Apa Untungnya Wanita yang Dinikahi Siri ?







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Saat ini, sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal nikah siri (tersembunyi atau secara diam-diam). Masalah ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Terlebih lagi, saat ini pemerintah sedang mengajukan draf RUU tentang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang akan

mempidanakan pernikahan tanpa dokumen resmi .

Dalam draf RUU tersebut memuat ketentuan pidana terkait perkawinan siri, perkawinan mutah, perkawinan kedua, ketiga, dan keempat.

Bagi mereka yang setuju dengan kawin siri, draf RUU itu dinilai telah melanggar hak asasi manusia. Karena pernikahan itu dipandang sebagai hak asasi, bukan urusan pemerintah. Sedangkan bagi mereka yang menolak berpendapat bahwa perempuan yang terikat dalam hubungan pernikahan siri rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Selain kekerasan fisik dan mental, mereka kerap kali harus kehilangan hak-haknya sebagai istri karena tidak memiliki status hukum yang jelas. Oleh karena itu, menikah siri lebih banyak merugikan anak-anak dan perempuan.

Pemerintah berpendapat bahwa, RUU ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan arti pernikahan. Pernikahan itu bukan sekadar permainan.

Menikah sebaiknya menggunakan surat nikah. Ada kepastian hukum juga kepastian bagi anak-anak keturunannya. Dengan adanya pencatatan nikah di KUA, maka hak istri dan anak menjadi terakomodir.

Bahkan dengan adanya pencatatan pernikahan itu, istri dan anak akan memiliki perlindungan. Salah satu kemungkinan yang dialami perempuan yang dinikah secara siri, tanpa memiliki akta nikah, adalah ia dan anaknya akan kehilangan hak waris saat suaminya meninggal.

Memang, siapapun berhak untuk menikah atau tidak menikah, tetapi ketika sudah hidup bersama maka mereka harus menaati aturan. Sebagai negara yang memiliki hukum positif

dan hukum adat/agama, Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara Barat.

Kita tidak sependapat dengan argumentasi yang mengatakan bahwa nikah merupakan ibadah yang tidak perlu dipersulit dengan pencatatan administrasi kenegaraan.

Justru dengan adanya aturan itu, negara mendorong terwujudnya pernikahan sesuai tujuan pernikahan itu sendiri yakni terciptanya rumah tangga yang baik atau biasa disebut sakinah mawaddah wa rahmah.

Fathya MP (fathyaputri@plasa.com)

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter