Trik Hadapi Bawahan Bandel





Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di divisi Anda.

Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk.

Setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bukan?

Tentunya, dalam perjalanan karier Anda dalam memimpin sebuah tim kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang bermacam-macam karakternya. Ada yang kurang menyenangkan, atau bahkan membawa pengaruh negatif bagi perkembangan lingkungan kerja di divisi Anda. Nah, berikut ada sejumlah kiat untuk mengatasi bawahan yang membandel!

1. Pantau Terus Pekerjaannya
Bila Anda memiliki bawahan yang dapat dikatakan “hangat-hangat tahi ayam” alias bekerja tidak penuh secara profesional, melainkan sesuai dengan mood-nya saja. Maka, Anda harus mengambil langkah secara cermat, tanpa diketahui olehnya secara terang-terangan.

Bagaimana caranya? Pantaulah terus pekerjaan dan kinerjanya setiap minggu. Beri ia tugas-tugas yang sedikit lebih menantang dibanding biasanya. Mungkin saja, aksi “hangat-hangat tahi ayam” yang dimilikinya dikarenakan tugas-tugas yang diberikan tak lagi menantang buatnya.

Dengan memantau kinerjanya secara mingguan, dengan memberikan tugas-tugas yang lebih penting, Anda bisa sekaligus memancingnya untuk mengeluarkan segala kemampuan positifnya yang mungkin saja terpendam.

2. Beri Motivasi
Motivasi diperlukan oleh semua orang, siapapun ia dan apapun pekerjaannya, dalam kehidupan ini. Manusia mana yang tak memerlukan motivasi? Motivasi bagaikan siraman air dingin yang dapat menyegarkan, sekaligus mengingatkan kembali akan tujuan hidup seseorang, dan hal itu bisa saja menjadi tujuan karier yang dicita-citakan.

Sebagai atasan, Anda dituntut untuk tidak saja cakap memimpin, tapi juga mau belajar bagaimana cara menciptakan suatu motivasi positif bagi setiap bawahan di tempat kerja. Banyak jalan bila Anda ingin meningkatkan motivasi seseorang agar kinerjanya meningkat.

Anda dapat mengajak satu tim kerja mengikuti seminar bersama, disertai acara outbond atau tantangan alam. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan motivasi kerja baru bagi setiap bawahan yang mungkin saja sudah jenuh dengan rutinitas kerja harian.

Selain itu, Anda akan mendapat manfaat lain, yakni mempererat hubungan kerja di dalam suatu tim. Sehingga, tak ada gosip atau pembicaraan negatif, Anda adalah atasan yang buruk. Jadikan semua tim respek terhadap Anda, bukan karena takut saat Anda marah. Tetapi lebih kepada rasa menghargai, karena Anda temasuk tipe atasan yang baik dan selalu memikirkan bawahannya.

3. Bicarakan Baik-Baik
Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin, sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Pekerja yang memiliki pola karakter demikian adalah pekerja yang tak respek kepada Anda sebagai atasan dengan baik.

Tipe ini adalah tipe pekerja yang menggampangkan. Bisa saja, sosok ini adalah teman baik atau tipe orang yang merasa sudah dekat dan menganggap Anda adalah tipe yang mudah dihadapi. Menghadapi bawahan dengan karakter seperti ini, sebaiknya Anda hadapi baik-baik. Ajak ia duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini. Katakan padanya, ini bukanlah masalah personal Anda dan dia, namun sudah menjadi persoalan perusahaan. Dimana, kinerjanya telah tercatatat kurang begitu memuaskan.

Terutama bila ia tak bisa memenuhi target-target yang berikan perusahaan kepadanya. Tanyakan apakah ia memiliki persoalan pribadi, atau tanyakan pula mengapa ia berperilaku seperti itu, yang ujung-ujungnya justru memperburuk nilai kinerjanya sendiri. Lalu mintalah ia untuk mengubah sikap negatifnya menjadi lebih positif. Toh, itu juga demi kebaikan dirinya sendiri berdasrakan penilaian obyektif Anda terhadap hasil kerjanya selama ini.
4. Selalu Ada Kesempatan Kedua
Jangan mersa “panas” dan menggebu-gebu ingin mengomeli atau bahkan memecat bawahan Anda. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, bukan? Dan, tak ada pekerja yang sempurna, termasuk kinerja bawahan Anda. Bisa saja ia sedang dalam keadaan tidak termotivasi.
Atau, telah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja dan dirasa tidak menantang lagi untuknya. Atau bahkan, bisa saja pekerjaan yang dilakukannya sebenarnya tak sesuai dengan skill atau kemampuannya sendiri, tetapi ia tidak mengakuinya di hadapan Anda secara terus terang, karena takut atau malu.

Jadi, setelah dibicarakan baik-baik dan dari hati ke hati sebagai seorang atasan dan bawahan, sebaiknya Anda memberikan kesempatan kedua baginya. Janjikan pula keterbukaan peluang baginya, sama seperti yang Anda lakukan kepada rekan lain untuk mendapatkan promosi bila ia berhasil dengan gemilang dalam melakukan pekerjaannya.

Kemungkinan ada juga pekerja menjadi malas karena tahu, sehebat apapun ia mengerjakan suatu tugas yang diberikan perusahaan, tak sksn ada promosi karier yang lebih baik baginya di masa depan. Hal ini menjadikannya malas dan membandel. Jadi, cobalah untuk memberikan kesempatan mendapatkan promosi yang layak dalam kariernya.
5. Pecat Atau Tidak Ya?
Bila beragam langkah sudah Anda lakukan dan masih tak berhasil mengatasi tipe karakter bawahan yang bandel ini, memang agak susah. Bila didiamkan, tentu dapat mempengaruhi penilaian pekerja lain dalam satu tim terhadap kredibilitas Anda sebagai pemimpin.

Ia juga bisa membuat suasana kerja jadi tak nyaman bagi bawahan lain yang termasuk tipe pekerja keras dan profesional. Menjadi tidak adil bagi bawahan lain dalam pencapaian target-target yang Anda tetapkan, bahkan bisa saja menimbulkan kecemburuan di tempat kerja.

Bisa saja Anda dianggap memperlakukan bawahan yang satu itu lebih spesial dibandingkan yang lain, padahal Anda tak demikian. Jadi, menimbulkan rumor tak sedap. Serba salah pasti Anda rasakan.
Untuk ini, lebih baik segera konsultasikan dengan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan.

Berikan laporan secara obyektif kepada tim SDM mengenai kinerja bawahan tadi, tanpa dilebihkan atau dikurang-kurangkan. Diskusikan pula dengan pihak SDM apakah lebih baik mencari penggantinya dan memindahkannya ke departemen lain, yang lebih cocok baginya.

Atau bila sudah melakukan pelanggaran berat dan tidak bisa meraih target sama sekali, setelah didiskusikan dengan pihak SDM dan disesuaikan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, perusahaan bisa saja memecatnya. Namun, lakukan langkah ini sebagai upaya paling akhir, jika segala upaya telah gagal dilakukan.

 

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter