Bakso Mang Ja’i, dari Rel Sampai ke Milis




DAPATKAN BUKU GRATIS DARI BUKUKITA.COM, CARANYA KLIK DISINI!!!

Sering mendengar kabar enaknya bakso Mang Ja’i. “Itu lho, yang di dekat rel jalan Kosambi.” Kalimat itulah yang rata-rata keluar ketika bertanya di mana persisnya bakso Mang Ja’i.

Pastilah bukan bakso biasa dibandingkan sekian banyak tukang bakso di Bandung. Bakso Mang Ja’i masuk ke dalam hitungan yang layak untuk dicicipi. Entah itu di milis-milis kuliner atau dari mulut ke mulut.

Dari arah alun-alun, jika tanpa kendaraan pribadi, bisa menggunakan bus Damri jurusan Cicaheum-Cibiru atau Cicaheum-Leuwipanjang yang murah meriah. Selain lebih hemat, memang tidak ada angkot yang melewati jalan tersebut.

Turun saja di pemberhentian bus di Jalan Ahmad Yani yang juga berdekatan dengan rel tepatnya di Jalan Gudang Selatan. Tak jauh tenda bakso Mang Ja’i akan segera ditemukan. Kalau masih sulit, tanya saja tukang becak yang mangkal di muka jalan.

Kabar enaknya bakso Mang Ja’i sepertinya benar adanya. Karena belum juga mencicipi, terlihat orang-orang sudah berjejal memenuhi tenda sederhana yang diisi dua bangku panjang kosong dan beberapa kursi plastik.

Ternyata tak hanya bakso, di sebuah spanduk yang berada di bagian belakang tenda bertuliskan, Bakso Sapi dan Batagor Kuah Haji Ja’i.

Tanpa ba bi bu, satu porsi bakso pun dipesan sambil agak penasaran siapa sebenarnya Mang Ja’i ini. Ada dua sampai tiga orang yang melayani pelanggan. Memang cukup repot kalau melihat para penggemar bakso yang terus berdatangan.

Satu porsi terdiri dari tiga buah bakso ukuran sedang dan satu buah batagor ukuran besar. Kalau mau ditambahkan mie atau bihun juga boleh. Satu porsi harganya Rp 10 ribu. Ketika dicoba, memang enyak..enyak..enyak.

Seorang perempuan bernama Nunuy (23) terlihat asyik menikmati baso terakhirnya. “Saya sering ke sini dari dulu,” ujarnya. Biasanya, lanjut Nunuy dia datang bersama teman-teman atau keluarga.

Sedangkan Feny (44) mengatakan dirinya setiap hari ngebakso di tempat ini. “Saya mah bangun tidur langsung ke bakso Mang Ja’i. Di sini selalu ramai, lihat saja sekarang saja sudah pageuleuk-geleuk (berjejal-jejal),” ujarnya bersemangat.

Sekadar informasi, bakso Mang Ja’i baru buka pukul 14.00 WIB. Tapi sejak dibuka tempat ini langsung ramai.

Ketika ditanyakan pada salah seorang pelayan, Ayi (32) yang juga putra Mang Ja’i, ternyata bakso Mang Ja’i sudah ada sejak tahun 80-an. Dari dulu sampai sekarang diakuinya tenda bakso ini selalu ramai.

“Biasanya kalau sore-sore jam limaan suka ramai sampai jam delapan. Kalau akhir pekan apalagi, dari luar kota banyak yang datang,” jelasnya.

Menurut Ayi tidak ada racikan yang istimewa dalam baksonya. Tapi jangan heran kalau di tempat ini tidak menemukan saos. Mungkin itu rahasianya karena sangat tidak umum tempat makan bakso tanpa kehadiran saos.

Dikatakannya, untuk pertama kalinya Sabtu besok (28/6/2008) bakso Mang Ja’i akan mengikuti Festival Jajanan Bango di Gasibu, Jl Diponegoro.

Bagaimana Ramalan Harian, Ramalan Zodiak Harian, Ramalan Mingguan, Zodiak Mingguan, Ramalan Zodiak Mingguan Anda?

Cek Harga HANDPHONE, MOTOR dan Harga Lainnya di www.harganya.com!