Pheromones, Hormon Pengikat Pria







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Anda mungkin sering bertanya-tanya, apa yang membuat anda begitu tertarik terhadap wanita tertentu? padahal terhadap wanita lain anda bersikap biasa saja.

Daya pesona yang dipancarkan seorang wanita untuk menarik hati pria berasal dari sinyal kimia yang disebut Pheromones. Penelitian tentang fenomena Pheromone ini dilakukan pertama kali oleh dua orang ahli asal Universitas Vienna yaitu Prof. Karl Grammer dan Astrid Juette.

Ada 66 pria menjadi relawan dalam penelitian tersebut. Tanpa disadari oleh para pria tersebut, pheromones dalam kadar tertentu ditebarkan di dalam ruangan. Kemudian mereka diperlihatkan foto sejumlah wanita sambil diperdengarkan suara wanita yang dilihatnya di dalam foto.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa kadar testosteron pria akan meningkat setelah menghirup aroma pheromones. Persepsi si pria terhadap menariknya seorang wanita di awali dengan pesan kimiawi yang dipancarkan dari tubuh seorang wanita. Dari penelitian diatas ditemukan bahwa terjadi perbedaan persepsi antara pria yang menghirup pheromones dengan yang tidak.

Menurut Prof. Grammer, fenomena pheromone telah ada di bumi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Jika seorang wanita yang secara fisik kurang menarik, akan menebarkan pesonanya melalui pheromones untuk menarik lawan jenisnya, sementara wanita yang memiliki fisik menarik tidak akan merasa terusik. Dengan cara itu, sistem pheromone ini membantu seseorang untuk menemukan pasangan yang cocok secara biologis.

Dalam sebuah presentase di London, para peneliti mengatakan bahwa produksi pheromone dalam diri akan terhentu jika siwanita mengkonsumsi pil KB.

Sementara itu, Professor Chaterine Dulac dari Harvad mengatakan bahwa organ tubuh yang bertugas menerima ransangan dari pheromones adalah Vomerosonal Organ (VNO). VNO ini terdiri atas sejumlah sel syaraf yang berbentuk biji ramping dan berada di belakang lubang hidung.

Dalam situasi yang normal, VNO akan segera mentransfer sinyal pheromones ke dalam otak yang bertanggung jawab terhadap instinktif atau alam bawah sadar.

Profesor Chaterine memperkirakan bahwa karena adanya mutasi gen pada manusia membuat kemampuan VNO mendeteksi hormon pheromone tidak berkembang.

Ingin tahu bagaimana cara meningkatkan jumlah hormon Pheromone dalam diri anda? Hasil penelitian para ilmuwan menghasilkan sebuah temuan baru. Temuan ini adalah sebuah parfum Pheromone yang bisa di gunakan pria maupun wanita.

http://www.Konseling.net

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter