Bila Jabatan Lebih Tinggi dari si Dia







Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Kini, memang tak mustahil bagi wanita karier untuk meraih jenjang setinggi-tingginya, bahkan melampaui jenjang karier pasangannya. Bagaimana agar hubungan cinta Anda berdua tetap mesra tanpa terganjal masalah perbedaan ini, simak tipsnya!

Sejak era R.A. Kartini, memang peran wanita dan pria dalam dunia karier kini dapat dikatakan sudah setara. Sudah banyak wanita Indonesia yang memegang peranan penting dalam suatu pekerjaan, di berbagai bidang yang dijalani. Tak jarang pula posisi perempuan dalam pekerjaannya lebih tinggi dari pasangannya atau suami.

Misalnya, saja Rani yang posisi pada pekerjaannya sudah paling baik di dalam sejarah kariernya, yakni menjabat sebagai General Manager Pemasaran di sebuah perusahaan asuransi ternama di Jakarta. Sedangkan suaminya, Ridwan, menempati posisi hanya sebagai Manager Keuangan di sebuah perusahaan yang tidak sebonafit dan sebesar perusahaan tempat istrinya bekerja.

Seringkali perbedaan posisi pada dunia pekerjaan ini turut menyertai peran dan tanggung jawab di dalam urusan rumah tangga. Posisi istri yang lebih tinggi di tempat kerjanya, sering menjadi pemicu pertengkaran dan muncul ketidakharmonisan dalam menjalani biduk rumah tangga.

Terkadang, sang isteri tanpa sadar dengan posisi jabatannya di kantor jadi semena-mena di saat mengatur urusan rumah tangganya. Misalnya, enggan melakukan kewajiban dan tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga yang baik. Merasa lebih tinggi derajat dan martabatnya di dalam rumah, dan lainnya. Oleh karenanya, ada sejumlah tips bagi Anda, wanita muda mandiri, yang memiliki jabatan lebih tinggi dari Si Dia:

Tugas Utama Tetap Lebih Penting
Memang, soal persamaan derajat dewasa ini makin kencang didengungkan. Tak ada lagi diskriminasi antara kaum wanita dan pria. Wanita berhak memeroleh kedudukan dan tempat di dalam persaingan yang adail dengan para pria, di segala bidang karier. Namun, jangan pernah lupa wanita juga seorang ibu rumah tangga.

Seorang ibu atau istri memang tidak hanya berada di bawah ketiak suami tentunya, namun ia memiliki tugas dan tanggung jawabnya pula. Anda tetap harus memperlakukan suami dengan baik dan hormat padanya, walaupun mungkin saja, jabatan ataupun profesinya kalah jauh di bawah Anda. Tetap saja ia adalah suami Anda, bukan?

Ia adalah seorang bapak dan kepala rumah tangga. Di tangannyalah ada tanggung jawab terbesar dalam mengelola rumah tangga. Bila penghasilan Anda jauh melampauianya, bukan berarti peran dan tanggung jawab ini jadi dapat ditukar di dalam rumah. Jadi, tetaplah pada menjaga posisi Anda. Seimbangkan karier Anda dan keluarga, jadilah ibu rumah tangga yang baik dan mampu melayani keluarga dengan setulus hati.

Kepala & Leher Yang Menyatu
Bisakah Anda membayangkan jika kepala berdiri sendiri tanpa leher, atau sebaliknya? Sungguh aneh dan pasti akan jadi menyeramkan, bukan? Tak hanya itu, bila kepala berdiri sendiri, ia tak akan bisa menentukan arah mana yang benar, demikian pula leher, walau ia dapat berputar ke kanan, ke kiri, ke belakang dan ke depan, namun ia tetap tak dapat melihat arah benar yang ada dihadapannya.

Analogi ini layaknya posisi Anda dan suami. Anda berdua adalah pasangan yang diciptakan untuk saling melengkapi, bukan untuk saling bersaing dan menindas satu sama lain. Suami layaknya KEPALA yang akan menuntun ke mana arah suatu biduk rumah tangga dijalani. Sedangkan, LEHER adalah peran Anda sebagai istri, pendamping yang juga seorang ibu dari sebuah bahtera luas yang tengah dilayari bersama-sama.

Leher akan menopang dengan baik sang kepala. Mendukung dengan sekuat tenaga dan membantu memberikan arah atau saran berguna bagi kedua belah pihak. Bagaimanapun juga, kepala tetap memerlukan lehernya. Nah, jadilah leher yang baik, yang dapat membawa suami Anda pada posisi kepala keluarga yang baik. Topanglah dan dukunglah ia dengan sepenuh hati dan temukan hakikatnya!

Hindari Rasa Tinggi Hati
Tingginya posisi atau pendapatan Anda di kantor, seringkali membuat Anda lupa diri. Sikap sombong dan tinggi hati adalah manusiawi, namun itu bukanlah sikap terpuji. Tak sedikit wanita yang memiliki posisi atau jabatan dan pendapatan tinggi jadi lebih percaya diri yang berakhir dengan tingkat kesombongan yang tinggi pula.

Tak saja pada lingkungan sekitarnya – teman-teman atau rekan kerja yang lain, namun sikap yang kurang terpuji ini sampai ke hadapan suaminya. Merasa diri sudah yang ter-, paling hebat. Sehingga, merasa diri paling tahu termasuk dalam urusan rumah tangga. BAhkan, pendapat suami sering tak lagi didengar. Menganggap suami bodoh hingga berlaku mengecilkan atau meremehkan pasangan. Ujung-ujungnya, Anda bersikap superior.

Tak jarang ada yang sampai tak segan lagi memperlakukan pasangannya dengan tidak hormat di hadapan kerabat atau sahabat Anda sendiri. Apakah sikap ini pantas? Tentu saja tidak! Sebaiknya, tetaplah rendah hati kepada siapapun juga, janganlah sombong, karena sikap ini akan membawa Anda kepada kehancuran diri sendiri. Apalagi bila dilakukan kepada keluarga sendiri.

Menunjukkan sikap down to earth (membumi) adalah mulia. Jadilah istri yang baik dan selalu memperhatikan keluarga. Anggaplah jabatan dan pendapatan besar yang Anda raih adalah bonus dan berkat tambahan yang dipercayakan dari sang Pencipta kepada Anda. Jadi, tetap seimbangkan kehidupan rumah tangga dengan karier Anda.

Bersikap Lembut
Seringkali posisi yang tinggi di kantor menjadikan Anda sebagai atasan yang galak, cerewet, dan disegani semua karyawan. Jadi, janganlah membawa semua hal urusan kantor ke dalam kehidupan rumah tangga. Mulailah belajar bersikap profesional, termasuk di rumah. Anda bisa bersikap profesional di kantor, mengapa untuk urusan pribadi Anda tak bisa?

Jangan mentang-mentang Anda bos di kantor, lalu bisa dengan seenaknya menyuruh-nyuruh suami di rumah dengan tidak hormat. Bila Anda memerlukan bantuannya, tetap lakukan dengan sopan, lembut, dan gunakan bahasa yang halus, serta hindari kesan memerintah. Walau bagaimanapun, ia adalah partner hidup Anda. Ia adalah bagian jiwa Anda, bukan orang asing. Jadi, bersikaplah profesional dan seimbang, sebagai istri dan seorang bos.

Keluargaku Adalah Berlianku
Banyak orang telah salah langkah, mendahulukan karier dan meninggalkan keluarga. Semua dianggap sepadan, demi mencapai karier setinggi mungkin lalu mengorbankan keluarga. Padahal, walau bagaimanapun tak ada yang lebih berharga daripada keluarga. Mengapa? Tentu saja, keluarga adalah cinta-kasih Anda. Keluarga adalah sumber kebahagiaan Anda.

Semua memang tergantung kepada setiap individu yang menjalaninya. Jadi, tetaplah dahulukan keluarga Anda, suami dan anak-anak. Kebahagiaan sejati tak akan bisa terbayar, setinggi apapun jabatan di kantor bila keluarga Anda tak bahagia. Jangan takut, rejeki akan mengikuti jika Anda selalu mengusahakan yang terbaik bagi keluarga.

Jadi, posisi di kantor boleh lebih tinggi, namun janganlah lupa untuk tetap menjalankan tugas sebagai ratu rumah tangga dengan baik.

 

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter