Hikmah 17 Agustus di Bulan Ramadhan





Harga Handphone, Harga Blackberry, Harga Laptop, Harga Mobil, Harga Motor

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Sejenak teringat lagu kemerdekaan Indonesia karya H. Mutahar: “Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia. Merdeka….” (dst….)

Betapa bahagianya sebagai umat Islam Indonesia, yang bisa merasakan dua kemerdekaan sekaligus di bulan suci ini.

Pada bulan yang penuh barakah ini, umat Islam Indonesia dapat melaksanakan kemerdekaan ruhani sekaligus merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Dua hal istimewa sebagai umat Islam Indonesia, yang datang secara bersamaan, semoga peristiwa yang menarik ini bisa menjadi wahana intropeksi bagi umat Islam untuk memperbaiki segenap tingkah lakunya selama ini.

Banyak sekali hal yang sangat berkaitan antara bulan suci Ramadhan dengan kemerdekaan Indonesia. Membaca sejarah Indonesia, Negara ini bisa merdeka seperti sekarang ini tidaklah terlepas dari perjuangan para leluhur bangsa Indonesia. Mereka, para pejuang Indonesia, rela mengorbankan harta dan nyawa demi menegakkan keadilan. Para pejuang Indonesia merelakan hari-hari nyamannya diisi dengan peperangan, hanya demi mendapatkan kebaikan yang sesungguhnya, dan mereka rela kelaparan untuk menghentikan kedzaliman dan kemungkaran. Semangat mereka menuju ketakwaan, tercermin di bulan yang sarat dengan hikmah ini.

Merayakan hari kemerdekaan sebagai upaya mengingat sejarah itu sangatlah penting. Dalam Islam sendiri, mempelajari masa lalu (sejarah) itu sangat diperlukan, karena dapat mengetahui keberhasilan/ kegagalan masa lalu dari mekanisme yang mengitari, latar belakang, pengaruhnya dan lainnya. Dengan demikian, hal tersebut bisa menjadi sarana untuk mengoreksi dan sebagai bahan untuk menyelesaikan masalah ketika mengalami masalah yang serupa. Begitu pentingnya sejarah, sehingga sangat perlu untuk diabadikan baik menggunakan pena, lukisan, dan lainnya. Perihal diperlukannya menyimpan sejarah diterangkan dalam Qs. Yunus (10): 92, dengan jasad Fir’aun sebagai perumpamannya:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”

Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan ini, merupakan bulan kebangkitan umat Islam untuk meningkatkan semangat perjuangan meraih keimanan dan ketakwaan yang total. Tentunya, yang demikian termasuk menjalankan firman Allah Swt., Qs. Albaqarah (2): 147:

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”

Memaknai ayat di atas melalui peristiwa menarik sekarang, menikmati bulan puasa seraya mengingat sejarah para pejuang yang telah membebaskan tanah air Indonesia dengan cucuran darah, maka umat Islam Indonesia mulai detik Ramadhan ini tidak boleh lemah semangat (putus asa), tidak boleh merasa rendah diri, haram melakukan tekanan atau penindasan, menolak segenap perbuatan dzalim, menolak kerusakan moral, dan tidak hanya mementingkan diri sendiri. Dengan kata lain, mengambil pelajaran para pejuang, umat Islam wajib melatih mengendalikan hawa nafsu, memiliki kesabaran yang tangguh, mempunyai tekad perjuangan yang kuat, menguatkan cita-cita, disiplin, beretika dan senantiasa berprinsip gotong-royong. Dalam Qs. Al-Imron (3): 110, Allah Swt. berfirman:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Sejarah perjuangan yang begitu dahsyat dari para leluhur bangsa ini, yang diisi dengan air mata, darah, nyawa, dan materi, hingga memperoleh kemenangan seperti yang bisa dirasakan sekarang oleh generasi muda, juga mengingatkan akan peristiwa kemenangan-kemenangan perjuangan umat Islam yang diraihnya pada bulan puasa. Perang Badr al-Kubra yang terjadi pada Ramadhan tahun ke 2 H., penaklukan Andalusia yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad pada Ramadhan tahun 92 H., dan lainnya, merupakan di antara kemenangan yang ditempuh dengan menahan lapar bertempur di medan perang. Allah Swt berfirman dalam Qs. Alhajj (22): 39:

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

Melalui sejarah yang sangat penting mengenai perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia dari cengkeraman penjajah oleh para leluhur bangsa ini sudah semestinya dijadikan pelajaran yang berharga dalam mengisi hari kemerdekaan Indonesia sekarang ini sekaligus dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian, di hari yang penuh kemenangan ini, yang merayakan hari kemerdekaan di bulan Ramadhan, terisi dengan beragam kegiatan yang bermanfaat yang bisa menjadi persembahan rasa syukur kehadirat Ilahi sekaligus ucapan rasa terimakasih kepada para leluhur bangsa Indonesia. Mari, jadikan hari kemerdekaan ini sebagai ajang (perlombaan) untuk bersama-sama meningkatkan amal kebaikan, sebagaimana firman Allah Swt dalam Qs. Albaqarah (2): 148:

“…. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Selamat melaksanakan ibadah puasa, dan merdeka!!!!

***

Sekedar menyampaikan selamat hari kemerdekaan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan sambil kutempel-tempelin ayat-ayat Alquran, agar terkesan memesona….

http://regional.kompasiana.com/2011/08/17/hikmah-17-agustus-di-ramadhan/

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!

Facebook

Twitter