

Mengajak kita berpikir untuk apa dilahirkan di bumi Sabang-Merauke? Penulis yang hampir separuh hidupnya menjadi politikus praktis dan guru, membuat kita yakin bagaimana sejarah adalah titik tolak jati diri kita sebagai anak bangsa. Pemuda dan kaum intelektual adalah pendorong dan pembaru di zamannya. Tantangan hari ini jelas berbeda dan lebih berat. Ada peran kekinian dan peran masa depan. Buku ini membahas keduanya dengan tuntas.
(Anies Baswedan)
Buku sejarah yang menonjolkan besaran yang dihapus dalam pe¬nulisan sebelumnya. Di masa kini, sejak era reformasi, pelajaran sejarah terkikis, buku ini mengutuhkannya kembali.
(Meutia Hatta Swasono)
Djon Pakan bukan seorang militer, tetapi ia yakin betul bahwa les¬tarinya negara berpegang pada kesetiaan atas cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
(Syaiful Sulun)
Penulis buku ini adalah guru sejati yang percaya bagaimana mem¬pelajari sejarah sebagai tidak cuma hafalan, tetapi peristiwa yang sungguh-sungguh hidup dalam proses pembelajaran di sekolah.
(Henny Supolo Sitepu)
Djon Pakan yakin Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945 adalah kunci kelanggengan negara. Suatu yang krusial di masa kini.
(Tino Saroengallo)
![]() |
| Hemat Rp 9.450 | |
| Rp 53.550 | |
![]() |
| Judul | Kembali ke Jati Diri Bangsa : Menegakkan Sumpah Pemuda, Pancasila, Proklamasi, UUD 1945 |
| No. ISBN | 9789797096595 |
| Penulis | Djon Pakan Lalangi |
| Penerbit | Kompas |
| Tanggal terbit | Agustus – 2012 |
| Jumlah Halaman | - |
| Berat Buku | - |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Dimensi(L x P) | - |
| Kategori | Bulan Agustus 2012 |
| Bonus | - |
| Text Bahasa | Indonesia · |






Kategori : 















