritas pembangunan utama, termasuk salah satunya memberi perhatian serius pada penanganan gizi buruk.

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi juga menjelaskan bahwa upaya keseriusan Dinkes untuk menekan jumlah penderita gizi buruk melalui posyandu atau bakhakn puskesman di Kabupaten Jember, merupakan langkah yang perlu dukungan semua pihak, tidak hanya dukungan pemerintah melainkan dukungan masyarakat melelui kesdaran masyarakat untuk setiap saat membawa balitanya ke posyandu-posyandu yang ada, sehingga kedepan di Kab Jember tidak ada lagi penderita gizi buruk. Mengingat balita atau anak merupakan aset bangsa yang harus diselamatkan dari gizi buruk, dengan terpenuhinya kebutuhan gizi yang cukup setiap harinya maka balita tersebut akan tumbuh dengan memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga bisa menjadi generasi muda harapan bangsa kelak dikemudian hari.

Agoes juga mengingatkan pada masyarakat bahwa kesehatan juga merupakan salah satu program yang saat ini di galakkan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk meningkatkan Human Development Indexs (HDI) dalam rangka memenuhi target Mellenium Developomen Golds (MDG’s) yang telah menjadi kesepakan bersama negara-negara berkembang termasuk Indonesia, ungkapnya.(mc_humsd/jbr/jb 3)

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter