Game Untukku - Game Gratis Untukku

Jumat, 03 September 2010  

Seputar Dunia Politik Hari Ini Tadabbur Ayat Ayat Motivasi

Info Dunia Perekonomian Hari Ini

BERITA, Ekonomi & Keuangan, Halaman Depan - 10 Mar 2010

DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Krisis global yang sudah melanda banyak negara semakin menunjukkan kekuatannya dalam “memukul” perekonomian dunia. Hampir tidak ada satu pun negara yang tidak terlewati “pukulan” krisis global.

Sri Mulyani: Kalau DPR Boikot, Mereka yang Rugi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan DPR RI tidak mencampuradukkan antara hasil Sidang Paripurna DPR kasus Bank Century yang menyeret namanya dengan rencana penyerahan draft RAPBN-P 2010 kepada Badan Anggaran DPR RI.

Menanggapi isu pemboikotan rapat RAPBN-P yang akan dihadirinya, Sri Mulyani yakin DPR masih meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan politik.

“Saya masih optimis kalau partai politik memiliki kemampuan dan lebih meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan politik apalagi setelah kasus Bank Century,” ujarnya, dalam Foreign Press Gathering, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa malam (9/3/2010).

Sri Mulyani menyatakan jika DPR tidak menyetujui usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2010, dikhawatirkan justru akan mengorbankan kesejahteraan rakyat. Pasalnya, dalam RAPBN-P itu tercantum sejumlah anggaran yang berpihak terhadap masyarakat, seperti anggaran untuk recovery daerah yang terkena gempa dan stabilisasi inflasi.

“Kalau misalnya mereka (DPR) mau memboikot, mereka yang rugi karena ada dana untuk rakyat. Kalau mereka tidak mau mendiskusikan APBN-P berati mereka melawan rekomendasi mereka sendiri karena APBN-P ini kan untuk kesejahteraan masyarakat,” tukas Sri Mulyani.

Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR menyuarakan boikot terhadap pihak-pihak yang dianggap bersalah dalam bailout Bank Century seperti Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Mereka meminta pihak-pihak yang dianggap bersalah tidak diundang dalam acara-acara di DPR.

Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis mengaku pihaknya siap memboikot kehadiran Sri Mulyani termasuk dalam pembahasan APBN jika memang paripurna DPR memutuskan hal tersebut. (DETIKFINANCE)

Industri Manufaktur Otomotif Indonesia Bergairah

Seperti diketahui, dalam dua bulan pertama ini, pasar kendaraan bermotor -terutama sektor otomotif – tumbuh subur. Berarti, efek positifnya merembet ke kinerja industri manufaktur nasional. Sementara pertumbuhan industri nasional pada kuartal pertama 2010 diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 3,5-4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1,88 persen.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Deddy Mulyadi menyatakan, aktivitas sektor otomotif mulai bergeliat sejak kuartal terakhir 2009 dan terus berlangsung hingga awal tahun. Bahkan menyumbangkan sekitar 29 persen terhadap total pertumbuhan industri tahun ini berada di bawah sektor makanan dan minuman (mamin) 32 persen. “Sektor otomotif dan makanan-minuman (mamin) olahan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri pada tahun ini,” jelas Deddy, Selasa (9/3).

Seperti diketahui, penjualan mobil dalam dua bulan pertama tahun ini menjunjukkan peningkatan yang signifikan dari periode sebelumnya. Selama Januari-Februari 2010 total penjualan mobil tercatat 102.472 unit meningkat 41,9 persen dari periode yang sama tahun lalu 72.185 unit.

Deddy melanjutkan, dengan dua motor penggerak ini maka pertumbuhan industri akan membaik pada tahun ini dibanding realisasi 2009. Kemenperin di awal tahun memprediksi pertumbuhan industri pada 2010 akan berada di kisaran 3,9-4,5 persen, naik dibanding posisi 2009 sebesar 2,52 persen.

Tapi, lanjutnya, rencana kenaikan tarif pajak mobil akan membuat pertumbuhan sektor otomotif kembali terganggu. Ujungnya, berpotensi merontokkan pertumbuhan industri tahun ini secara keseluruhan.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan mengaku juga mengkhawatirkan ancaman pajak progresif. Johnny menjelaskan, peningkatan pasar mobil yang baru pulih dari krisis sebaiknya dijaga jangan justru ditekan dengan komponen pajak.

“Selama situasi politik di jaga seperti kasus Bank Century dan pajak tak diterapkan tahun ini akan postif otomotif kita. Pajak ini memang ancaman,” ujar Johnny. (KOMPAS.COM)

Saat Dolar AS Melemah : Rupiah Bisa Terus Menguat

Setelah mengalami penguatan yang cukup lama selama hampir 1,5 bulan, sejak pertengahan Januari 2010 sampai dengan awal Maret, akhirnya dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia.

Indeks dollar AS sempat menguat cukup tinggi mencapai 5,4 persen dari 76,7 per 14 Januari menjadi 80,9 per 3 Maret 2010. ”Penguatan indeks dollar yang cukup panjang tersebut menyebabkan dollar AS terkoreksi secara alamiah untuk sementara waktu,” ujar Treasury & Capital Markets PT Bank Danamon, Anton Hendranata.

Hal itu terlihat pada pekan pertama Maret, mata uang Paman Sam ini melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia, kecuali Jepang. ”Yang cukup mengejutkan, dollar AS juga melemah terhadap euro selama seminggu terakhir ini, padahal sebelumnya euro sangat lemah terhadap dollar AS, terutama akibat masalah utang Yunani yang belum ada kepastian solusinya,” ungkapnya.

Dengan melemahnya dollar AS, rupiah juga memperoleh keuntungan. Pada pekan pertama Maret, rupiah menguat lebih baik dibandingkan dengan minggu terakhir Februari.

Penguatan rupiah didukung dengan makin membaiknya perekonomian Indonesia di mana perdagangan internasional makin bergairah, ekspor meningkat tajam, begitu juga dengan impor. ”Sedangkan inflasi sampai Februari cukup rendah dan terkendali meski pemerintah merencanakan kenaikan tarif daya listrik pada Juni 2010, yang sebelumnya direncanakan pada Januari,” ujar Anton.

Sementara keputusan Pansus Bank Century yang menyatakan bahwa bail out bermasalah, sebutnya, ternyata tidak menggoyahkan rupiah. Begitu juga dengan rencana BI mengubah pelaksanaan lelang SBI dari mingguan menjadi bulanan dan mengurangi SBI 1 bulan, kemudian selanjutnya diarahkan ke SBI 3 dan 6 bulan masih belum terlihat dampaknya saat ini.

Terus membaiknya perekonomian Indonesia menyebabkan persepsi yang makin positif terhadap perekonomian domestik. Persepsi risiko gagal bayar Indonesia menunjukkan tren penurunan, tecermin dari turunnya rentang CDS 5-tahun. Kondisi ini diiringi masuknya arus modal asing ke dalam perekonomian domestik.

Di pasar saham, nilai bersih investor asing meningkat kembali pada pekan pertama Maret ini, sementara posisi asing di pasar obligasi terus meningkat hingga Rp 125,1 triliun per 5 Maret dari Rp 120,8 triliun pada akhir Februari. Begitu juga dengan imbal hasil obligasi yang cenderung menurun yang menunjukkan masih tingginya permintaan terhadap obligasi pemerintah.

”Dengan melihat tren jangka pendek pelemahan indeks dollar AS dan menurunnya persepsi risiko di kawasan emerging market serta makin membaiknya perekonomian domestik, menurut perkiraan kami, rupiah cenderung mendatar dan berpotensi sedikit menguat selama seminggu ke depan,” ungkap Anton. (KOMPAS.COM)

Artikel Terkait :
  1. Sri Mulyani Rangkap Menko Perekonomian
  2. Seputar Dunia Politik Hari Ini
  3. Nasabah Bank Syariah di Yogya Pindah ke Bank Konvensional
  4. Ancaman Krisis Moneter Belum Berakhir
  5. 100 Hari yang Menarik, Menggangu 100 Hari

Buku Murah dengan Harga Diskon

125x125 banner ad

Seputar Dunia Politik Hari Ini Tadabbur Ayat Ayat Motivasi

Beritahu Teman Anda:





BERITAHU TEMAN | | Add comments

125x125 banner ad

Leave a Reply

--> footer

Powered By www.Untukku.com