Tahukah Kamu?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Remote Control Bisa Sebabkan Flu, Rokok Membuat Anda Cepat Tua ,Sering Menggunakan HP Sebabkan Alergi,Alkohol Dapat Menciutkan Volume Otak,MP3 Dapat Merusak Gendang Telinga. BACA Artikel selengkapnya disini.

Seiring dengan datangnya musim hujan, ancaman flu mengintai. Karena itu ada baiknya Anda mengetahui tempat-tempat virus pembawa penyakit tersebut berkembang biak.Para peneliti dari Universitas Virginia, AS, memperingatkan jika ada keluarga atau siapa pun di rumah Anda yang terserang flu, berhati-hatilah dengan remote control televisi atau pegangan kulkas Anda. Karena hasil studi mereka menunjukkan para penderita flu kerap meninggalkan kuman penyakit di tempat-tempat itu dan kuman-kuman tersebut mampu bertahan hidup selama lebih dari dua hari.

Studi itu melibatkan 30 orang dewasa yang menunjukkan gejala-gejala awal flu. Sebanyak 16 dari mereka terbukti positif terjangkit rhinovirus, penyebab separuh dari semua jenis flu. Para responden diminta menyebutkan 10 tempat di rumah yang mereka sentuh dalam 18 jam terakhir.

“Kami menemukan area-area yang umum disentuh seperti kulkas dan pegangan pintu sekitar 40% positif terdapat kuman-kuman flu,” kata Dr Birgit Winther, spesialis telinga, hidung, dan tenggorok yang turut membantu studi tersebut.

Dalam studi itu terungkap 6 dari 18 gagang pintu, 8 dari 14 pegangan kulkas, 3 dari 13 sakelar lampu, 6 dari 10 remote control terkontaminasi rhinovirus. (mi/ais)
Rokok Membuat Anda Cepat Tua

HASIL studi Dr Arto Y Stranberg dan timnya dari Universitas Helsinki, Finlandia, menyebutkan pria perokok, selain berpeluang besar mati muda, memiliki kualitas hidup buruk seperti orang yang berusia 10 tahun lebih tua. Bahkan, penurunan kualitas hidupnya terus berlangsung meski telah berhenti merokok.”Efek negatif yang besar terutama terlihat di kalangan perokok berat (lebih dari 20 batang rokok per hari) yang kehilangan sekitar 10 tahun dari angka harapan hidup mereka. Mereka yang berhasil bertahan akan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan,” ungkap Strandberg.

Studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine edisi 13 Oktober itu menganalisis data 1.658 pria yang lahir pada 1919-1934, yang diwawancarai pada 1974. Dua puluh enam tahun kemudian didapatkan data 372 orang telah meninggal.

Para peneliti menyimpulkan pria yang tidak pernah merokok memiliki hidup rata-rata 10 tahun lebih lama ketimbang pria yang merokok lebih dari 20 batang per hari. (health/mi/ais)
Sering Menggunakan HP Sebabkan Alergi

Banyak ahli memperingatkan kepada pengguna telefon genggam akan munculnya bintik merah di kulit sebagai reaksi akibat nikel di telefon genggam mereka, demikian laporan media Selasa.Pang tak dapat dijelaskan pada pipi atau telinga bnyak orang mesti siap menghadapi alergi kulit yang Kelompok itu, yang mengutip studi yang disiarkan, menyatakan bahwa bintik berwarna merah dan gatal yang dikenal sebagai “dermatitis telefon genggam”– mempengaruhi orang-orang yang terserang reaksi alergi permukaan nikel pada telefon genggam setelah menghabiskan banyak waktu saat menggunakan peralatan tersebut. dokter untuk selalu mengingat jika mereka melihat seorang pasien

Kelompok Inggris itu menyatakan banyak dokter tak menyadari telefon genggam dapat mengakibatkan kondisi tersebut.

Keprihatinan keamanan mengenai telefon genggam telah meningkat saat makin banyak orang mengandalkan perangkat itu untuk komunikasi setiap hari, meskipun bukti hingga kini telah memberi teknologi tersebut rancangan kesehatan bersih ketika sampai pada kondisi serius seperti kanker otak.

“Dalam kasus dermatitis telefon genggam, bintik merah tersebut secara khas muncul di pipi atau telinga, tergantung atas bagian logam telefon itu yang terkena kontak dengan kulit,” kata kelompok tersebut dalam satu pernyataan.

Nikel adalah logam yang ditemukan dalam berbagai produk, mulai dari telefon genggam hingga permata bahkan ikan pinggang dan merupakan penyebab paling umum dari dermatitis alergi kontak, kata Mayo Clinic di Amerika Serikat.

Awal tahun ini, Lionel Bercovitch dari Brown University di Providence, Rhode Island, dan rekannya menguji 22 handset terkenal dari delapan pabrik berbeda dan mendapai nikel pada 10 peralatan itu. (ant/pit)

Alkohol Dapat Menciutkan Volume Otak

Makin banyak alkohol yang diminum seseorang, makin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang disiarkan dalam jurnal AS, Archives of Neurology, terbitan Oktober.

Volume otak berkurang sejalan dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dasawarsa, dengan disertai oleh peningkatan “lesion” putih, demikian keterangan latar-belakang dalam artikel tersebut. “Lesion” adalah jaringan tidak normal yang ditemukan di dalam organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma, demikian diwartakan Xinhua.

Volume otak yang lebih rendah dan “lesion” putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan “dementia” dan gangguan berfikir, belajar, dan ingatan.

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang telah berhubungan dengan resiko lebih rendah serangan jantung; karena otak menerima darah dari sistem itu, para ahli telah memperkirakan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit juga mungkin menipiskan kecenderungan yang berhubungan dengan usia pada volume otak.

Para peneliti dari Wellesley College, Massachussett dan rekannya mempelajari 1.859 orang dewasa –rata-rata berusia 60 tahun. Antara 1991 dan 2001, peserta studi itu menjalani “magnetic resonance imaging” (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Mereka melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, serta usia, pendidikan mereka, dan faktor lain.

“Kebanyakan peserta melaporkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil, dan pria lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan untuk menjadi peminum sedang atau berat,” kata penyusun tulisan itu. “Ada hubungan linear negatif yang mencolok antara konsumsi alkohol dan volume total otak.”

Meskipun pria lebih mungkin untuk meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata mereka. (ant/pit)

MP3 Dapat Merusak Gendang Telinga

Jutaan kaum muda bisa mengalami kerusakan permanen pada pendengaran jika mendengarkan pemutar MP3 dengan volume terlalu keras selama lebih dari lima jam setiap pekan.

Kerusakan pendengaran secara permanen itu akan timbul setelah lima tahun menjalani kebiasaan tersebut.

Para ilmuwan Uni Eropa (UE) , awal pekan ini mengingatkan bahwa anak-anak dan remaja harus dilindungi dari semakin tingginya tingkat kekerasan suara, termasuk dari telefon seluler.

Sekelompok peneliti diminta Komisi Eropa untuk melakukan penelitian, dan kesimpulan Komisi itu, “terdapat kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai penggunaan generasi baru pemutar musik pribadi yang dapat menghasilkan suara sangat kencang tanpa mengurangi kualitas.”

Komisi yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa tersebut dalam pernyataannya menyebutkan semakin banyak kaum muda berada dalam ancaman yang berarti, karena mendengarkan musik bising.

“Risiko kerusakan pendengaran tergantung dari tingkat suara dan lama mendengarkan,” ungkap komisi tersebut.

Menurut para ilmuwan dari komisi tersebut, antara 50 dan 100 juta orang setiap hari mendengarkan pemutar musik portabel.

Jika lima jam dalam sepekan mereka mendengarkan musik di atas tingkat suara 89 desibel, maka mereka sebenarnya telah melebihi batas yang ditetapkan UE untuk kebisingan di tempat kerja.

Makin lama mereka menikmati musik dengan cara seperti itu, setelah lima tahun, ada risiko kerusakan permanen pada pendengaran. (ant/pit)

SUMBER : BERBAGAI SUMBER, RILEKS.COM

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter