17 TIPS MENGEREM HASRAT SI SHOPAHOLIC







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Phadusy mana, sih, yang tak tergiur belanja? Apalagi bila ditambahi tawaran diskon yang menarik. Namun, waspadai bila keinginan belanja mulai sulit dikendalikan! Saat memasuki mal, Rinna selalu “gatal” ingin berbelanja. Terlebih jika ada diskon besar-besaran. Padahal, dia tak terlalu membutuhkan barang yang dibelinya. Rasanya, Rina selalu merasa “gengsi” jika keluar dari mal tak menjinjing satu pun kantong berlogo merek barang ternama.

Nah, apakah Anda termasuk orang seperti Rinna, yang harus selalu belanja setiap kali masuk mal? Atau, Anda merasa kecemasan akan suatu hal dan masalah bisa terselesaikan bila sudah berbelanja? Atau, Anda tak pernah menolak tawaran banjir diskon yang sedang diadakan sebuah toko, lalu setelah keluar dari toko, merasa menyesal karena membeli barang yang sebenarnya tak Anda butuhkan? Bila ya, berhati-hatilah! Sebab, bukan tak mungkin Anda termasuk kategori penggila belanja (shopaholic).

Meski ini bukan penyakit, bila sudah membuat Anda ketagihan dan tergantung pada belanja, Anda sudah memasuki lampu merah. Bahkan, sudah waktunya Anda mengunjungi psikolog untuk mendapatkan bantuan. Namun, yang perlu berhati-hati pada masalah ini bukan hanya si penggila belanjanya saja, lho. Gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon, juga sikap yang perlu diwaspadai. Sebab, selain barang yang dibeli terkadang jadi percuma karena tak sesuai kebutuhan, pengeluaran pun akan membengkak. Akibatnya, bukan tak mungkin akan memicu konflik dengan pasangan. Menurut Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dan konsultan keluarga dari Jagadnita Consulting, munculnya sikap-sikap seperti ini antara lain disebabkan oleh kepercayaan diri yang kurang.“Biasanya, ini berkaitan dengan masalah perasaan tak dihargai, kepercayaan diri yang kurang, atau merasa dirinya kurang berarti bagi pasangan, anak, atau orang lain. Dia merasa baru akan dihargai dan “dilihat” jika banyak berbelanja,” ujar Clara. Ia menambahkan, berbelanja dengan memanfaatkan diskon sebetulnya bisa menguntungkan, bila barang yang dibeli sesuai kebutuhan dan kemampuan. Namun, bila tak bijak dalam berbelanja, masalah keuangan telah siap mengintai. Agar dompet tetap “aman” dan pasangan tak melotot melihat banyaknya belanjaan Anda, simak tips berikut ini:

Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” Anda.
Hindari sering berbelanja beramai-ramai. Godaan untuk berbelanja lebih banyak datang pada kondisi ini. Melihat si A mengamati koleksi baju, si B mencoba sepatu, atau si C mematut diri dengan aksesori di depan kaca, akan membuat Anda mudah tergiur. Selebihnya, bila memungkinkan, berbelanjalah sendirian saja.
Jangan menjadikan acara pergi ke mal sebagai cara untuk menyegarkan pikiran (refreshing). Jika ini yang terjadi, Anda akan sering mendatangi tempat itu saat pikiran ruwet. Akibatnya, Anda akan memaklumi diri sendiri saat membeli sebuah barang. Meski harganya murah, tapi Anda bisa keterusan dan tak terasa bila dijumlahkan, uang yang dikeluarkan tetap besar. Akhirnya, Anda pulang dengan banyak jinjingan.
Cari cara berekreasi yang lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama pasangan, memasak bersama atau sambil menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan teve.
Sebelum berencana membeli baju, buka dulu lemari baju Anda. Periksa lagi apakah Anda memang benar-benar tak memiliki jenis atau warna baju yang ingin dibeli atau tidak.
Kreatiflah memadu-padankan busana, sehingga Anda tak perlu sering-sering membeli baju. Kebanyakan phadusy merasa perlu membeli baju karena merasa tak punya baju untuk menghadiri acara tertentu. Padahal, sebetulnya dia punya, tapi malu bila memakai baju yang sama lebih dari dua kali.
Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli. Lalu, berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar, agar acara berbelanja jadi terfokus.
Berbelanjalah saat Anda memang butuh membeli sesuatu. Faktor rekreasi hanya ditempatkan sebagai kegiatan sampingan, bukan acara utama.
Gunakan kartu kredit, kartu diskon, dan uang tunai dalam dompet secara bijak. Meski punya banyak kartu kredit, Anda akan tetap merasa “aman” dari utang. Bila perlu, simpan kartu-kartu itu di rumah, dan bawa uang tunai seperlunya saat Anda ke mal.
Disiplin merencanakan keuangan keluarga. Jujur dan terbukalah kepada pasangan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Meski Anda memiliki gaji sendiri, diskusikan dengan baik bagaimana cara dan uang siapa yang akan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan. Lakukan berdasarkan kesepakatan bersama pasangan, agar kelak tak muncul konflik.
Ingat selalu rencana besar yang sedang Anda usahakan agar terwujud, antara lain biaya keperluan sekolah anak atau uang yang harus disisihkan untuk ditabung. Cara ini akan membuat Anda lebih mengerem hasrat berbelanja.
Beli barang sesuai kemampuan dan kebutuhan. Tak perlu cemas bila Anda tak membeli barang yang disukai. Membeli sesuatu yang harganya mahal, bermerek, dan sekaligus dalam jumlah banyak sebetulnya tak masalah, asalkan Anda memang mampu dan butuh. Jadi, tak perlu memaksakan diri.
Stop terus-menerus berbelanja atau melakukan berbagai perawatan ke salon hanya untuk mencari cara agar diterima dan dicintai pasangan.
Belilah barang yang memang Anda sukai, penting, dan bermanfaat bagi Anda.
Hindari berutang, baik pada teman, keluarga, atau kartu kredit hanya demi memuaskan keinginan berbelanja. Berutang pada teman bukan hanya membuat Anda harus menyisihkan uang di waktu mendatang untuk melunasinya, tapi juga bisa merusak hubungan pertemanan.
Terima diri apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan Anda. Percayalah, tak ada manusia yang sempurna.
Kenali dan manfaatkan kemampuan serta sisi positif Anda.

Dengan begitu, rasa percaya diri akan tumbuh dengan baik. Anda pun tak akan lagi merasa berbelanja adalah cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan rasa percaya diri dan harga diri.
Andakah Orangnya ?
Kenali tanda-tanda orang yang sulit mengendalikan nafsu belanja:

Membeli barang yang sama dalam jumlah banyak, hanya warnanya saja yang berbeda. Semuanya lalu hanya disimpan dalam lemari, masih lengkap dengan label harganya, tanpa pernah dipakai.
Selalu membeli barang yang sedang digandrungi banyak orang. Jika tak ikut membeli, merasa diri tak mengikuti tren, tak berarti, dan tak “dilihat” orang lain.
Mudah “dikompori” orang lain untuk berbelanja. Jika tak mengiyakan dorongan mereka, Anda khawatir dicap tidak “gaul” atau tidak mampu.
Merasa harga diri akan turun bila tak ikut berbelanja seperti yang dilakukan teman-teman saat bepergian bersama Anda.
Sering cemas memikirkan kalau-kalau barang yang Anda sukai atau sedang Anda incar akan keburu dibeli orang lain.
Tak pernah melewatkan acara diskon dengan berbelanja banyak, melebihi kebutuhan dan kemampuan. Kartu kredit dan kartu diskon tak pernah lupa dimanfaatkan untuk membayar hobi Anda ini, sehingga utang terus menumpuk.
Senang membeli barang “wah” dan satu set, mulai dari ujung kepala sampai kaki, hanya agar dikagumi.
Membeli barang berdasarkan keinginan sesaat, dan menyesal kemudian setelah membayarnya.

TIPS BAGI PARA SUAMI

Bantu Si Dia menumbuhkan kepercayaan dirinya. Tumbuhkan pengenalan diri padanya dan tegaskan, dia adalah phadusy dengan pribadi unik, yang tetap akan dihargai, sekalipun tanpa hal-hal yang bersifat materialistis. Sehingga, dia bisa menerima diri apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan, dan merasa berarti bagi orang lain, termasuk pasangannya. Inilah poin terpenting.
Bila hasrat belanjanya sudah mengganggu, bila perlu, sebelum ke mal minta Si Dia menyimpan kartu kreditnya di rumah. Atau, membawa uang tunai seperlunya saja, agar pengeluaran tak jadi membengkak. Bicarakan baik-baik dan beri alasan logis, agar Si Dia mau mengerti dan menuruti permintaan Anda tanpa terpaksa. Sehingga, dia tak menganggap Anda pelit, yang bisa berujung pada konflik.
Stop terus-menerus mengkritik atau memarahinya, tanpa memberikan solusi. Selain tak membantu, cara ini justru membuat dia merasa bukan pasangan yang baik. Bisa-bisa dia menyelelsaikan persoalan ini dengan kembali berbelanja.
Puji dia atas semua kelebihannya, sisi positif dalam dirinya, dan sikapnya pada Anda. Katakan juga, Anda mencintainya dengan tulus. Sehingga, dia tak merasa dicintai hanya semata karena benda-benda yang dipakainya

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter