'Punuk Janda' di Punggung Wanita Tua







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Pernahkan Anda melihat orang-orang yang sudah lanjut usia memiliki punuk di punggungnya? Punuk ini biasanya sering dialami wanita tua sehingga disebut ‘punuk janda’. Bagaimana bisa terbentuk punuk ini?

‘Punuk janda’ hanyalah istilah yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk menyebut orang yang bungkuk atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan kifosis.

Kifosis adalah lengkungan ke depan pada punggung bagian atas (bungkuk). Biasanya pembungkukan terjadi secara berlebihan, yaitu lebih dari 50 derajat, sehingga punggung akan terlihat memiliki punuk (daging yang menonjol pada tengkuk).

Orang yang mengalami kifosis bisa terlihat normal atau dapat mengembangkan punuk, tergantung pada derajat kelengkungan yang dialaminya.

Hal ini bisa mempengaruhi segala usia, tapi lansia adalah yang paling rentan karena diperburuk dengan osteoporosis. Pada lansia, kifosis bisa jadi tanda klasik osteoporosis.

Kifosis yang ringan mungkin hanya menyebabkan beberapa masalah yang tidak serius. Tapi pada tingkat yang parah, kifosis pada mempengaruhi paru-paru, saraf serta jaringan dan organ lainnya.

Dilansir dari Mayoclinic, Kamis (5/8/2010), beberapa penyebab kifosis antara lain:

1. Osteoporosis, suatu-penyakit penipisan tulang yang terkait dengan patah tulang.
2. Arthritis degeneratif tulang belakang, yang dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan tulang belakang.
3. Ankylosing spondilitis, peradangan arthritis yang mempengaruhi tulang belakang dan dekat sendi.
4. Gangguan jaringan ikat, seperti sindrom Marfan yang dapat mempengaruhi jaringan ikat yang kemampuan untuk menahan sendi pada posisi yang tepat.
5. Tuberkulosis dan infeksi tulang belakang lain, yang dapat mengakibatkan kerusakan sendi.
6. Kanker atau tumor jinak yang memengaruhi tulang dan tulang belakang
7. Spina bifida, cacat lahir yang mana tulang belakang tidak membentuk sepenuhnya dan menyebabkan cacat sumsum dan tulang belakang.
8. Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan, seperti cerebral palsy, polio dan kaku tulang.

Gejala-gejala kifosis bisa meliputi seperti postur tubuh membungkuk, sakit punggung ringan, nyeri tulang belakang, atau kelelahan.

Pengobatan tergantung pada penyebab dan tanda-tanda dan gejala. Salah satu cara pengobatan adalah dengan latihan untuk memperkuat otot punggung. Atau jika tingkat keparahan bungkuk tinggi maka bisa juga dilakukan dengan operasi.

Sebelum ‘punuk janda’ menyerang, ada baiknya melakukan tindakan pencegahan, seperti duduk dengan sikap lurus yang dapat mengurangi tekanan yang berlebihan, yang dapat memberikan kontribusi kelengkungan kiphosis.

Selain itu, lakukan olahraga yang menguatkan kembali otot punggung dan memperbaiki postur tubuh, atau dengan melakukan terapi fisik.

Tapi bagi orang yang telah mengembangkan osteoporosis sebelumnya, sebaiknya hindari latihan berat di sekitar punggung. Sebagai gantinya, lakukan latihan yang lembut dan dapat meluruskan batang dan punggung.

Namun, ada jenis kifosis yang tidak dapat dicegah, yaitu kifosis Scheuermann dan kifosis bawaan. Latihan dan terapi fisik hanya bisa menghambat perkembangan kifosis Scheuermann.

sumber : detikHealth

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter