Tips Mengatasi Muntah Pada Anak







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Muntah adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Isi muntahan dapat berupa cairan bercampur makanan atau cairan lambung saja. Muntah pada anak sering menimbulkan kecemasan bagi kita. Hal tersebut sangat wajar karena muntah yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) yang merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak.

Mekanisme Terjadinya Muntah
Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks. Terjadinya muntah dikontrol oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat (otak) kita. Muntah terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pusat muntah kemudian dilanjutkan ke diafragma (suatu sekat antara dada dan perut) dan otot-otot lambung, yang mengakibatkan penurunan diafragma dan kontriksi (pengerutan) otot-otot lambung. Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut.

Beberapa kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran pencernaan baik infeksi (termasuk gastroenteritis) dan non infeksi (seperti obstruksi saluran pencernaan), toksin (racun) di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.

Penyebab Muntah
Muntah adalah salah satu gejala dari suatu penyakit. Banyak penyakit pada anak yang dapat menyebabkan muntah. Sebagian besar muntah pada anak disebabkan gastroenteritis virus. Namun tidak mudah bagi orang tua untuk mengetahui penyebab muntah secara pasti. Oleh karena itu periksakan anak anda ke dokter untuk mengetahui penyebab muntah (diagnosis) dan penanganannya di rumah.

Berikut ini adalah kemungkinan penyebab muntah pada anak :

Gastroenteritis akut
Food poisoning
Stenosis pilorik
Apendisitis akut
Obstruksi intestinal (penyumbatan saluran penceranaan)
Penyebab muntah lainnya: migrain, sakit kepala, flu, ISPA, meningitis, tumor kepala, cedera kepala, dan lain-lain (masih banyak penyebab muntah yang tidak bisa saya sebutkan secara detail)

Perlukah Obat Anti Muntah?
Menghentikan muntah bukanlah tujuan utama penanganan muntah. Muntah merupakan gejala dari suatu penyakit. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui penyebab muntah (diagnosis) dan memberikan terapi sesuai dengan penyebabnya. Sebagai contoh, apabila terjadi obstruksi (penyumbatan) saluran pencernaan diperlukan tindakan bedah.

Pada keadaan infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis) dan keracunan (makanan, bahan kimia, dan lain-lain) muntah sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Melalui muntah, tubuh berupaya mengeluarkan berbagai racun yang terdapat dalam lambung. Mekanisme pertahanan tubuh yang alami tersebut serupa dengan yang terjadi pada diare.

Oleh karena itu, muntah pada anak yang disebabkan gastroenteritis dan keracunan makanan tidak dianjurkan untuk diberikan obat anti muntah. Selain itu, belum terdapat bukti klinis yang cukup kuat yang mendukung efektivitas obat anti muntah pada gastroenteritis akut. Bila anda bermaksud memberikan obat antimuntah, diskusikan masalah tersebut dengan dokter anda.

Obat anti muntah dapat diberikan pada kondisi tertentu seperti muntah yang disebabkan kemoterapi. Apabila penyebab muntah tidak diketahui maka tidak dianjurkan untuk memberikan obat anti muntah.

Penanganan Muntah di Rumah
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah apabila anak anda muntah:

Tetap tenang dan jangan panik.
Jangan memberikan obat muntah tanpa anjuran dokter. Diskusikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya bila akan memberikan obat muntah.
Posisikan anak pada posisi telungkup atau miring (miring ke kiri atau ke kanan) untuk menghindari isi muntahan masuk ke saluran napas.
Perhatikan tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi dapat terjadi apabila anak muntah terus-menerus. Dehidrasi yang berat dapat mengancam nyawa.
Tetap berikan cairan. Pemberian cairan (minum) sangat penting untuk mencegah anak dehidrasi. Apabila anak menolak, tetap bujuk anak untuk minum. Untuk Bayi, bila anda masih menyusui, berikan ASI. Dokter mungkin akan menambahkan cairan elektrolit (oralit). Bila bayi anda mendapatkan susu formula, dokter mungkin akan menggantikan sementara susu formula dengan oralit selama 12-24 jam pertama, atau menganjurkan untuk memberikan susu formula yang 2 kali lebih encer dibandingkan susu formula yang biasa diberikan. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan air, air bercampur gula (1 sendok teh gula dalam 120 ml air), dan oralit. Berikan cairan dalam jumlah sedikit-sedikit tapi sering (1 sendok teh tiap 1-2 menit). Apabila toleransi anak baik (tidak muntah lagi), tingkatkan jumlah cairan secara bertahap. Apabila anak tetap muntah, tunggu 30-60 menit terhitung sejak muntah terakhir, lalu berikan 1 sendok teh cairan tiap 1-2 menit. Pemberian cairan dalam jumlah sedikit namun frekuensinya sering relatif lebih mudah ditoleransi anak dari pada pemberian dalam jumlah banyak sekaligus.
Modifikasi pola makan. Hindari pemberian makanan yang padat/keras dan berlemak karena makanan tersebut relatif lebih lama dicerna dan dapat merangsang muntah.

Kapan Harus Ke Dokter?
Periksakan anak anda ke dokter apabila :

Usia anak < 6 bulan Usia anak > 6 bulan dan suhu badan > 38,5°C
Terdapat tanda dehidrasi
Muntah berlangsung lebih dari 8 jam atau muntah menyembur
Muntah bercampur darah
Buang air besar bercampur darah
Belum buang air kecil dalam 8 jam terakhir
Anak menelan benda beracun/berbahaya
Leher anak kaku
Anak tampak lemah
Muntah disertai nyeri perut
Muntah disertai perut kembung dan tegang

Semoga bermanfaat, wassalam

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter