Supporter is a Leader







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Maaf, kalau terasa agak gaya-gayaan karena menggunakan judul berbahasa Inggris. Tapi apa boleh buat karena topik yang akan saya diskusikan dengan Anda saat ini bersumber dari seorang Wealth Consultant, Roger Hamilton.

Dia membagi jalur alamiah berdasarkan cara kita bersikap sehari-hari menjadi delapan: mechanic, creator, star, lord, supporter, accumulator, trader dan deal maker. (Oops, Anda mungkin tahu lebih banyak daripada saya tentang hal ini, mungkin). Tapi, tidak apa, kepada yang memang sudah tahu banyak tentang itu, mohon maaf karena akan saya ulang sedikit.Saya justru lebih tertarik dengan kelompok supporter dalam pembagian yang dilakukan Roger Hamilton. Karena di buku Tung Desem Waringin, “Financial Revolution”, contoh orang di kelompok supporter ini justru Jack Welch.  Lalu apa yang menarik? Lho, justru sangat menarik karena selama ini Jack Welch dianggap sebagai orang kedua yang membawa sesuatu yang besar bagi General Electric, setelah Thomas Alfa Edison, sang pendiri. Mengapa Jack Welch dianggap supporter padahal dia jelas-jelas dianggap sebagai seorang leader oleh banyak orang? Begitu tanya kawan saya.

Lho seorang leader kan harus juga men-support orang-orang yang dia pimpin? Tanya balik dari kawan saya yang lain. Lalu apa masalah kalau seorang leader dianggap sebagai supporter? Tanya dia lagi. Masalah dong, seorang leader kan harus memberi contoh. Memang kadang-kadang leader memberi support kepada anggota kelompok, tetapi bukan supporter. Kalau sudah disebut supporter kan berarti dia hanya mendukung, tidak pernah lead. Masuk akal juga pendapat kawan saya ini. Jadi masuk akal kalau dia tidak terima Jack Welch dianggap sebagai supporter, karena begitu kagumnya dia pada Jack Welch. Hmm. Tapi saya coba ingat-ingat tulisan, kata-kata, dan apapun yang berkaitan dengan Jack Welch dan General Electric di jaman beliau.

Saya mencoba mengingat-ingat apakah seperti yang dikutip Pak Tung di bukunya, bahwa Jack Welch dapat dikategorikan sebagai seorang supporter. Saya pernah teringat beberapa tulisan tentang manajemen sekitar sepuluh tahun yang lalu yang menyatakan ketika Anda punya ide dan ingin ide tersebut dimanfaatkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, maka juallah ide tersebut kepada atasan. Tetapi secara halus Anda sodorkan seolah-olah ide Anda itu hanya perwujudan dari keinginan atau ide kasar beliau. Maka ide itu akan beliau ambil dan pergunakan di tempat Anda bekerja, sekaligus beliau akan jatuh cinta kepada Anda sehingga Anda akan lebih mudah mendapatkan promosi.

Tetapi itu pun masih ada yang membantah dengan menyatakan itu berlaku sejauh beliau masih punya kuasa untuk mempengaruhi sistem kenaikan pangkat di perusahaan tempat Anda bekerja. Menurut orang yang membantah, karena belum tentu juga beliau akan ingat untuk mengusulkan Anda dipromosikan. Waduh! Tetapi mari kita lewatkan hal tentang promosi. Kita coba lihat bahwa ketika beliau merasa bahwa ide kita hanya perwujudan dari ide kasar beliau, maka beliau akan serta merta mengerjakan dan memberlakukan ide itu dengan penuh semangat di perusahaan tempat Anda bekerja. Ya kan? Begitu pula yang terjadi ketika Anda ingin memotivasi bawahan Anda. Ketika ide yang sudah sedemikian rupa dia siapkan dalam bentuk proposal yang tidak begitu jelas, jangan jadikan itu masalah. Hanya dua hal saja yang perlu benar-benar Anda jadikan pertimbangan bukan?

Berapa banyak pengorbanan perusahaan dalam sumber daya manusia, waktu dan uang yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide tersebut, itu hal yang paling awal. Kedua, berapa banyak manfaat dalam hal pendapatan, penghematan waktu, atau peningkatan produktifitas/kinerja. Ketika dua hal tersebut memberikan jawaban yang sangat baik dan dapat terukur serta mudah diperbandingkan, maka biarkan saja ide tersebut berjalan, walaupun proposal yang diajukan tidak begitu jelas. Biarkan dia yang melaksanakan perwujudan dari porposal tersebut. Maka dia akan senang melaksanakan hal tersebut dan karena itu pula dia akan melaksanakan ide tersebut sepenuh hati dan sukses. Tentu Anda sudah baca tulisan-tulisan atau buku-buku yang  berkaitan dengan Jack Welch atau tentang General Electric di masa beliau, bukan?

Dapatkah Anda lihat bagaimana beliau mendorong semua bawahan beliau untuk menjalankan banyak program demi membuat pengetahuan para pegawai menjadi meningkat. Beliau juga sangat mendukung upaya para pegawai untuk memegang black belt dalam pengelolaan perusahaan memanfaatkan konsep six sigma.  Benar-benar mendukung dengan sepenuh hati. Beliau bersedia meluangkan banyak waktu untuk bertemu dengan banyak pegawai GE, bicara langsung dari hati ke hati. Bukan hanya memberi pengarahan, tetapi sekaligus mendengarkan langsung keluhan yang muncul dalam kesempatan pertemuan yang dibuat. Sehingga setiap orang merasa mendapatkan dukungan. Sehingga semua orang bahagia karena sudah didengarkan, bukan hanya oleh manager tetapi oleh CEO. Jack Welch is a supporter and it makes him a great leader.

http://www.halamansatu.net

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter